KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Selasa, 22 November 2005, pukul 10.00 – 12.00 WIB,
Ruang Monas II, Hotel Aryaduta
Jakarta Pusat

Hasil pengujian terhadap bahan bakar Bensin Premium dan Solar tahun 2005 menunjukkan bahwa sebagian besar kota di Indonesia masih dipasok BBM berkualitas rendah baik itu bensin bertimbel maupun Solar berkadar belerang tinggi. Masih dipasoknya bensin bertimbel di sebagian besar kota, tentu akan berimplikasi pada berlanjutnya pencemaran timbel di udara dan tingginya kadar timbel dalam darah masyarakat. Data di kota Bandung misalnya menunjukkan bahwa kadar timbel (Pb) di udara ambien telah mencapai di atas 2 mg/m3 dan 30% anak-anak usia sekolah memiliki kadar timbel di dalam darah yang melawati ambang batas atau di atas 10 mg/dl sehingga diindikasikan mengalami penurunan point IQ, gangguan perkembangan otak dan autis. Selain itu, penggunaan timbel sebagai additive pada bensin menyebabkan tidak dapat dikembangnya teknologi kendaraan bermotor ber-catalytic converter, di mana teknologi ini mampu menurunkan hingga 90% atas emisi HC, CO dan NOx.

Sementara untuk solar, sebagian wilayah masih dipasok solar berkadar belerang tinggi yaitu di atas 2500 ppm. Belerang dalam bahan bakar Solar secara alami berasal dari minyak mentah, bila belerang tidak dihilangkan pada proses pengkilangan maka belerang akan mengkontaminasi bahan bakar kendaraan. Belerang dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap usia mesin dan sangat signifikan terhadap keberadaan emisi partikulat (PM). Dengan demikian keberadaan kadar belerang di atas 1000 ppm sebagaimana yang terjadi di banyak kota, maka berimplikasi pada tingginya emisi partikulat di udara ambient kota-kota tersebut. Ini relevan dengan kondisi kualitas udara ambien di berbagai kota sebagai disebutkan di atas, ternyata memang memiliki partikulat sebagai parameter kritis dominan. Seperti kita tahu, emisi partikulat dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat melalui proses pembengkakan membran mukosa karena iritasi sehingga menghambat aliran udara pada saluran pernafasan. Kondisi ini akan menjadi lebih peka terhadap penderita penyakit jantung dan paru-paru juga para lanjut usia.

Keterangan lebih lanjut, hub:
Asdep Urs. Pengendalian Penc. Emisi
Sumber Bergerak
Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI
Gd B lt 4, Jl. DI Pandjaitan kav 24 Kebon Nanas
Jakarta 13410
Email. emisikendaraan@menlh.go.id
Web. http://www.menlh.go.id