KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pada hari Rabu tanggal 27 September 2006 bertempat di Ruang Rapat Ozon, KLH., Asisten Deputi Urusan Standardisasi, Teknologi dan Produksi Bersih menyelenggarakan pertemuan pendahuluan (kick off meeting) Panitia Teknis Perumusan Standar Kompetensi Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan (selanjutnya disebut Panteknis Kompetensi). Panteknis Kompetensi ini dibentuk melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 283 tahun 2006 tanggal 2 Agustus 2006. Pembentukan Panteknis dimaksudkan untuk menjadi infrastruktur nasional dalam pengembangan standardisasi kompetensi bidang lingkungan. 

Pertemuan dihadiri oleh 16 dari 20 anggota Panteknis Kompetensi, yang anggotanya terdiri dari wakil Pemerintah Pusat (KLH, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Badan Standardisasi (BSN/KAN dan BNSP), Pemerintah Propinsi Jawa Barat, Perguruan Tinggi, asosiasi, wakil dari Lembaga Penyedia Jasa dan wakil dari pengguna jasa (industri). Hal ini merupakan cerminan partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan.  

Pertemuan dibuka oleh Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas (Deputi VII) – KLH, Bp. Ir. Isa Karmisa Ardiputra, selaku Pembina Panteknis Kompetensi. Dalam arahannya, Deputi VII KLH menekankan bawa prioritas nasional dalam pengembangan standardisasi kompetensi saat ini adalah(1) standar/persyaratan kompetensi untuk personil/jasa lingkungan yang berperan dalam pelaksanaan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan dan (2) memfasilitasi standar/persyaratan kompetensi yang diperlukan oleh para pengguna jasa, khususnya perusahaan-perusahaan yang menerapkan standar Sistem Manajemen Lingkungan. 

Pertemuan Panteknis Kompetensi dipimpin oleh Asisten Deputi Urusan Standardisasi, Teknologi dan Produksi Bersih, Ibu Dra. Rismawarni Marshal, selaku Ketua Panteknis Kompetensi. Materi dari pertemuan ini adalah perkenalan anggota, penjelasan tugas pokok dan fungsi dari Panteknis Kompetensi, serta diskusi.  

Dalam diskusi tercermin bahwa para anggota Panteknis mempunyai komitmen kuat dalam pengembangan standardisasi kompetensi personil dan lembaga jasa bidang lingkungan, dimana kompetensi bidang lingkungan tersebut sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi untuk dapat menyelesaikan kasus – kasus lingkungan yang makin meningkat. Kerjasama dan sinergi antara para pemangku kepentingan ini juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan perkembangan globalisasi perdagangan dan jasa saat ini, dengan semakin maraknya personil dan penyedia jasa dari luar negeri yang telah maupun yang akan masuk ke negara kita ataupun peningkatan daya saing tenaga kerja dan lembaga jasa Indonesia di pasar internasional.  

Sebagai contoh kasus adalah pengembangan standardisasi kompetensi personil Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dimana Departemen ESDM melalui Badan Diklat MIGAS mengembangkan standardisasi kompetensi untuk Tenaga Teknik Migas. Sebagai informasi, sampai saat ini sudah sekitar 20.000 Tenaga Teknik Migas yang sudah mendapatkan sertifikat Kompetensi dan sertifikat ini diakui secara internasional serta merupakan salah satu prasyarat bagi para pekerja di bidang eksplorasi dan eksploitasi migas. Banyak instansi lain yang sudah mengembangkan standardisasi kompetensi personil sesuai dengan bidang tugas masing – masing antara lain : Bank Indonesia dengan sertifikasi kompetensi bagi personil manajemen resiko; Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan sertifikasi bagi pekerja bidang pariwisata dll. berdasarkan hal tersebut KLH c.q. Asdep standardisasi, Teknologi dan Produksi Bersih telah menyiapkan konsep standar kompetensi personil dan lembaga jasa untuk teknisi refrigerasi, penyusun AMDAL, pengambil sampel dan analis laboratorium lingkungan dll. Dimana nantinya setelah melalui tahapan konsensus dengan stakeholders, maka Panteknis akan mengajukan konsep ini untuk dapat ditetapkan dan kemudian digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas dibidang lingkungan.   

Tindak lanjut dari pertemuan ini adalah penyusunan tatatertib Panteknis Kompetensi serta kesepakatan mengenai program kerja nasional. Lebih lanjut, seluruh anggota panteknis kompetensi akan disiapkan panduan, pedoman serta referensi lain yang terkait. Agenda kerja Panteknis Kompetensi dalam tahun ini adalah pertemuan pembahasan standar kompetensi penyusun AMDAL dan Lab Lingkungan pada bulan November  - Desember 2006.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Sekretariat Panitia Teknis Perumusan Standar Kompetensi Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan,
c.q. Asisten Deputi Urusan Standardisasi, Teknologi dan Produksi Bersih
Tel./Fax. : 021 859 06167
E
-mail      : kompetensi_lingkungan@yahoo.co.id