KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menyambut Hari Ibu 22 Desember 2013, Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan program inovatif, Eco-Family, Kamis 19 Desember baru lalu. Peluncuran dilakukan bersama Dharma Wanita Ekoregion Sulawesi dan Maluku dan dihadiri Penasehat Dharma Wanita KLH, Ibu Yuliana Kambuaya.

Menurut Darhamsyah, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, tujuan Eco-Family adalah menjaga lingkungan hidup dengan mengurangi limbah yang dibuang ke lingkungan akibat aktivitas rumah tangga, efisiensi  energi dan sumber daya alam serta efisiensi biaya dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Jadi selain menyelamatkan lingkungan, juga dapat menghemat pengeluaran belanja keluarga.

Lebih lanjut dikatakan, pemilihan keluarga sebagai basis program penyadaran lingkungan hidup, didasarkan atas pertimbangan peran strategis keluarga dalam pembentukan karakter bangsa. Dalam keluargalah manusia mengalami proses sosialisasi awal, dimana ia mempelajari kaidah dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Karena peranan yang dimilikinya, keluarga menjadi sangat potensial di dalam mendorong tumbuh kembangnya  perilaku-perilaku terpuji.

Program Eco-Family mengoptimalkan fungsi keluarga, antara lain fungsi agama, fungsi sosial, fungsi ekonomi dan fungsi pelestarian lingkungan hidup. Fungsi pelestarian lingkungan ini sangat strategis,karena terkait erat dengan ketujuh fungsi sebelumnya. Cinta lingkungan
sangat erat dengan penanman nilai kebesaran ciptaan Yang Maha Pencipta (fungsi agama), kepedulian sesama (fungsi sosial),
penghematan listrik dan air (fungsi ekonomi) dan sebagainya.

Karena pentingnya peran dan fungsi keluarga, maka Pusat Pengelolaan    Ekoregion Sulawesi dan Maluku merancang program Eco Family untuk menumbuhkan cinta lingkungan hidup di dalam masyarakat melalui unit terkecil dari masyarakat, yakni keluarga. Dalam program ini, perempuan berperan sebagai penggerak utama. Menurut data statistik, saat ini diperkirakan ada sekitar 7 juta perempuan di Indonesia yang berperan sebagai kepala keluarga. Jumlah ini mewakili lebih dari 14% dari total jumlah rumah tangga di Indonesia.

Ibu Yuliana Kambuaya menyambut baik peluncuran program ini, sebagai langkah nyata dalam menerapkan UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dan PP No. 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Pelaksanaan program eco family diletakkan pada prinsip ECO, yakni: Engage, seluruh anggota keluarga dilibatkan dalam pelaksanaan program  eco family sesuai dengan tanggungjawab dan peran masing-masing. Culture, dengan pendekatan budaya lokal dan Out of the box, yakni mendorong kreativitas setiap anggota keluarga dalam berlaku bijak terhadap lingkungan hidup.

Adapun bentuk kegiatannya, terbilang “sersan” serius tapi santai. Aktivitasnya beragam, seperti arisan lingkungan hidup, Festival Memasak Ramah Lingkungan (Eco- Cooking), berkebun (Eco-Gardening), Bazar Babe Mulus (Barang bekas tapi mulus) dan sebagainya.

Acara peluncuran juga dihadiri Ketua Dharma Wanita Propinsi Sulsel, tokoh perempuan dan organisasi masyarakat di regional Sulawesi dan Maluku. Program ini mengusung tagline, Menumbuhkan Cinta Lingkungan dari Keluarga.

Informasi lebih lanjut:
Darhamsyah
Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi dan Maluku
Kementerian Lingkungan Hidup
HP. 0821 92 77 11 44
Email: ppesumapapua01@gmail.com