KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Manado, 5 April 2010, Senin. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulawesi Utara, menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis Tingkat Nasional (Rakernis) Lingkungan Hidup Sulawesi, Maluku dan Papua (Sumapapua), Lingkungan Hidup Sulawesi, Maluku dan Papua (Sumapapua), yang bertemakan “Peningkatan Komitmen dan Koordinasi dalam Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Air Sungai di Indonesia”. Rakernis dibuka oleh Sesmen LH, dan dihadiri oleh Kepala PPLH, Sumapapua, Kepala Pusarpedal, Kepala BLH Prov. Sulut, Deputi VII Lingkungan Hidup, Asdep Data dan Informasi, diikuti dengan 150 jumlah peserta.

Rakernis Tingkat Nasional yang berlangsung hingga tiga hari, dimaksudkan sebagai forum komunikasi/konsultasi dan koordinasi dari institusi pengelola lingkungan hidup Tingkat Provinsi se-Indonesia dan unit-unit terkait Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka pengintegrasian pemantauan kualitas air sungai lintas provinsi dan informasi secara nasional.

Hal ini sebagai penyempurnaan pelaksanaan program kerja pemerintah, yang dianggap perlunya peningkatan komitmen dan koordinasi di tingkat pusat dan daerah dalam kegiatan pemantauan, khusunya antar propinsi yang dilalui sungai yang sama agar diperoleh data kualitas pemantauan sungai yang representative dan dapat dipertanggungjawabkan. Yang merujuk pada pasal 13 Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menyatakan bahwa pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup; dilaksanakan dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup meliputi pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan, serta pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan tanggungjawab usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab masing-masing.

Kegiatan Rakernis ini diharapkan dapat mengevaluasi kegiatan pemantauan kualitas sungai tahun 2009 serta mengkoordinasikan kegiatan pemantauan tahun 2010 dalam rangka meningkatkan kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Sumber:
Pusarpedal-KLH