KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

RENCANA REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN JARINGAN AQMS DALAM MENGOPTIMALKAN PEMANTAUAN KUALITAS UDARA AMBIEN
SECARA KONTINYU

Raker_AQMS_09_1.JPGSerpong, 18 November 2009, Air Quality Monitoring System (AQMS ) yang merupakan jaringan pemantauan kualitas udara ambien continyu sangat diperlukan dalam upaya pengendalian pencemaran udara di Indonesia, baik untuk menyediakan data dan informasi kualitas udara maupun dalam hal penentuan kebijakan pengelolaan dan pengendalian pencemaran kualitas udara khususnya kualitas udara ambien. Hal in merupakan amanat dalam PP 41 tahun 1997 tentang Pengelolaan Kualitas Udara dan Pengendalian Pencemaran Udara serta PP 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota pasal 7 – 8 tentang Urusan Wajib yang harus dilaksanakan (Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota) dan mengacu pada Standart Pelayanan Minimum. Disamping Peraturan Pemerintah diatas juga diperkuat dengan adanya PerMen 19 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan mínimum Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota dan PerMen 20 tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan mínimum Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota.

Keberhasilan AQMS dalam menyediakan data dan informasi kualitas udara ambient tergantung pada kondisi alat dan sistem transfer data serta implementasi dari komitment pengelola AQMS baik ditingkat pusat maupun daerah/kota.

Kondisi Jaringan Pemantauan kualitas udara secara kontinyu (AQMS) saat ini sangat memprihatinkan, beberapa peralatan seperti pengumpul data (stasiun), data display, mobil stasiun dan bahkan regional center tidak beroperasi dengan baik. Untuk menjawab dan menyelesaikan permasalah-permasalahan dan kendala-kendala teknis yang terjadi tersebut, maka perlu di laksanakan kegiatan ’Revitalisasi Total AQMS