KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 31 Mei 2013 – Memasuki hari kedua kegiatan Pekan Lingkungan Indonesia 2013 makin beragam saja. Selain Seminar yang sudah dilakukan sejak hari pertama, hari ini ditandai dengan dibukannya lomba Menggambar untuk tingkat TK dan PAUD, sedangkan besok (1 Juni 2013) untuk tingkat SD kategori kelas Satu sampai Tiga, pendaftaran peserta sudah dimulai sejak pertengahan bulan mei. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada saat penutupan Minggu, 2 Juni 2013. Peserta lomba foto tahun ini meningkat 3 X lipat dari tahun lalu dari 100 peserta menjadi 300 peserta per kategori. Pada pembukaan lomba menggambar ini MENLH menyempatkan berfoto bersama anak-anak peserta lomba menggambar.

Selain itu ada beberapa kegiatan seminar yang cukup menarik untuk di ikuti antara lain seminar mengenai Implementasi KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) yang dihadiri oleh pakar-pakar Tata ruang, Mantan Menteri Sonny Keraf dan juga makin berat dengan hadirnya MENLH, menjadi pelengkap kajian tersebut. Hari kedua ini banyak seminar yang menarik. Antusias pengunjung membludak, seperti diskusi mengenai Bank Sampah yang tadinya hanya untuk 60 Peserta membludak dan harus menambahkan bangku karena tidak cukup. Lain Halnya dengan Workshop yang dibawakan Makaryos walaupun tidak membludak. Seminar ini lebih banyak di ikuti oleh orang-orang yang suka atau hobby terhadap Fotografi terutama Fotografi bawah laut juga para jurnalistik. Seminar ini banyak berisi kritikan terhadap para “Hobbies” foto bawah laut yang banyak merusak terumbu karang, demi obyek bidikan. Pola pikir seperti ini sudah tidak boleh lagi terjadi. Alih-alih mendapat obyek yang baik, tetapi dengan cara tidak baik yaitu merusak biota tempat hidup mereka yaitu trumbu karang.

Tetapi sangat disayangkan pembicara lebih banyak berbicara mengenai obyek bawah laut. Hal lain yang menarik dari seminar ini adalah semua hasil foto harus berkesenian dan juga indah dipandang mata. Hal ini-lah yang membedakan dengan karya-karya foto Jurnalistik. Kedua pakem ini sebenarnya sama cuma beda dalam cara penyajiannya saja. Maknanya tetap sama, yaitu hasil Foto harus dapat bercerita banyak dan indah walaupun dengan sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang inilah yang membedakan para profesional fotografi.

Diskusi lainnya adalah seminar mengenai Rantai Emas MENLH menyempatkan hadir dalam seminar tersebut, begitu juga dengan  dengan dua kegiatan seminar setelah makan siang. Pertama berbicara mengenai aksi konkrit yang bertema “Aksi Ciliwung dan dialog interaktif aksi perempuan untuk lingkungan” dibawakan oleh Mantan aktivis Lingkungan dan juga Mantan Menteri, Erna Witoelar dan sama bermutunya seminar tentang pemuda yaitu “Youth dialogue: How to be Green Consumer dibawakan oleh Prof. Emil Salim. Dua kegiatan diatas sejak siang hingga sore ini sedang berlangsung acaranya.

Begitu juga siang ini sedang berlangsung Lomba Insyinyur cilik. Sebelumnya para pelajar tingkat SD ini diminta untuk menjadi “pemulung” mencari bahan-bahan bekas (sampah plastik atau kertas/barang bekas) yang bisa di daur ulang oleh mereka. Pelajar dari beberapa sekolah harus berkreasi sendiri dan menciptakan sebuah karya secara berkelompok. Mungkin hasil yang paling orisinallah yang akan dipilih menjadi pemenang. Sedangkan di panggung selatan diadakan lenong yang bekerjasama dengan Radio Bans FM – Jakarta.

Sorenya masih tetap sama, Green Music Festival dengan lomba-lombanya. Menghibur para pengunjung stan pameran dan para pekerja lepas kerja. Datanglah beramai-ramai ke Pameran Lingkungan Hidup di Hall A JCC Jakarta.

Untuk Hari ketiga akan diadakan acara, lomba mengambar, Insyinyur cilik, green music Festival kategori grub band akustik  dan eco driving Rally.

(berbagai sumber)

facebook.com/hari.lingkungan