KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HCPSN

HCPSN ke 22

HCPSN (Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional),  diperingati setiap tanggal 5 November, penetapan tanggal 5 November sebagai HCPSN ditetapkan oleh presiden Suharto 22 tahun yang lalu, HCPSN awalnya dicetuskan oleh Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia.  Masih dalam rangkaian acara tersebut pagi tadi , Sabtu 8 November 2014, di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengadakan ramah tamah dengan para panitia HCPSN dan pemerhati lingkungan. Menteri menyampaikan bahwa Tema HCPSN ini “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut Untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan” relevan dengan program kabinet kerja saat ini. Permukiman di wilayah pesisir seringkali merupakan kawasan kumuh tidak layak untuk tempat tinggal yang sehat, bagaimana mungkin ekosistem bisa terjaga pada kondisi seperti itu. Kita dititipi sumber daya alam yang berlimpah oleh karena itu kita akan menjaganya dengan konservasi yang terkait dengan sustainable development, ujar Menteri KLH.

Bambang Parikesit, Direktur TMII juga menambahkan bahwa TMII merupakan kawasan konservasi, saat ini memiliki puspa, tanaman dan satwa yang dilindungi, beliau juga mohon doa restu dari seluruh undangan, karena TMII bulan November ini telah didaftarkan sebagai warisan budaya dunia di UNESCO. Panitia HCPSN yang diketuai oleh Bob Sulaeman Efendi, juga menyampaikan seyogyanya HCPSN ini berdiri sendiri tanpa digabung dengan peringatan hari nasional lainnya. Untuk menutup acara ramah tamah Menteri berpesan bahwa keanekaragaman hayati (kehati), menjadi hal penting dalam konservasi, kehati itu juga sarat dengan ilmu pengetahuan. (nh)