KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SATU PABRIK DI BEKASI CEMARI LINGKUNGAN

DPRD kota Bekasi bekerja sama dengan BPLHD melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pabrik yang diduga membuang limbah industri ke bantaran kali Bekasi. Hasilnya satu dari empat pabrik yang disidak kedapatan tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pabrik yang tidak memiliki IPAL itu bernama PT Samuel Godin yang bergerak di bidang pelapisan logam….BACA
SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 24 AGUSTUS 2005, HAL. C10

TAMAN NASIONAL TERBAKAR

Akibat musim kemarau, 42 hektare (ha) lahan di Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) terbakar. Kebakaran itu terjadi selama tiga hari sejak Kamis (18/8) hingga Sabtu (20/8). Areal yang terbakar itu terletak di Desa Natai Tengah dan Desa Padang Sembilan, Kecamatan Kumar. Di Desa Natai Tengah luas areal yang terbakar mencapai 45 ha, sedangkan di Desa Padang Sembilan mencapai tiga ha. Areal yang terbakar itu merupakan padang ilalang…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 24 AGUSTUS 2005, HAL. 10

INDONESIA TERCEPAT DIDUNIA : LAHAN KRITIS SULSEL 700.000 HEKTARE

Penebangan hutan, baik legal maupun ilegal, menyebabkan degradasi hutan di Indonesia tercepat di dunia. Dalam setahun luas hutan berkurang sedikitnya dari 2,6 juta hektar. Ini berarti juga, kawasan hutan seluas lapangan sepak bola musnah hanya dalam beberapa menit. Untuk meminimalkan kerusakan hutan, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah harus mengawasi penebangan liar, mulai dengan melihat perizinan hingga memberantas penyelundupan kayu. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kalbar Agus Aman kerusakan hutan di daerahnyai sudah sangat parah dan pembenahannya tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kehutanan saja, tetapi harus melibatkan instansi lain…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 24 AGUSTUS 2005, HAL. 24

PENELITI INDONESIA-BELANDA BAHAS KEBAKARAN HUTAN

Sejumlah peneliti Indonesia dan Belanda akan mengadakan pertemuan ilmiah “Open Science Meeting 2005″ guna membahas beberapa masalah, di antaranya kebakaran hutan, ekosistem di sekitar pantai, penyakit tuberkulosis, dan hal-hal terkait tsunami. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung 27-28 Agustus 2005 di Yogyakarta. Menurut sebuah situs perguruan tinggi di Belanda, Royal Netherlands Academy for Arts and Sciences, diharapkan kedua belah pihak dapat mengangkat masalah-masalah penting untuk kemajuan Indonesia di bidang pertanian, kesehatan, lingkungan, dan pembangunan……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 23 AGUSTUS 2005, HAL.15

WWF DESAK PEMBAKAR HUTAN DIADILI

World Wide Fund (WWF) Indonesia meminta pemerintah segera menyeret pelaku pembakaran hutan di Riau ke pengadilan terutama yang berkali-kali terlibat dalam insiden serupa. Menurut Koordinator Restorasi Hutan WWF Indonesia Fitrian Ardiansyah ada nama-nama perusahaan yang selalu muncul setiap kali terjadi kebakaran hutan di Riau….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 24 AGUSTUS 2005, HAL. A10

Sumber : KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup