KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Batam, 9-11 Maret 2011. Sebagai  tindak lanjut dari pelaksanaan Gerakan Perlindungan Lapisan ozon pada tanggal 9-11 Maret 2011 Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal ini Asisten Deputi Urusan Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfer – Deputi  Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim melaksanakan  Rapat Kerja Teknis Perlindungan Lapisan Ozon ke-5 di Batam- Kepulauan Riau, yang diikuti oleh 33 Instansi Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi, dan beberapa Instansi Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten/Kota, serta Pusat Pengelola Ekoregion Wilayah Jawa, Sumatera, Sumapapua, Kalimantan.

Rapat Kerja Teknis Perlindungan Lapisan Ozon dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2006 dengan tujuan untuk: mengevaluasi, koordinasi, dan berbagi pengalaman dalam pelaksanaan Program Perlindungan Lapisan Ozon di daerah, serta mensosialisasikan persiapan pelaksanaan percepatan penghapusan HCFC di Indonesia. Dalam pelaksanaan Program Perlindungan Lapisan Ozon di daerah tentunya banyak ditemui kendala dan masalah, untuk itu dengan adanya Rapat Kerja Teknis setiap tahun sekali diharapkan dapat menjadi sarana antara Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupatan/Kota dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan stakeholder terkait lainnya dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Pada Rapat Teknis ke-5 ini selain untuk mengevaluasi dan koordinasi pelaksanaan Program Perlindungan Lapisan Ozon  juga dimanfaatkan untuk melakukan uji coba inventarisasi  Bahan Perusak Ozon (BPO) di sektor Manufacturing/Industri, Servicing/servis AC Mobil  dan bangunan komersial/supermarket. Inventarisasi Bahan Perusak Ozon bertujuan untuk mengetahui jumlah Bahan Perusak Ozon yang beredar di daerah terkait dengan upaya pengendalian dan penghapusan BPO. Kegiatan inventarisasi Bahan Perusak Ozon merupakan tugas dan wewenang pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, sehingga dengan dilakukannya u jicoba ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Hasil kesepakatan yang dicapai dalam pelaksanaan Rakernis tahun 2011 diantaranya: 1).  Pemerintah daerah perlu menyusun Rencana Aksi Daerah terkait program Perlindungan Lapisan Ozon, yang akan dievaluasi pelaksanaannya pada Rakernis tahun berikutnya; 2). Dalam pelaksanaan Program Perlindungan Lapisan Ozon harus memenuhi 3 aspek yaitu; kebijakan, implementasi upaya pengendalian serta peningkatan kapasitas; 3). Perlu dibangun jejaring kerjasama antara Daerah dalam pelaksanaan program Perlindungan Lapisan Ozon; 4). Masih dibutuhkannya bantuan teknis kepada daerah dalam bentuk peningkatan kapasitas terkait pengendalian Bahan Perusak Ozon. Pada kesempatan ini juga telah disepakati bahwa pelaksanaan Rakernis Perlindungan Lapisan Ozon tahun 2012 akan dilaksanakan di Makasar Sulawesi Selatan.

Hasil Rapat Kerja Teknis ini akan dijadikan acuan bagi Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal ini Asdep Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfer dalam merencanakan kegiatan terkait Program Perlindungan Lapisan Ozon.

Informasi lebih lanjut :
Asisten Deputi Urusan Mitigasi dan Pelestarian fungsi Atmosfer
Deputi MENLH Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim
Gedung A Lantai VI
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24 Kebon Nanas Jakarta Timur
Telp./fax (021) 85902521, 8517164
Email: ozon@menlh.go.id