KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 5 April 2011. Dalam upaya mempersiapkan perencanaan program dan kegiatan perlindungan dan pengelolaan tahun 2012, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah melakukan penjaringan program kegiatan daerah melalui Rapat Koordinasi Regional Lingkungan Hidup (Rakoreg LH) di 5 wilayah ekoregion.  Rakoreg Sumatra tanggal 7-8 Maret 2011, Bali-Nustra tanggal 10 -12 Maret 2011, Jawa tanggal 21 – 22 Maret 2011, Sulawesi, Maluku dan Papua (SUMAPAPUA) tanggal 23 – 24 Maret 2011 dan Kalimantan tanggal 29-30 Maret 2011.

Untuk mensinkronisasikan program dan kegiatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam tingkat Nasional dilakukan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berlangsung di Jakarta, 5 -7 April 2011 yang diikuti seluruh instansi lingkungan hidup Provinsi, Kabupaten/Kota serta perwakilan instansi terkait.  Jumlah peserta rakornas diharapkan mencapai 620 peserta.

RAKORNAS LH ini mengutamakan komunikasi setara antara pemerintah daerah dan KLH yang bertujuan untuk (1) sinergi program pusat-daerah dalam pengelolaan SDA dan lingkungan hidup secara optimal, konkrit dan strategis (2) memperoleh prioritas program dan kegiatan beserta lokusnya dalam pengelolaan SDA dan lingkungan hidup. (3) menyepakati usulan kegiatan yang diajukan dalam APBD, anggaran KLH, anggaran Dekonsentrasi, anggaran Tugas Pembantuan, usulan Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal ini disampaikan Ir. Hermien Roosita, MA, Sekretaris KLH dalam Sambutan Pembukaan penyelenggaraan RAKORNAS.

Dalam Arahan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta, MS mengemukakan dalam mendorong upaya pembangunan yang berkelanjutan, penerapan prinsip-prinsip ekonomi hijau menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan pembangunan. Kementerian Lingkungan Hidup akan berupaya mengkaitkan investasi infrastruktur pelestarian Lingkungan Hidup dan peningkatan kapasitas di bidang SDA dan Lingkungan Hidup dengan pengentasan kemiskinan dan percepatan daerah tertinggal. Dengan demikian, kegiatan dan program KLH akan pro-poor, pro-job, pro-growth dengan mengedepankan partipatory process yang menciptakan kemandirian dan inisiatif lokal.