KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Solo, 6 Maret 2013. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Regional (RAKOREG) untuk wilayah Jawa pada tanggal 6-7 Maret 2013 di Solo yang dibuka secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya. Rapat Koordinasi Regional (RAKOREG) diselenggarakan untuk menetapkan Rencana Kerja Bidang Lingkungan Hidup sebagai dasar penyusunan Kerangka Kebijakan Lingkungan Hidup Indonesia dalam pembangunan SDA dan LH pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014

RAKOREG Jawa mengangkat tema “Sinergi Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Menuju Pencapaian Prioritas Nasional”. Tema ini diangkat dengan melihat perlu nya mensinergikan kemampuan masing-masing lembaga pengelola lingkungan daerah. Langkah awal sinergi ini dilakukan penyusunan rencana bersama melalui forum Rakoreg yang dilaksanakn setiap awal tahun. RAKOREG ini dihadiri oleh institusi lingkungan hidup kota/kabupaten, dan provinsi serta institusi perencanaan pembangunan daerah atau institusi sektoral daerah terkait lainnya dari 6 Provinsi dan 115 Kabupaten/Kota se Jawa.

Pada pertemuan ini diharapkan dapat terlihat gambaran dampak dari pengelolaan lingkungan hidup daerah di wilayah Ekoregion Jawa sampai dengan tahun 2012, yang mencakup gambaran dampak dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan tahun 2012 dan gambaran dampak dari pelaksanaan Dekonsentrasi dan DAK sampai dengan tahun 2012.

Untuk mendorong upaya penurunan beban pencemaran dan pengendalian kerusakan, PPE Jawa melaksanakan program pengembangan infrastruktur hijau di di beberapa kabupaten/kota pada tahun 2012 terdiri dari: Penanaman Pohon Penghijauan (16 Kab/Kota di 4 Provinsi = 406.894 bibit pohon);  Penanaman Mangrove (11 Kab/Kota di 4 Provinsi = 270.600 bibit mangrove); Pembangunan IPAL-Biogas Ternak Sapi (25 Kab/Kota di 6 Provinsi = 124 Unit); Pembangunan IPAL-Biogas Tinja/Domestik (10 Kab/Kota di 4 Provinsi = 10 Unit); Sarpras Integrasi Bank Sampah (31 Kab/Kota di 6 Provinsi = 53 lokasi); Bintek/Pelatihan Pengelolaan Sampah (31 Kab/Kota di 6 Provinsi = 53 kelompok masyarakat); dan Sosialisasi/Kampanye Lingkungan (41 Kab/Kota di 6 Provinsi = 45 lokasi).

Dalam sambutan Pembukaan RAKOREG Jawa, Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya menyatakan, ”Tantangan insitusi lingkungan hidup yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dengan serius adalah segera mengejar ketertinggalan pencapaian sasaran nasional pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai masih harus melalui kerja keras, memastikan seluruh penyelenggaraan kegiatan efisien dan anggaran dibelanjakan dengan baik dan benar, memastikan tidak terjadi policy failure dan memastikan prinsip kepemerintahan yang baik berjalan, serta bebas dari isu korupsi dan pungutan liar”. Untuk itu perlu segera dipetakan kembali proses bisnis keseluruhan pengelolaan SDA dan LH dan reposisi KLH, instansi LH di daerah, dan mitra-mitra strategis yang ada.

RAKOREG ini akan menghasilkan Laporan Capaian Daerah dalam periode jangka menengah 2009-2012,  Laporan Koordinasi dan Harmonisasi kegiatan 2013, Gambaran umum Target dan Sasaran kerja daerah 2014 serta proyeksi perencanaan dekonsentrasi, tugas pembantuan dan Dana Alokasi Khusus 2014.

Pada kesempatan ini Menteri Lingkungan Hidup memberikan kuliah umum di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan Universitas Sebelas Maret, Surakarta melakukan penandatangan Kesepakatan Bersama mengenai Peningkatan Peran Universitas dalam Pemberdayaan Masyarakatdi Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
*) Hermien Roosita, Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup, Tlp/Fax: (021) 8517182, email: humas.klh@gmail.com
*) Barlin,SH, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa, Tlp/Fax: (0274) 625800