KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

b3.jpg Dalam rangka meningkatkan upaya para pelaku usaha di sektor pembangkit energi dalam pengelolaan lingkungan hidup, khususnya untuk mengendalikan pencemaran udara, maka pada tanggal 30 April 2009 Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Sumber Pertambangan Energi dan Migas, Deputi II Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah menyelenggarakan Rapat Teknis Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup Sektor Pembangkit Energi di Hotel Mercure Grand Mirama-Surabaya.

Rapat Teknis dimulai oleh Laporan Ketua Panitia, Ir. R. Djurit T. Prakoso dan dibuka secara resmi oleh Ir. Mohd. Gempur Adnan, Deputi MENLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang didampingi oleh Prof. DR. T. Surna Djayadiningrat selaku Ketua Dewan Pertimbangan PROPER.   Para pembicara dalam Rapat Teknis tersebut berasal dari kalangan pelaku usaha di sektor pembangkit listrik, yaitu PT. Jawa Power, PT. IP UBP Priok, Chevron Geothermal Indonesia, PT. Newmont Nusa Tenggara dan ICEMPO (asosiasi). Selaku Moderador dalam paruh pertama adalah Drs. Karliansyah MS, Asdep Urusan Pengendalian Pencemaran Sumber Pertambangan, Energi dan Migas dan paruh kedua sebagai moderator adalah Ir. Sigit Reliantoro MSc. Sedangkan narasumber berasal dari BPPT dan ITB. Rapat Teknis dihadiri oleh sekitar 47 undangan yang terdiri dari kalangan Pemerintah, Sektor Pembangkit (Pelaku Usaha Sektor Pembangkit Energi dari seluruh Indonesia), Asosiasi serta internal Kementerian Negara Lingkungan Hidup.  

Tujuan dari Rapat Teknis antara lain menerapkan kebijakan lingkungan hidup dalam mitigasi perubahan iklim.  Sasaran yang ingin dicapai antara lain sebagai berikut: (a.) Perusahaan dapat menyamakan persepsi dalam perhitungan beban pencemaran dan beban emisi;  (b.)   Perusahaan dapat menyusun pelaporan beban emisi dan beban pencemaran air sesuai dengan ketentuan peraturan; (c.)  Perusahaan dapat menurunkan tingkat emisi dan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global yang akhirnya berpengaruh kepada perubahan iklim global.


Para peserta undangan dinilai cukup antusias mencermati presentasi yang dibawakan oleh para Pembicara. Hal-hal pokok yang diharapkan dalam kegiatan Rapat Teknis tersebut adalah bahwa metodologi yang digunakan dalam penghitungan beban emisi dapat dipahami oleh semua peserta dari berbagai jenis kegiatan pembangkit listrik sesuai Permen LH No. 21/2008 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak bagi Usaha dan atau Kegiatan Pembangkit Listrik Termal.

Sebelum acara berakhir, dilakukan pemberian sertifikat kepada para Pembicara. Acara Rapat Teknis secara resmi ditutup oleh Ir. Dana A. Kartakusuma, Staf Ahli MENLH Bidang Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan.

Sumber:

Asisten Deputi Urusan
Pengendalian Pencemaran
Pertambangan, Energi dan Migas,
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Telp./Fax.: (021) 8520886
Atau Email: asdeppemklh@yahoo.co.id