KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

Presiden SBY mengarahkan agar Convention on Climate Change di Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember 2007, hasilnya menguntungkan Indonesia. Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan hal itu usai mengikuti Ratas Persiapan Konferensi Climate Change, di Kantor Presiden, (7/6).

Jakarta : Indonesia yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Convention on Climate Change di Nusa Dua Bali, 3-14 Desember 2007 mendatang, terus mempersiapkan diri agar forum ini bisa terselenggara dengan baik dan hasilnya menguntungkan Indonesia. Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan hal itu kepada wartawan usai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) Persiapan Konferensi Climate Change, di Kantor Presiden, Kamis (7/6).“Kebetulan segala sesuatu yang membuat perubahan iklim ini bisa berkurang juga menguntungkan Indonesia. Misalkan dana-dana dunia untuk penanaman hutan jatuhnya ke Indonesia. Itu yang tadi dibicarakan dan diberikan petunjuk-petunjuk oleh Presiden untuk dilaksanakan,“ kata Rachmat Witoelar.

Dalam ratas tersebut, lanjut Rachmat Witoelar, Presiden SBY memberikan arahan agar kita mesti mendahulukan kepentingan Indonesia. “Itu tidak susah karena kepentingan Indonesia itu kepentingan dunia, karena kepentingan Indonesia adalah lestarinya hutan, dan dunia juga maunya itu,“ Rachmat menambahkan.

Adapun agenda yang akan dibawa Indonesia ke dalam konferensi itu adalah agar dunia menyadari bahwa kalau kita memelihara hutan, kita lestarikan, akan mempunyai dampak yang sangat positif untuk iklim dunia. Negara-negara maju dan tidak memiliki hutan harus iuran untuk menegakkan kelestarian itu. “Tapi itu sebenarnya untuk negara-negara seperti Indonesia pada umumnya, negara-negara di khatulistiwa dan tanahnya besar, seperti Kongo dan Brasil,“ ujar Menneg Lingkungan Hidup.

Sebagai tuan rumah konferensi, Rachmat menuturkan, Indonesia berhak untuk membuat agendanya. “Katakanlah ada sisipan kepentingan Indonesia yang mana tidak akan disangkal oleh mereka karena mereka tahu Indonesia mempunyai potensi dan berhak atas dana-dana itu,