KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Magelang (ANTARA News) – Ratusan siswa sekolah dasar dan santri pondok pesantren di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menebarkan bibit ikan di aliran Sungai Putih sebagai bagian dari kampanye pelestarian ekosistem kali.

“Kami menggelar kegiatan ini sebagai wujud kepedulian warga terhadap kelestarian ekosistem kali, supaya lingkungan sungai tidak rusak atau kotor,” kata Koordinator Forum Peduli Kali Kabupaten Magelang sebagai pemrakarsa aksi itu, Imam Joko Prasetyo, di Magelang, Sabtu.

Aksi itu antara lain diikuti para siswa SD Negeri 1 Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Madrasah Ibtidaiah Ma`arif Plosogede, dan santri Ponpes Darussalam Plosogede, Kecamatan Ngluwar.

Ia mengatakan, sebanyak 90 kilogram bibit ikan berbagai jenis seperti nila dan lele ditebarkan di aliran kali itu.

Bibit ikan itu bantuan dari sejumlah kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) seperti “Tirta Mandiri”, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, “Mina Makin Makmur” Kecamatan Sawangan, “Mina Sentosa” Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, dan “Mina Sejahtera” Kecamatan Ngluwar.

Ia mengatakan, setiap siswa juga wajib membawa minimal seekor ikan dari rumahnya untuk ditebarkan di aliran kali yang airnya berhulu di kaki Gunung Merapi itu.

“Harapan kami, kampanye ini juga mendorong anak-anak turut menjaga ekosistem kali,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi aliran sungai yang kotor karena penuh sampah menjadi keprihatinan masyarakat.

Aliran sungai yang kotor, katanya, membuat ikan tidak mau hidup di tempat itu.

Penangkapan ikan menggunakan racun dan setrum, katanya, juga mengakibatkan ikan kecil dan telur ikan mati.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Magelang, Tri Agung Sucahyono, mengatakan, sekitar 50 persen dari 94 aliran sungai di daerah itu dalam kondisi rusak.

“Karena kondisi sungai rusak, ikan juga menghilang,” katanya.

Ia menyatakan menyambut positif kampanye pelestarian ekosistem kali tersebut.

(ANT/S026)

Sumber:
Antaranews.com
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:12 WIB