KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Refleksi Akhir Tahun Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Media Award 2011 dan Peluncuran Status Lingkungan Hidup Indonesia 2010
Jakarta, 19 Desember 2011 – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan acara Refleksi Akhir Tahun Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk membedah status lingkungan hidup 2010 sebagai benchmark upaya pengelolaan lingkungan hidup, mengevaluasi kejadian tahun 2011 serta membahas prospek tahun 2012. Pada kesempatan ini diluncurkan Buku Status Lingkungan Hidup Indonesia 2010 (SLHI 2010) sebagai pembelajaran bagi para pihak dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan sebagai acuan perencanaan kedepan. Selain daripada itu, sebagai bentuk apresiasi yang tinggi terhadap media massa yang berkontribusi secara signifikan terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, maka dianugerahkan Media Award dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Kementerian Lingkungan Hidup dengan dukungan para pakar dan instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya telah menyusun laporan “Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2010” yang komprehensif  dan  dapat dijadikan sebagai : 1. Benchmarck data tentang lingkungan hidup; 2. Parameter kunci (key parameters ) lingkungan hidup; 3. Informasi mengenai perkembangan lingkungan hidup dimasa lalu dan ke depan (trend); serta 4. Acuan kebijakan pembangunan secara menyeluruh. Proses penyusunan SLHI tahun 2010 ini menguraikan tentang Roadmap SLHI 2011 –  2014 dan menguraikan diagram pemikiran proses penyusunan SLHI 2010. Penulisan SLHI 2010 mengikuti metodologi PSR, Pressure (tekanan), yaitu konsekuensi dari tingkat kebutuhan manusia terhadap lingkungan; State (status/ kondisi) dan Response (respon) yaitu tindakan atau upaya terhadap status lingkungan hidup.

Penyusunan SLHI tahun 2010 mempertimbangkan adanya : 1) Perubahan paradigma pembangunan; 2) Kebutuhan SLHI sebagai barometer kebijakan lingkungan; 3) SLHI sebagai potret informasi lingkungan dengan sintesis dan analisis; 4) SLHI sebagai arahan untuk kebijakan lingkungan di masa mendatang dan 5) Format penulisan dan analisis SLHI lebih sesuai sebagaimana SLH negara lain. Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA. menyampaikan “Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2010 dapat menjadi basis referensi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bagi semua pihak baik instansi pemerintah, dunia usaha, LSM, para akademisi dan masyakat luas dan tentu juga bagi media massa”.

Seiring dengan era demokratisasi yang diikuti dengan keterbukaan informasi publik maka peran media massa atau pers sangat penting terhadap upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk meningkatkan peran tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi yang tinggi melalui Media Award. Penganugerahan Media Award 2011 akan diberikan kepada lembaga pers dengan dasar hasil monitoring & evaluasi pada jumlah pemberitaan isu lingkungan hidup dan isu Keanekaragaman Hayati (KEHATI). Media Award diberikan juga pada wartawan sebagai profesi individu untuk kegigihan dan dedikasi wartawan dalam menulis berita lingkungan hidup. Anugerah kepada wartawan adalah dengan melakukan monitoring terhadap jumlah tulisan terkait isu LH dan KEHATI serta evaluasi dari kajian jurnalistik terhadap tulisan Feature terkait isu KEHATI.

Proses anugerah Media Award 2011, dilakukan melalui monitoring pemberitaan/informasi isu lingkungan hidup yang dilakukan pada periode Januari – Oktober 2011. Proses pemberian Anugerah Media Award selama ini baru dilakukan pada 11 media cetak nasional, yaitu: Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Indo Pos, Republika, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, The Jakarta Post, Jakarta Globe dan Rakyat Merdeka. Pemilihan tema Keanekaragaman Hayati tahun ini didasari oleh: 1). Indonesia sebagai Negara ke-2 di dunia yang kaya akan Keanekaragaman hayati; 2). Tahun 2011, Indonesia menandatangani Protokol Nagoya; 3). Memasyarakatkan isu Kehati karena secara monitoring pemberitaan di media cetak isu KEHATI masih relatif sedikit dibandingkan dengan isu-isu lingkungan hidup lainnya.

Menteri Negara Lingkungan Hidup menekankan, “Kunci penyelesaian permasalahan lingkungan hidup adalah ‘masyarakat sadar, peduli dan bergerak’ dengan menjunjung lingkungan hidup pada posisi strategis dalam pembangunan. Untuk itu diperlukan informasi yang benar dan terus menerus yang dikomunikasikan dengan tepat. Peran dan posisi pers sangat strategis karena kebutuhan masyarakat terhadap informasi lingkungan hidup semakin meningkat, sementara permasalahannya semakin kompleks. Kedepannya akan akan semakin berkembang green press untuk mendukung terwujudnya pembangunan berwawasan lingkungan di Indonesia”.

Media Award 2011 diberikan untuk kategori:

  1. Surat Kabar terbanyak menulis berita lingkungan hidup dan KEHATI, diberikan kepada Kompas; dengan jumlah berita 831 buah dari 3434 berita isu LH & isu KEHATI
  2. Wartawan menulis terbanyak isu lingkungan hidup & KEHATI, diberikan kepada:

1)     Ichwan H/ICH (Kompas)
2)     Fidelis E. Sastriastanti (Jakarta Globe)
3)     Sulung Prasetyo (Sinar Harapan)

  1. Wartawan menulis Feature terbaik isu KEHATI, diberikan kepada:
No Judul Berita Media Wartawan
1 Ikan- ikan pun Kalah di Citarum Kompas M Kurniawan & Cornelius Helmy
2 Bergandeng Selamatkan si Belang Koran Tempo Untung Widyanto
3 Paru- Paru Dunia yang Tersisa Kompas Lukas Adi Prasetyo

Dewan pertimbangan dari kegiatan ini adalah : Ir. Ilyas Asaad, MP, Deputi MENLH sebagai ketua dan anggotanya Ir. Hermien Roosita, MM (Sekretaris KLH), Ir. Hermono Sigit (KLH) dan Drs. Hypoliptus Layanan, MAP (Kementerian Komunikasi dan Informatika). Sedangkan Dewan Juri adalah Sri Hudyastuti, sebagai Ketua yang beranggotakan Dr. Udi Rusadi dari Pusdiklat, Kominfo, Dr. Irwansyah dari Universitas Indonesia, Rudy Novrianto dari Persatuan Wartawan Indonesia, Nezar Patria dari Asosiasi Jurnalis Indonesia dan Vidyasari Nalang dari KLH.

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Hermien Roosita, MM, Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: 021-8580104 / 021-8580105,
email: humas.klh@gmail.com