KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Ibu Ani Yudhoyono menerima penghargaan lingkungan 13 okt 14Jakarta, 13 Oktober 2014. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyampaikan capaian kerjanya sepanjang periode 2009 – 2014, melalui penyelenggaraan acara “Refleksi dan Apresiasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”. Seluruh hasil kinerja KLH dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA sekaligus memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung KLH.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan, “Kementerian Lingkungan Hidup berupaya serta memastikan pembangunan Indonesia berjalan pro-growth, pro-job, pro-poor dan pro environmental. Keberpihakan pemerintah terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup selama ini adalah untuk tercapainya pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan (Sustainability with Equity) sebagaimana arahan Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, guna memastikan, bahwa “setiap orang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat” sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945.”

Sebagai wujud refleksi KLH dalam pelaksanaan kebijakan dan program tahun 2009-2014, disampaikan mengenai empat capaian pokok yaitu :
Pertama, untuk memastikan terkendalinya laju pencemaran yang berhasil menurunkan beban pencemaran dari kegiatan industri, domestik dan pertambangan ramah lingkungan secara signifikan melalui PP tentang Izin Lingkungan, PP tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, serta RPP Pengelolaan Limbah B3.

Kedua, memastikan peran Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan kebijakan penurunan gas rumah kaca (GRK) 26% kondisi business as usual tahun 2020 dengan program inovasi a.l. Inventarisasi GRK, MRV,Green Province, IPCC Indonesia dan Program Kampung Iklim (PROKLIM).
Ketiga, untuk memastikan peningkatan pelayanan publik dan peningkatan kapasitas, baik bagi aparat pemerintah maupun bagi komponen masyarakat, telah dihasilkan beberapa capaian, misalnya penegak hukum; dan terbangunnya Komunitas Pendidikan Lingkungan (Adiwiyata) sebanyak 4.320 sekolah.

Keempat, berperan secara aktif dan memperkuat diplomasi Indonesia serta menjadi tuan rumah bagi kegiatan global dan regional serta ratifikasi konvensi Nagoya untuk keanekaragaman hayati, konvensi Roterdam dan Asean Agreement on Transboundary Haze Pollution(AATHP). Dalam rangka mengapresiasi kepemimpinan bidang lingkungan yang dilakukan terus menerus dan konsisten, maka Menteri Lingkungan hidup memberikan “Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Indonesia 2014” kepada Tokoh Masyarakat, Gubernur, Walikota, Pengusaha, dan anggota masyarakat lainnya yang melakukan inovasi dibidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Apresiasi diberikan kepada pemimpin dengan 6 kategori kepada:

  1. Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Penghargaan Asasta Buana Utama Kepemimpinan Lingkungan Hidup;
  2. Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum, anggota IV BPK RI, Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan hidup Lembaga Tinggi negara dan Pemerintahan;
  3. Dr. H. Soekarwo, M.Hum, Gubernur Jawa Timur, Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan
  4. Lingkungan Hidup Kepala Daerah Provinsi;
  5. Ir. Tri Rismaharini MT, Walikota Surabaya. Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan
  6. Hidup Kepala Daerah Kabupaten/Kota;
  7. Ir. Galaila Karen Agustiawan pimpinan PT. Pertamina sejak 5 Februari 2009 – 1 Oktober 2014, Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup di Dunia Usaha; dan
  8. Ir. Erna Anastasia Witoelar, Msi, pelopor gerakan lingkungan di masyarakat, Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Tokoh Masyarakat.

Dalam Sambutannya, Ibu Negara, Hj. Ani Bambang Yudhoyono menyampaikan, “Perempuan adalah ibu bangsa yang akan menularkan kepedulian lingkungannya kepada keluarga dan lingkunganmya. Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) ini akan menjadi bola salju di tanah air untuk melestarikan lingkungan dimana hasilnya tidak dapat dilihat langsung melainkan investasi di masa depan. Hutan Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia merupakan upaya yang tidak mudah dilakukan sendiri, masyarakat harus dunia turut berkontribusi aktif dalam pelestarian hutan di Indonesia. “

Selanjutnya Kementerian Lingkungan Hidup berharap bahwa apresiasi atas Komitmen dan Konsistensi para penerima penghargaan ini dapat dijadikan model bagi seluruh pihak baik itu pemerintah, dunia usaha serta masyarakat umum dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan.