KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pengukuhan 69 Orang Pimpinan Dan Pengurus  Pondok Pesantren Sebagai Kader Lingkungan  Cluster Sumatera Utara

MEDAN_PESANTREN.jpgPondok Pesantren harus dapat menjadi panutan masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan menjadi percontohan dalam berbagai kegiatan ramah lingkungan,  karena dilembaga pendidikan ini para santri dibina tidak saja terbatas ilmu agama tetapi juga sosial kemasyarakatan yang nantinya dapat menjadi bekal dalam berdakwah dan memasyarakatkan permasalahan lingkungan dan solusi untuk meng-atasinya  melalui jalur dan bahasa agama kepada masyarakat luas.

Para santri hidup dalam satu komunitas dan mereka dituntut untuk menciptakan suasana lingkungan yang sehat agar proses belajar dapat terlaksana dengan baik mampu mengelola sampah dan limbahnya menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi. Melalui Program Program Eco-Pesantren ini diharapkan upaya penyampaian program penyelamatan lingkungan dengan bahasa agama lebih mudah difahami dan diterima masyarakat kita yang agamis. Demikian antara lain sambutan Kepala Bapadalda Propisi Sumatera Utara Prof. H. Syamsul Arifin, SH, MH pada pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Sumatera Utara bertempat di Ruang Pertemuan Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.

Sementara itu Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Hj. Sri Sulistyawati, SH, Msi, Ph.D dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren yang diselenggarakan pada tanggal 15 Mei 2008 ini diselenggarakan atas kerjasama antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Universitas Muslim Nusantara (UMN), diikuti oleh 69 orang perwakilan dari 23 Pondok Pesantren di Sumatera Utara.

Sosialisasi Program Eco Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Sumatera Utara tersebut menghadirkan pembicara dari kalangan Pemerintahan dan Praktisi Lingkungan seperti Prof. Dr. H. Hasbalah Thaib, MA dengan judul materi “Pengelolaan lingkungan secara Islami berdasarkan Hadits dan Fiqih