KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA



href="Siaran%20Pers%20Pra%20Pengumuman%20PROPER_Final_files/editdata.mso">


Siaran Pers:

style='font-size:13.0pt;'>Jakarta, 20 Desember 2004
Sebagai perwujudan transparansi dalam pengelolaan lingkungan maka dalam waktu
dekat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan melakukan pengumuman tingkat
kinerja penaatan 251 perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup secara
terbuka kepada masyarakat.   Tingkat kinerja perusahaan yang akan
diumumkan tersebut merupakan hasil pengawasan yang telah dilakukan oleh Pejabat
Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) KLH. Data yang digunakan dalam penentuan
peringkat ini adalah data tahun 2003.  Verifikasi data dilakukan sampai
dengan Oktober 2004, dengan masukan dari berbagai stakeholder antara
lain; pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota), LSM, dan masyarakat.

Untuk
mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan secara keseluruhan
maka sejak tahun 2002 telah dikembangkan instrumen penaatan alternatif selain
instrumen penegakan hukum. Salah satu instrumen penaatan alternatif tersebut
adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Perusahaan dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup (PROPER). Berbeda dengan pengawasan yang selama ini dilakukan,
dengan pelaksanaan PROPER maka hasil pengawasan tersebut berupa peringkat
kinerja perusahaan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.  

Melalui
pengumuman tingkat penaatan masing-masing perusahaan peserta PROPER diharapkan
terjadinya mekanisme insentif dan disinsentif reputasi. Perusahaan yang berkinerja
baik diharapkan mendapat insentif reputasi dari masyarakat. Sebaliknya perusahaan
yang berkinerja buruk diharapkan akan mendapatkan disinsentif reputasi. 
Dengan terciptanya mekanisme insentif dan disinsentif reputasi ini maka diharapkan
tingkat penaatan perusahaan dapat meningkat.

Untuk
memudahkan masyarakat mensikapi tingkat penaatan masing-masing perusahaan
tersebut, tingkat penaatan perusahaan dikategorikan ke dalam lima peringkat
warna; emas, hijau, dan biru untuk perusahaan yang taat, dan merah dan hitam
untuk perusahaan yang belum taat. Pelaksanaan PROPER pada saat ini dilakukan
untuk berbagai kegiatan, antara lain; industri manufaktur, jasa, pertambangan,
energi, migas dan pertanian. 

PROPER
yang dilakukan saat ini merupakan bentuk pengembangan dari PROPER PROKASIH
yang pernah dilakukan pada tahun 1995-1998.   Berbeda dengan PROPER
PROKASIH yang hanya menilai kinerja penaatan perusahaan dalam pengelolaan
air limbah, namun PROPER menilai tingkat kinerja penaatan perusahaan dalam
pengedalian pencemaran air, pencemaran udara, dan pengelolaan limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3).

style='font-size:13.0pt;'>Sebagai bentuk pembinaan pemerintah terhadap perusahaan,
untuk itu sebelum diumumkan hasil penilaian kinerja 251 perusahaan tersebut
disampaikan kepada masing-masing perusahaan.  Dengan demikian, perusahaan
dapat melihat sejauhmana capaian atau kekurangan perusahaan dalam pengelolaan
lingkungan yang dilakukan selama ini.

style='font-size:13.0pt;'>Pada kesempatan ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup
meminta kepada perusahaan-perusahaan yang berperingkat Hijau untuk menjadi
contoh bagi perusahaan sejenis lainnya. Perusahaan yang berperingkat Hijau
telah menunjukkan komitmen yang cukup tinggi dalam upaya pengelolaan lingkungan
hidup.  Sedangkan perusahaan lainnya dimohon untuk lebih meningkatkan
upaya pengelolaan lingkungannya. Bagi perusahaan yang berperingkat Merah dan
Hitam harus sesegera mungkin untuk melakukan pengelolaan lingkungan dengan
serius

style='font-size:13.0pt;'>Terkait dengan penilaian kinerja perusahaan dalam 
pelaksanaan PROPER tahun 2003. Pada saat ini telah dievaluasi sebanyak 251
perusahaan. Adapun peringkat kinerja perusahaan-perusahaan tersebut secara
keseluruhan adalah sebagai berikut;

src="/i/proper002.gif"
v:shapes="_x0000_s1031">

 


style='font-size:13.0pt;'>Pada saat ini masih banyak perusahaan yang dikategorikan
belum taat (peringkat Merah dan Hitam) yaitu sebesar 52 persen. Sedangkan
perusahaan yang taat baru mencapai 48 persen. Namun berdasarkan pengalaman
pengumuman peringkat PROPER 85 perusahaan pada bulan April 2004 menunjukkan
bahwa PROPER cukup efektif dalam meningkatkan kinerja penaatan perusahaan
terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

style='font-size:13.0pt;'>Pada saat ini sedang dilakukan evaluasi terhadap kinerja
penaatan 500 perusahaan. Hasil evaluasi peringkat kinerja PROPER terhadap
500 perusahaan tersebut akan diumumkan pada bulan Juni 2005. Agar instrumen
penaatan PROPER lebih efektif dalam mengendalikan pencemaran lingkungan maka
jumlah perusahaan peserta PROPER akan terus ditingkatkan.  Pada kesempatan
ini, KLH mengharapkan agar Pemerintah Daerah dapat berperan lebih aktif untuk
mengikutsertakan perusahaan lain yang dianggap layak dinilai dengan PROPER.
Dengan demikian jumlah perusahaan yang diikutsertakan dalam PROPER dapat lebih
banyak lagi.

style='font-size:13.0pt;'>Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

lang=IN style='font-size:13.0pt;'>Deputi Menteri Bidang Pengendalian Dampak
Sumber Institusi

Ir.
Isa Karmisa Ardiputra
style='font-size:13.0pt;'>
Telp.    : 021-85904931
Fax.     : 021-85904931
Emai    : proper@menlh.go.id

 

INFORMASI
TAMBAHAN

  1. Untuk memudahkan pemahaman masyarakat terhadap tingkat kinerja perusahaan maka
    hasil verifikasi tersebut kemudian dikategorikan dalam lima peringkat
    warna, yaitu emas, hijau, biru, merah dan hitam. Dengan ketentuan
    sebagai berikut :
  • Hitam style='font-size:13.0pt;'> untuk perusahaan yang belum melakukan upaya berarti
    serta belum memenuhi ketentuan yang berlaku;
  • Merah style='font-size:13.0pt;'> untuk perusahaan yang sudah melakukan upaya-upaya tapi
    masih belum memenuhi ketentuan yang berlaku;
  • Biru style='font-size:13.0pt;'> untuk perusahaan yang sudah berhasil memenuhi ketentuan
    yang berlaku;
  • Hijau style='font-size:13.0pt;'> untuk perusahaan yang sudah memenuhi baku mutu sampai
    50 % dari yang dipersyaratkan;
  • Emas style='font-size:13.0pt;'> untuk perusahaan yang telah mendekati zero emission
    atau 95% dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan Community
    Development
    dengan baik.
  1. Penilaian PROPER dilakukan secara berjenjang dimana beberapa langkah penting
    dalam pelaksanaan PROPER antara lain:
  • Verifikasi lapangan dan data sekunder oleh Tim Teknis KLH yang terdiri dari
    Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), dan dengan staf Pemerintah
    Daerah terkait,
  • Peer review lang=IN style='font-size:13.0pt;'> hasil verifikasi dan penilaian oleh Tim Teknis
    oleh pejabat Eselon I KLH sebanyak dua kali,
  • Peer review oleh lang=IN style='font-size:13.0pt;'>Dewan Pertimbangan PROPER sebanyak dua kali.
    Anggota Dewan Pertimbangan PROPER adalah terdiri dari pakar lingkungan,
    mantan menteri lingkungan, mantan menteri kehakiman, pakar hukum,
    wakil LSM, wakil KLH dan wakil Lembaga Internasional.
  1. Pada tahun 2002 telah dievaluasi sebanyak 85 perusahaan dan telah diumumkan
    pada April 2004 dengan hasil sebagai berikut:
src="/i/proper004.gif"
v:shapes="_x0000_s1026">

 

  1. PROPER telah digunakan juga sebagai instrumen penaatan alternatif di Filipina,
    Mexico. Kolombia, Cina dan Mesir.