KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LAGI, 150 KADER LINGKUNGAN

BEREBUT BIBIT POHON GAHARU  UNTUK DITANAM DAN DIPELIHARA

Pusuk Pass (Kabupaten Lombok Barat), 21 Agustus 2007

Sebanyak 2000 polybag bibit Gaharu dari Kementerian Negara 000_1753.jpgLingkungan Hidup habis dibagi oleh 150 orang kader lingkungan. Mereka adalah perutusan masyarakat adat, tuan guru, petani, nelayan Kabupaten Lombok Barat yang saat itu dikukuhkan sebagai kader lingkungan hidup. Sedangkan anakan gaharu tersebut merupakan hasil tangkaran H. Arfan salah seorang penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2002. 


Pendistribusian dan penanaman pohon ini merupakan bagian dari kegiatan revitalisasi peran penerima anugerah Kalpataru Propinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Hutan Lindung Pusuk, Desa Lembah Sari, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat tanggal 21 Agustus 2007.

Kegiatan ini diikuti oleh 250 undangan dari  perutusan masyarakat pedesaan, tokoh agama/tuan guru, penerima Kalpataru Propinsi Nusa Tengagra Barat, LSM, Universitas Mataram, unsur Muspida Kabupaten Lombok Barat, dan kader lingkungan.

Dari 240 penerima Kalpataru seluruh Indonesia, 4 di antaranya dari Propinsi Nusa Tenggara Barat, masing-masing: H Faturrahman, penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 1993 dengan perestasi pembuatan terowongan sepanjang 2,2 km untuk pengairan lahan kritis;  H Achmad Amin, penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 1997 dengan kegiatan teknologi tetes air untuk antisipasi kekeringan; H Arfan, penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2002 dengan kegiatan budidaya gaharu; dan H Abidin Moestakim, penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2005 dengan kegiatan rehabilitasi lahan kritis dengan pola wanatani. Para penerima anugerah Kalpataru ini adalah kader lingkungan yang benar-benar  telah melakukan sesuatu yang nyata (bukan wacana) guna mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kualitas lingkungan maupun  kualitas sosial sekitarnya. Prestasi mereka tidak diragukan, sehingga sangat tepat jika mereka adalah pendamping, narasumber, pelatih penyuluh dan kader lingkungan yang baik.

Sebelum pengukuhan kader lingkungan, sebanyak 5 orang tokoh adat 000_1765.jpgSasak yang juga kader lingkungan, menyampaikan  pernyataan sikap sebanyak 5 butir, antara lain bertekad memulihkan kualitas lingkungan melalui gerakan penanaman pohon. Pada  kesempatan itu, dilakukan pelatihan penguatan kapasitas 150 orang kader ling­kungan, penanaman pohon, dan dialog interaktif pemberdayaan masyarakat.

Dari dialog, muncul berbagai keluhan dan laporan menyangkut tentang upaya peningkatan peran dan pemberdayaan masyarakat, antara lain melalui budidaya gaharu, penanaman kemiri, penegakan hukum, penguatan kapasitas kader lingkungan, budidaya jarak kapiar, pengadaan air melalui pipanisasi, dan pemanfaatan hutan lindung. Terkait dengan itu, dalam sambutannya, Deputi VI KLH,   mengajak pemerintah Kabupaten/Propinsi maupun swasta untuk menjadikan penerima Kalpataru dan kader lingkungan sebagai mitra dalam  upaya pelestarian fungsi lingkungan. Program pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat hendaknya dapat memberi manfaat  bagi penguatan ekonomi masyarakat, seperti budidaya gaharu, jarak, kemiri dan usah
a ternak kambing.***

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:
Asdep Urusan Masyarakat Pedesaan , Deputi VI
Ged. B Lantai 5 Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087
E-mail: kalpataru@menlh.go.id