KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS (No: S.478/II/PIK-1/2007) Indonesia menjadi salah satu negara prioritas yang akan mendapat
penyaluran dana Global Intiative on Forest Climate (GIFC) yang merupakan
kebijakan Pemerintah Australia dalam membantu pengurangan gas emisi C02.
Indonesia terpilih dengan pertimbangan merupakan salah satu negara yang
memiliki kawasan hutan terluas dan letaknya berdekatan dengan Australia.
Untuk program tersebut, Perdana Menteri Australia John Howard telah
mengumumkan alokasi dana sebesar A$ 200 juta dalam bentuk global fund yang
akan dipergunakan untuk kegiatan di berbagai negara dalam rangka penurunan
greenhouse gas emissions, dengan kegiatan antara lain berupa : mencegah
perusakan hutan, meningkatkan rehabilitasi hutan dan penanaman kembali
kawasan hutan serta penerapan sustainable forest management.

Untuk merealisasikan program GIFC,        Menteri Luar Negeri RI dan Australia
telah mengeluarkan Joint Announcement "Kalimantan Forest and Climate
Partnership ". Dalam Announcement tersebut, Pemerintah Australia akan
menyediakan anggaran sebesar A$ 30 juta, diantaranya untuk kegiatan
rehabilitasi lahan gambut di Propinsi Kalimantan.

Salah satu tindak lanjut Joint Announcement Departemen Kehutanan dan
Bappenas dengan Pemerintah Australia yang diwakili oleh Duta Besar
Australia H.E. Bill Farmer telah menandatangani dokumen kerjasama berupa
Subsidiary Arrangement between Government of the Republic of Indonesia and
the Government of Australia Relating to a Program of Bilateral Cooperation
to Reduce Greenhouse Gas Emissions Associated with Deforestation in
Indonesia under the Global Initiative on Forest and Climate pada tanggal 3
Oktober 2007 di Jakarta.

Program kerjasama ini berlaku selama 5 (lima) tahun mulai Oktober 2007
sampai Oktober 2012 dengan kegiatan pokok mendukung Pemerintah Indonesia
dalam Working Group Reducing Emissions from Deforestation and Degradation
(REDD); Capacity Building dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan
gambut; penelitian dan rehabilitasi lahan gambut.

Pemerintah Indonesia dan Australia mulai mempersiapkan rencana
implementasi dari Subsidiary Arrangement tersebut dan pada awal Nopember
2007 akan dilaksanakan pertemuan pejabat senior Pemerintah Australia
dengan Pejabat/Institusi terkait Indonesia di Pusat dan Propinsi serta
kunjungan lapangan pada kawasan gambut dan beberapa Kawasan Taman Nasional
di Kalimantan.

Sumber:
Siaran Pers
Departemen Kehutanan
e-mail: oproom@dephut.go.id
atas Nama:
Kepala Pusat 
Achmad Fauzi 
NIP. 080030366