KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA – Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi kerusakan hutan hingga 75%. Komitmen itu dihargai kalangan internasional dan telah disampaikan beberapa negara maju kepada duta lingkungan Indonesia Rachmad Witoelar.

“Indonesia menjadi negara yang paling diakui dari lima negara untuk mengurangi emisi karbon,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (28/7).

Atas komitmen tersebut, Norwegia dan beberapa negara lain berminat memberikan bantuan hibah US$ 1 milliar terkait program Pengurangan Emisi Karbon dari Deforestasi dan Degradasi Hutan plus (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation/REDD+) dan debt swap (pengalihan utang).

Menurut Menko, pemerintah akan melaksanakan sejumlah rencana aksi nasional yang ada dalam sebuah peraturan presiden (perpres).

“Kami akan menyiapkan MRV (monitoring, reporting, verification) yang selesai Oktober. Ini untuk mengukur pengurangan emisi karbon,” ujar hatta.

Di sisi lain, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia dan Norwegia akan bertemu pada Agustus untuk membicarakan teknis dan persyaratan dalam pencairan dana perubahan iklim US$ 1 milliar.

“Pertemuan digelar setelah Presiden memutuskan provinsi mana yang akan dipilih sebagai pilot project,” kata dia.

Zulkifli mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudyono sedang menimbang satu dari lima provinsi yakni Papua, Kalimantan Timur, Kalimantan barat, Jambi, dan Riau yang akan dipilih sebagai acuan pengukuran komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi, (teh)

Sumber:
Investor Daily Indonesia
Kamis, 29 Juli 2010
Hal. 30