KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LIMBAH BESI BELUM DIBONGKAR
Limbah besi yang dijadikan lapisan penguat tanggul penahan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga kini belum dibongkar. Padahal, limbah besi tersebut, menurut Kementerian Negara Lingkungan Hidup, termasuk bahan berbahaya dan beracun atau B3 dengan kode limbah nomor D 208 sehingga berpotensi mencemari lingkungan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 15
PESISIR RI TERKUMUH DI DUNIA
Wilayah pesisir di Indonesia banyak dipenuhi aneka jenis sampah dan menjadi sentra pembuangan limbah. Kotoran itu tidak pernah dibersihkan sehingga antusiasme investor untuk menanamkan modalnya di wilayah pesisir sangat minim………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 17
LAHAR DINGIN GUNUNG MERAPI MULAI LONGSOR
Balai Pengembangan dan Penelitian Teknologi Kegunungan Kabupaten Klaten Jawa Tengah (Jateng) mengumumkan bahwa lumpur lahar dingin muntahan Gunung Merapi. Lembaga ini merekomendasikan warga lereng gunung segera menghindar dari Kali Woro dan Kali Gendol hingga radius delapan kilometer dan hulu sungai. "Sebab, jika hujan lebat turun, sekitar 550 ribu meter kubik material lahar dingin muntahan Merapi sewaktu-waktu longsor dan mengarah ke Kali Woro," ujar Eko Medi Sukasto, Kepala Bagian Kesejahteraan Pengembangan Lingkungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Klaten, kemarin…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. A9
LIMBAH MINYAK PENCEMAR AIR BEKASI
Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyatakan pencemar air baku di saluran induk Tarum Barat adalah limbah minyak beracun. "Unsur dengan terlarut dalam air berkurang dan kandungan nitrit meningkat," kata Endar Marjani, Kepala Bidang Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup, kemarin…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 15 NOVEMEBR 2006, HAL. A22
API DI KALSEL MULAI PADAM, PULANG PISAU TERTUTUP ASAP
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai padam setelah wilayah itu diguyur hujan beberapa hari terakhir. Kini Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Bakornas PB) memfokuskan pemadaman api di Kalimantan Tengah (Kalteng)…………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 17
DUA TERSANGKA ‘ILLEGAL LOGGING
Dua dari empat tersangka pembalakan liar (illegal logging) dengan burung bukti 6.500 batang kayu gelondongan atau 3.750 meter kubik kayu di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) ditangkap. Kedua tersangka yakni M (40 Thn) pemimpin proyek pembangunan perumahan transmigrasi di Desa Lontar, Kecamatan Pulau Laut Tengah, serta S (45 Thn) cukong kayu. Sedangkan dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran. "Kedua tersangka yang ditangkap Senin (13/11) saat ini sudah ditahan di Polres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kotabaru Ajun Komisaris Besar Adi Karya Tobing di sela-sela kegiatan HUT ke-61 Brimob di Banjarbaru, kemarin… BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 17
TIM PEMADAM SULIT AIR; TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS KEMBALI TERBAKAR
Badan Meteorologi Palangkaraya menyarankan, tim pemadaman kebakaran lahan sebaiknya mencari wilayah perairan yang terlindung teluk. Hal ini dikemukakannya, mengingat pesawat amfibi yang digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan dengan metode bom air hingga kemarin masih kesulitan mengambil air di perairan terbuka………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 23
2007, JATIM KRISIS AIR
Jawa Timur (Jatim) terancam krisis air pada 2007 akibat munculnya El Nino lemah yang diperkirakan datang bersamaan musim hujan pada akhir November 2006. "Adanya El Nino ini menyebabkan musin hujan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur (Jatim) durasinya pendek dan secara umum akan lebih cepat tegang waktunya. Curah hujan pun berkurang sehingga ketersediaan air berkurang," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Perak Surabaya, Arif Triyono kepada Media Indonesia di Surabaya kemarin….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 24
PUTING BELIUNG DI KALSEL ; 34 RUMAH RUSAK, DUA WARGA LUKA PARAH
Puting beliung yang mengiringi hujan lebat di Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Senin (13/11) sore, membuat 34 rumah di empat desa rusak atau roboh tertimpa pohon yang bertumbangan. Dalam bencana alam itu dua warga luka parah………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 24
UDARA DI RUANG PARKIR MAL DINILAI MEMBAHAYAKAN
Warga yang suka berkunjung ke mal atau plaza harus hati-hati. Sebab, ruang parkir di pusat perbelanjaan itu menyimpan polusi udara. Jika dibiarkan, polusi udara itu akan semakin parah bahkan bisa membahaykan kesehatan pengunjung mal. Menurut Kepala BPLHD DKI Jakarta, Budi Rama polusi itu berbahaya karena pada konsentrasi massa dan waktu tertentu, karbon monoksida (CO) dan debu (PM) dapat mengakibatkan dapat kepala pening, berdenyut, nafas sesak, muntah-muntah dan denyut nadi meningkat. Bahkan bisa mengakibatkan kematian setelah kejang-kejang dan pinsan. "Oleh karena itu, ruang parkir juga menjadi sasaran upaya pengendalian pencemaran udara yang kita lakukan," kata Budi Rama dalam Seminar Pemantauan Kualitas Udara dalam Ruang Parkir, Selasa (14/11) di Jakarta….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 6
td>
SOAL PENCEMARAN DI BEKASI, TERJADI SILANG PENDAPAT

Terjadi silang pendapat soal terjadinya kasus pencemaran di Saluran Tarum Barat Kalimalang. Meski belum melakukan penelitian, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi sudah menyimpulkan ikan-ikan yang mati mendadak di sungai itu saluran air itu diakibatkan peruabahan mendadak kadar asam basa air (ph). Karena Kepala Dinkes Kota Bekasi, Bambang S. Djati, yakni ikan-ikan yang dikonsemsi masyarakat hasil menjaring di Kalimalang, aman dari racun. "Hingga hari ini (kemarin, red) kami juga belum menerima laporan adanya masyarakat yang keracunan," ujar Bambang S. Djati, Selasa (14/11)….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 15 NOVEMBER 2006, HAL. 7

Sumber:
Perpustakaan KLH