KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TAK ADA PERLAKUAN KHUSUS UNTUK FREEPORT
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlakukan khusus kepada PT Freeport dalam hal penilaian kinerja pengelolaan lingkungan hidup. Menurut Rachmat Witoelar mulai tahun 2006 Freeport akan dinilai melalui program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 13

TERKAIT LINGKUNGAN, DPR AKAN BENTUK PANJA FREEPORT
DPR khususnya Komisi VII yang membidangi energi pertambangan, mineral dan lingkungan hidup akan membentuk Panitia Kerja (Panja) soal PT Freeport. Panja tersebut akan membahas lima aspek termasuk masalah dugaan pencemaran lingkungan PT Freeport. Menurut anggota Komisi VII DPR, Zainal Arifin dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) salah satu yang melatarbelakangi pembentukan Panja itu adalah soal tidak adanya standar pemerintah dalam mengevaluasi pengelolaan lingkungan terhadap PT Freeport. Terkesan pula, perusahaan besar tersebut tidak tersentuh dalam hal pencemaran lingkungan………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 15

MENGKHAWATIRKAN KERUSAKAN HUTAN DI BENGKULU
Tingkat kerusakan hutan di Provinsi Bengkulu dapat disebut sudah mengkhawatirkan. Keseimbangan alam terganggu akibat aksi perambahan hutan oleh masyarakat setempat untuk dijadikan perkebunan. Kondisi itu diperburuk pula oleh pembalakan liar (illegal logging).Akibat aksi perambahan hutan dan pembalakan liar itu, hutan lindung di Bengkulu nyaris rusak berat. Oknum masyarakat dan aparat yang tidak bertanggung jawab telah menyebabkan luas hutan terancam…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 14

DPRD MATARAM USUT DUGAAN PENCEMARAN LIMBAH PERTAMINA
Ketua DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, (NTB), Didik Sumadi menyatakan, pihaknya akan melakukan pengusutan terhadap informasi dugaan terjadinya pencemaran limbah Depot Pertamina Ampenan di pemukiman masyarakat di Kampung Bugis, Kelurahan Ampenan Utara. Untuk itu, DPRD Kota Mataram akan mengecek informasi pencemaran itu. Menurut Didik Sumardi pihaknya senantiasa menanggapi secara arif keluhan masyarakat, khususnya menyangkut masalah pencemaran lingkungan yang ditengarai berasal dari limbah Depot Pertamina Ampenan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 15

LAHAN PERKEBUNAN DI TAPANULI SELATAN RUSAK KELESTARIAN ALAM
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Tapsel Sumut), akan mengecek kembali luas areal perkebunan di wilayah itu agar tidak merusak kelestarian alam. Sebab, semakin banyaknya lahan perkebunan sawit, karet, dan cokelat bisa menghancurkan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam yang ada.Bupati Tapsel Ongku P Hasibuan mengemukakan hal itu dalam dialog terbuka dengan tokoh masyarakat, para ketua adat serta masyarakat dari 13 kecamatan yang berlangsung di Kecamatan Barumun Tengah, Senin (30/1)……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 14

BANJIR BANDANG DI BANYUMAS : PULUHAN RUMAH DAN TANAMAN PADI TERENDAM
Ratusan hektare sawah dan puluhan rumah milik warga di Desa Sawangan, Kecamatan Kabasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terendam banjir bandang sejak Selasa (31/1) hingga Rabu (1/2) pagi.Banjir bandang yang melanda Kabupaten Banyumas, Jateng, diakibatkan hujan deras dan tanggul irigasi Gambarsari Pesanggrahan di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, jebol sepanjang 25 meter lebih. Sampai Rabu (1/2) pagi, banjir masih menyisakan genangan di sepanjang jalan raya Kebasen sampai pintu perlintasan rel kereta api…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 14

SAATNYA MENATA WILAYAH DENGAN NURANI
Maraknya bencana ekologis yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia ditengarai akibat penyelenggaraan tata ruang yang tidak baik. Peristiwa banjir, kekeringan, longsor, dan pencemaran yang harus ditanggung oleh warga perkotaan menjadi bukti tidak diperhatikannya aspek lingkungan dalam pembangunan kota…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 11

RTRW HANYA SEKADAR FORMALITAS
Pembangunan wilayah secara nasional hingga kabupaten sebetulnya sudah diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga sebenarnya perkembangan pembangunan tidak akan menimbulkan dampak negatif yang besar terhadap masyarakat. Namun saat ini kondisinya justru terbalik. Aktivitas pembangunan ditengarai menjadi penyebab sejumlah bencana ekologis masyarakat, seperti banjir, longsor, dan sebagainya………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 11

PERDA PENCEMARAN UDARA SEGERA DIBERLAKUKAN
Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, akan mengumumkan secara resmi pencanangan pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara (PPU) dalam apel siaga di Balai Kota, Jumat (3/2). Penerapan Perda No 2 Tahun 2005, bukan hanya untuk kawasan bebas rokok saja dan uji emisi kendaraan bermotor, tetapi akan berkembang ke polusi udara akibat industri dan sampah. Hal itu sesuai dengan ketentuan tentang pencemaran udara di ruang tertutup (indoor) dan pencemaran udara di ruang terbuka (outdoor)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 FEBRUARI 2006, HAL. 19

SAMPAH MASIH BERSERAKAN DI ANCOL
Penanganan sampah imbas badai yang mengakibatkan genangan air di kawasan Ancol, Jakarta Utara hingga kemarin (1/2), belum tuntas ditangani. PT Pembangunan Jaya Ancol mengerahkan puluhan petugas untuk membersihkan sampah yang berserakan…………….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 6

BANJIR, PETANI TAMBAK RUGI RP 55 MILIAR
Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan, 18.281 4 hektare tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, terendam banjir. Ribuan petani tambak pun mengalami kerugian hingga Rp 55,295 miliar…………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 23

TAHUN 2005 PENUH BENCANA
Bencana alam yang tiada habisnya menerpa pada 2005 tidak hanya dialami Indonesia. Badan pemantauan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, bencana yang terjadi tahun lalu mengalami kenaikan, hampir 20 persen dibandingkan dengan tahun 2004…………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. C5

GELOMBANG PASANG HANTAM MERAUKE
Gelombang air laut pasang setinggi 30 cm hingga 1 meter menerjang wilayah Kota Merauke, Papua, kemarin. Sejumlah rumah hanyut, namun belum ada laporan tentang korban jiwa. dan ribuan warga terpaksa dievakuasi………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 1

PELAJARAN DARI RIAU: PEMBERANTASAN ILLEGAL LOGGING
Pembalakan liar atau illegal logging terjadi hampir dis eluruh wilayah Tanah Air . Meski aparat berupaya mengatasi praktik itu tetap berlangsung. Pemerintah Provinsi Riau akhirnya membentuk tim sendiri untuk menghentikan langkah para pembabat hutan. Inspeksi mendadak dilakukan ke berbagai daerah, juga penyitaan puluhan ribu meter kubik kayu dan penutupan tempat penggergajian ilegal. Bisakah darah lain melakukan hal serupa ?………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 13 BERITA TERKAIT: PEMBERANTASAN PEMBALAKAN HUTAN, DAERAH TABUH GENDERANG PERANG, MEDIA INDONESIA, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 15; BAGAI MERAJUT BENANG KUSUT, MEDIA INDONESIA, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 14

19 TEWAS AKIBAT BENCANA ALAM DI JATENG
Bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan badai yang melanda Jawa Tengah (Jateng) pekan lalu menewaskan 19 orang. Keterangan yang dihimpun dari Pusat Koordiansi Kendali Komuniaksi dan Informasi (K31) Polda Jateng kemarin menyebutkan 19 orang yang tewas itu akibat tersapu gelombang laut, tertimbun tanah longsor dan terseret arus banjir…………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 2 FEBRUARI 2006, HAL. 14

Sumber :
KBUA Perpustakaan “EMIL SALIM”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup