KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TAMAN NASIONAL JADI KAWASAN PERTAMBANGAN
Kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh kembali terusik dengan keluarnya Surat Keputusan Nomor KPTS 38/1/2006 tanggal 25 Januari 2006 oleh Gubernur Riau. Berdasarkan surat keputusan ini, gubernur memberikan kuasa eksplorasi pertambangan batu bara kepada PT Citra Tambang Riau di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir seluas 5.695 hektar.Namun, hasil penentuan titik koordinat wilayah pengelolaan pertambangan PT Citra Tambang Riau oleh Konsorsium Bukit Tigapuluh yang terdiri dari lima lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati kelestarian Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)menunjukkan, wilayah tambang itu tumpang tindih dengan kawasan TNBT seluas 118,27 hektar……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 APRIL 2006, HAL. 24

PERDA PENCEMARAN UDARA MULAI DIEFEKTIFKAN 6 APRIL
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara di DKI Jakarta efektif diberlakukan terhitung mulai 6 April 2006. Terkait dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menerapkan sanksi terhadap para pelanggar…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 APRIL 2006, HAL. 27

BANTENG LIAR LEUWEUNG SANCANG PUNAH
Keberadaan satwa langka banteng liar (Bos Javanicus) di Kawasan Cagar Alam Leuweung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat ini dinyatakan punah. Perburuan liar terhadap banteng itu dan rusaknya habitat alami banteng itu, telah membuatnya punah………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 4 APRIL 2006, HAL. 22

ANGKUTAN BATU BARA PENYEBAB JALAN RUSAK
Penyebab utama kerusakan jalan Trans-Kalimantan, karena maraknya kegiatan angkutan hasil tambang batu bara yang melintas di jalan negara. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berjanji akan melakukan penertiban dengan menyesuaikan antara beban angkutan hasil tambang batu bara dan biji besi dengan kualitas jalan……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 4 APRIL 2006, HAL. 7

WARGA DIIMBAU HENTIKAN KEGIATAN
Warga disekitar Gunung Merapi diminta untuk menghentikan kegiatan, karena gunung itu sejak Minggu (2/3) dalam kondisi mengkhawatirkan setelah muncul rekahan dan titik panas. Kendati demikian, status gunung masih tetap waspada……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 4 APRIL 2006, HAL. 7

Sumber:
Perpustakaan Digital Kementerian Negara Lingkungan Hidup
www.menlh.go.id