KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

UJI EMISI SEHARUSNYA GRATIS
DPRD DKI Jakarta mendesak pelaksanaan uji emisi kendaraan pribadi di 115 bengkel rujukan dan perolehan stiker tanda kelulusan uji emisi untuk syarat perpanjangan surat tanda nomor kendaraan tidak dipungut biaya atau gratis. Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Mukhayar dalam pembahasan peraturan uji emisi pernah disepakati agar tidak membebani konsumen demi mengedepankan perbaikan kualitas lingkungan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL.26 BERITA TERKAIT: BELUM ADA SYARAT UJI EMISI, KORAN TEMPO, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL, A13 BERITA TERKAIT: SOSIALISASI UJI EMISI MINTA DIPERPANJANG, REPUBLIKA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 6

DEPOK MINTA DKI BAYAR PAJAK LINGKUNGAN
Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail meminta jatah pajak lingkungan kepada Jakarta sebagai kompensasi bila rencana megapolitan direalisasi. Pajak itu dikenal dengan sebutan carbon tax atau pajak carbon. Pola ini biasa dilakukan antarnegara………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. A13

67 PERUSAHAAN KAYU TERANCAM TUTUP
Sebanyak 67 perusahaan kayu terancam tutup pada tahun ini, karena tidak bisa lagi beroperasi akibat peralatan yang sudah tua dan kesulitan mendapatkan bahan baku. Dirjen Bina Produksi Kehutanan Departemen Kehutanan HAdi S. Pasaribu mengungkapkan 67 perusahaan yang umumnya produsen kayu lapis (plywood) tersebut sebenarnya sudah lama menghentikan kegiatan operasional mereka. “Penutupan akan berakibatkan PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap sekitar 25 ribu karyawan,” tegas Hadi di sela-sela rapat kerja Menteri Kehutanan dengan Komisi IV DPR, kemarin……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 2

NEWMONT TAK PERNAH DIIZINKAN BUANG TAILING KE TELUK BUYAT
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) tidak pernah memberikan izin kepada PT Newmont Minahasa Raya (NMR) untuk membuang tailing ke Teluk Buyat. Perusahaan tambang emas dari Amerika Serikat (AS) itu memang pernah mengajukan izin untuk pembuangan tailing dimaksud, tetapi KLH tidak mengabulkannya.Penegasan itu disampaikan Deputi III KLH Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Lingkungan Dra Masnellyarti Hilman MSc, saat bersaksi dalam sidang kasus pencemaran lingkungan di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Sulawesi Utara, Jumat (3/2) lalu……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 6 FEBRUARI 2006, HAL.15

KAYA ANEKARAGAMAN HAYATI, KESADARAN PERLINDUNGAN KURANG
Indonesia sudah dikenal menyimpan kekayaan alam yang sangat besar. Keanekaragaman hayati Indonesia sudah dikenal di seluruh dunia. Namun sayangnya kekayaan yang besar itu belum disadari maksimal, bahkan kurang dilindungi oleh bangsa Indonesia sendiri. Kurangnya perlindungan ini pun mengakibatkan beberapa hewan terancam punah, karena rusaknya habitat mereka, atau seringkali peneliti-peneliti dari luar negeri bisa bebas masuk ke Indonesia melakukan studinya, mengambil sampel untuk diteliti di negaranya……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 6 FEBRUARI 2006, HAL.15

EDUKASI LINGKUNGAN LEWAT ACIL
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) meluncurkan program edukasi lingkungan melalui pembentukan kawasan pendidikan untuk anak-anak. Program itu adalah Kampung Anak Cinta Lingkungan (Acil), yang bertempat di kawasan Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Diharapkan program ini menjadi pelopor untuk edukasi lingkungan hidup kepada anak-anak, dan mendukung kebijakan ruang terbuka hijau. “Model kegiatan semacam ini dapat menjadi percontohan untuk diterapkan di 440 kota di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 6 FEBRUARI 2006, HAL.15

LAUT NAIK, BANJIR MENGANCAM
Ketinggian laut global dapat melonjak sampai 30 sentimeter pada abad ini. Memicu banjir di dataran rendah ketika badai melanda. Iklim tak ramah lagi. Pada 2005, badai dan banjir merendam sebagian wilayah dunia dan menewaskan ribuan orang. Selain temperatur bumi makin hangat, laju kenaikan air laut tak terbendung…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. C4

SEBUAH LANGKAH ATASI PENCEMARAN UDARA, PERDA NO 2/2003
Pencemaran udara di Jakarta menempati peringkat ketiga terburuk di dunia setelah Meksiko dan Bangkok. Setiap pagi hari,bukan udara segar yang dihirup oleh masyarakat Ibu Kota, melainkan udara bercampur dengan asap kendaraan bermotor yang ternyata berisi bahan berbahaya seperti hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO). Berdasarkan data dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta kualitas udara di Ibu Kota negara ini menunjukkan kecenderunagn yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Sumber utama pencemaran udara di Jakarta berasal dari buangan asap kendaraan bermotor (70 %), sisanya dari sumber tidak bergerak (30 %) seperti cerobong asap industri dan rokok……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 13 BERITA TERKAIT: PEMPROV DKI MILIKI KOMITMEN GLOBAL, MEDIA INDONESIA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 13; UJI EMISI KENDARAAN, SAPI PERAH GAYA BARU, MEDIA INDONESIA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 15; MASIH ADA TEMPAT UNTUK ‘AHLI ISAP’, MEDIA INDONESIA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 15

SITU DAN WADUK DI JAKARTA TERCEMAR
Dari 20 situ dan waduk di DKI Jakarta, tak satupun dalam kondisi baik. Seluruh situ sudah tercemar, baik ringan maupun berat. Ini akibat ulah masyarakat dan kebijakan pemerintah yang tidak jelas. “Situ adalah alternatif penangkal banjir. Tapi kondisinya sudah tidak sesuai standar,” kata Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan BPLHD DKI Jakarta……………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 6 (KALAM)

GERSANG AKIBAT TAMBANG PASIR
Lokasi bekas penambangan pasir liat di kaki Gunung Guntur, Desa Penanjung Kabupaten GArut, Jawa Barat kondisinya semakin memprihatinkan. Nenden Srirahayu aktivis lingkungan dari Bina Mitra Bndung mengatakan pohon-pohon pinsu yang tumbuh merupakan hasil tanam dari Perhutani sebagai pengelola wilayah sejak tahun 2003. ” Masalahnya, pohon-pohon yang ditanam tidak bertahan lama karena pertambangan pasir liar masih berlangsung sehingga pohon yang baru ditanam akan dimusnahkan,” kata Nendes, minggu lalu………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 27

KURA-KURA BERLEHER ULAR: KURA-KURA YANG HIDUP DI PULAU ROTI, NUSA TENGGARA TIMUR, INI TERANCAM PUNAH KARENA PERDAGANGAN LIAR
Kura-kura ini cuma ada di bagian timur Indonesia. Salah satunya di Pulau Roti, Nusa Tenggara Timur. Bentuk fisiknya unik. Ia memiliki leher seperti badan ular. Karena itulah species ini disebut kura-kura berleher ular dari Pulau Roti (Chelodina mccordi)…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 8

PERUBAHAN MENUJU INDOENSIA EMAS
Perubahan adalah sebuah kapastian. Kapan pun dan di mana pun, pasti segalanya berubah. Ada yang berubah ke arah yang lebih buruk, ada yang ke arah lebih baik. Ada yang disebabkan bencana alam, ada yang karena ulah manusia sendiri. Apa pun sebabnya, situasi dan kondisi selalu berubah. Pertanyanya, bagaimana mengarahkan perubahan tersebut ?…………BACA SELENGKAPMYA, REPUBLIKA, SELASA 7 FEBRUARI 2006, HAL. 23

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup