KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR MASIH MENGANCAM
Bupati Malang M Sujud Pribadi menyerukan kepada 15 dari 33 wilayah kecamatan di Kabupaten Malang, ancaman bencana banjir bandang, tanah longsor dan badai. Para camat di 15 wilayah rawan bencana itu dilarang bepergian keluar kota dan harus siap melakukan penanggulangan bencana dan pencegahan sedini mungkin…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 9 JANUARI 2006, HAL. 1+4; BERITA TERKAIT: DETEKSI DINI BAHAYA LONGSOR, SUARA PEMBARUAN, SENIN 9 JANUARI 2006, HAL. 6; IBADAH KURBAN, KEPASRAHAN PARA KORBAN BENCANA ALAM, KOMPAS, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 1+15

76 KORBAN TEWAS DI BANJARNEGARA
Sebanyak 76 mayat ditemukan tim SAR gabungan setelah lima hari berturut-turut, sejak Rabu (4/1) hingga Minggu (8/1), mereka mencari korban bencana longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pencarian para korban dihentikan mulai Minggu (8/1)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN,S ENIN 9 JANUARI 2006, HAL. 13

RUU TENTANG BENCANA ALAM PERLU DIPRIORITASKAN
Buruk komunikasi dan sinergi antar instansi, baik di pusat maupun daerah dalam menyikapi informasi akan terjadinya bencana membuat penanganan bencana di Indonesia terasa sangat lambat. Sistem tanggap darurat bencana atau early warning system yang sesungguhnya telah dibuat oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) tidak ditanggapi dengan baik oleh instansi lain. Karena itu, pemerintah dan DPR perlu memprioritaskan lahirnya RUU Bencana Alam. Demikian benang merah pokok pembicaraan Pembaruan dengan pakar geologi dan mitigasi, Heru Iman Suparlan dan pemerhati masalah sosial, Benny Susetio Pr di Jakarta Senin (9/1)…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 9 JANUARI 2006, HAL. 13

LONGSOR DI BATAM, SATU ORANG TEWAS
Hujan deras sejak Jum’at (6/11) hingga Senin (9/1) pagi mengguyur Kota Batam dan sekitarnya, mengakibatkan pohon-pohon tumbang, longsor, dan banjir yang menewaskan M Lubis, warga Kampung Seraya Batam, Minggu (8/1)……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 9 JANUARI 2006, HAL. 14

KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN DI JAWA PERLU DIPERBARUI
Kebijakan pengelolaan hutan di Pulau Jawa perlu diperbarui karena pengelolaan yang dilakukan sebelumnya tidak ada yang menguntungkan masyarakat dan cenderung tidak memperhatikan faktor kerawanan, sehingga menimbulkan bencana ekologis………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 9 JANUARI 2006, HAL. 15

246 KECAMATAN BERPOTENSI LONGSOR
Pusat Vulkanologi dan Mitagasi Bencana Geologi Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan potensi longsor mengancam 246 kecamatan di Pulau Jawa selama musim penghujan tahun 2006. Longsor dan banjir bandang telah terjadi di tiga kecamatan yang masuk perkiraannya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 13

TATA RUANG JAWA HARUS BERPERSPEKTIF BENCANA
Pulau Jawa sebagai pulau dengan tingkat bencana alam paling tinggi di Indonesia, harus memiliki tata ruang berperspektif bencana. Hal itu, untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalisasi korban saat bancana……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 13

TIGA JUTA HEKTAR HUTAN RIAU HILANG
Sekita tiga juta hektar luas hutan alam Riau tergerus pada tahun 1984-2005. Penurunan luas hutan alam mencapai 840.000 hektar pada 1999-2005. Rata-rata per tahun 150.000 hektar hutan alam Riau hilang. Kini kondisi lingkungan alam di Riau menunjukkan kehancuran ekstrem…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 24

RAWAN LONGSOR, PEMDA SUMSEL SIAPKAN EVAKUASI
Perusakan hutan di daerah hulu Sungai Musi dikhwatirkan disebabkan longsor dan banjir bandang di Kabupaten Lahat, Musi Rawas, dan Ogan Komering Ulu Timur. Mengantisipasi bencana, pemerintah daerah bersama TNI dan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyiapkan evakuasi penduduk di daerah yang rawan bencana…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 24

BANGUNAN SEKOLAH DASAR ROBOH TERTIMPA LONGSOR
Tiga ruangan kelas Sekolah Dasar Putra Jawa IV di Desa Putra Jawa, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) roboh setelah tertimpa longsor kedua kalinya akhir pekan lalu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 24

POTENSI BANJIR DAN LONGSOR MASIH BESAR
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan sepanjang Januari Februari 2005 hujan lebat masih akan terjadi di sejumlah titik di Indonesia *lihat boks). Derasnya hujan diperkirakan lebih dari tiga jam yang berpotensi menimbul kan banjir dan longsor……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 21

AKANKAH BADAI DI AUSTRALIA SAMPAI DI INDONESIA
Benua Kanguru diamuk Badan Angin topan berkecepatan 195 kilometer perjam menyapu Dampier sebuah kota kecil di barat laut Australia dalam tiga hari terakhir puluhan bangunan rusak. Kasubdit Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika, Ahmad Zakir mengatakan memastikan badai di Australia tak berpengaruh pada wilayah timur Indonesia, seperti Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Apalagi saat ini tekanan udara di utara khatulistiwa amat rendah yang menghalangi masuknya massa udara ke wilayah selatan dan timur Indonesia….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 21; BADAI CLARE AUSTRALIA DI JATIM, REPUBLIKA, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 23

HUJAN DAN LONGSOR ANCAM SUMSEL
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Syahrial Desman memperingati masyarakatnya untuk waspada terhadap ancaman banjir dan longsor, ini bisa timbul dan curah hujan tinggi dan air Sungai Musi yang mulai pasang. “Antara Januari-Maret 2006, curah hujan dui Sumsel akan berada di atas normal, mencapai 300 mm. Air pasang di Sungai Musi juga mencapai ketinggian 3,9 meter. Oleh sebab itu kita memperingatkan agar masyarakat waspada terhadap ancaman banjir dan longsor,” kata Sekwilda Sofgyan Rebuin, Senin (9/1)…… BACA SELENGKAPANYA, REPUBLIKA, RABU 11 JANUARI 2006, HAL. 23

Sumber :
KBUA

Perpustakaan Emil Salim