KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TUNTASKAN SEGERA UJI TIMBEL : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DILIBATKAN
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) diminta untuk segera menuntaskan pengujian terhadap dugaan polusi timbel (plumbum/Pb) yang terjadi di kawasan Serpong, Tangerang, dan sekitarnya.”Penelitian lanjutan atas dugaan polusi Pb itu harus dilakukan bekerja sama dengan institusi yang sudah terakreditasi. Kalau penelitian itu tidak dilakukan lembaga yang terakreditasi, siapa yang bisa memercayai hasil pengujiannya?” kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Soedyartomo Soentono……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. 23

BANJIR DAN LONGSOR DISEBABKAN LINGKUNGAN
”Banjir yang melanda Jakarta sekarang bukan disebabkan tingginya curah hujan melainkan lingkungan fisik yang kian lemah dan tak mampu menyerap air,” kata Wasito Hadi, Kepala Pusat Sistem Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), kemarin, di Jakarta.Wasito mengakui selama satu pekan ke belakang, curah hujan di Jakarta berada di atas rata-rata melebihi dari 300 mm per bulan. Curah sebesar itu kerap terjadi di musim penghujan. Tetapi secara umum besarnya curah hujan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. 23

BANDAR LAMPUNG DAN GOWA DITERJANG PUTING BELIUNG
Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang beberapa wilayah di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Akibatnya, puluhan rumah roboh dan satu orang tewas.Di Bandar Lampung, angin puting beliung terjadi di Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung. Peristiwa yang terjadi Minggu (15/1) petang itu mengakibatkan Eka Nursafitri, 11, tewas karena tertimpa rumahnya yang roboh hingga rata dengan tanah.Menurut Kepala Lingkungan I Way Kandis Tukiman, sebelum peristiwa, hujan deras mengguyur wilayah tersebut…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. 6

DINILAI TERKOTOR LALU TERSADAR
Predikat kota terkotor yang disandang Tangerang, sempat membuat aparat Pemkot Tangerang terhenyak dan malu. Bahkan, Wali Kota Wahidin Halim melontarkan pernyataan bahwa penilaian itu tidak objektif dan tidak jelas indikatornya. Menurut Wahidin Halim Tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup dianggap tidak mempertimbangkan upaya Pemkot untuk menjaga kebersihan sungai. Ironisnya, Menteri KLH Rahmat Witoelar pada peringatan hari lingkungan hidup dan pembukaan Festival Cisadane tahun 2005 mengatakan kekagumanannya dengan upaya Kota Tangerang dalam menjaga dan melestarikan sungai. Waktu itu, Menteri menyampaikan harapannya agar Kota Tangerang bisa menjadi contoh bagi kota-kota industri lainnya…………….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 JANUARI 2006, HAL. 18

BERBAGAI UPAYA MENGUBAH PREDIKAT KOTA TERKOTOR
Malam Anugerah Lingkungan Hidup yang digelar oleh Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup pertengahan Desember tahun lalu, ternyata menjadi malam yang memalukan bagi sejumlah pengurus kota di Indonesia. Betapa tidak, berdasarkan penilaian oleh sebuah tim, beberapa kota memperoleh predikat sebagai kota terkotor. Tiga di antaranya adalah Kota Tangerang, Depok, dan Bogor. Pada awalnya, pemimpin kota-kota itu mencak-mencak atas penilaian tim dari Menneg LH. Mereka tak bisa menerima. Namun kemudian, kesadaran muncul untuk memperbaiki kondisi agar predikat sebagai kota terkotor itu segera berganti menjadi kota terbaik…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 JANUARI 2006, HAL. 18

PEMERINTAH DIMINTA TANGANI DUGAAN PENCEMARAN LINGKUNGAN OLEH FREEPORT
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah menindaklanjuti informasi tentang pelanggaran pengelolaan lingkungan, terutama menangani dugaan perusakan dan pencemaran lingkungan di sepanjang Sungai Ajkwa yang menjadi tempat pembuangan limbah dari PT Freeport. Terkait dengan kerusakan lingkungan, disebutkannya, pembuangan limbah PT Freeport ke Sungai Ajkwa telah mencemari sungai itu hingga mencapai perairan Laut Arafura. Limbah yang dibuang melampaui baku mutu total suspended solid (TSS) yang diperbolehkan menurut hukum di Indonesia…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 JANUARI 2006, HAL. 15

SELAMATKAN HUTAN INDONESIA
Puteri Indonesia Nadine Chandrawinata mengingatkan kalangan pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan hutan di Indonesia. Munculnya bencana longsor dan banjir bandang di sejumlah wilayah di Indonesia, menurutnya, merupakan refleksi kealpaan bangsa ini menjaga kelestarian hutan Indonesia.Pernyataan tersebut disampaikannya berulang kali saat mengunjungi lokasi pengungsian korban banjir bandang di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), akhir pekan lalu. Arti penting pelestarian hutan disampaikannya pula melalui siaran radio Prosalina FM, Jumat (13/1) malam….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 JANUARI 2006, HAL. 15

PREDIKSI BMG: PEKAN INI, HUJAN DAN PETIR LANDA JAKARTA
Hujan yang disertai petir bakal terjadi merata di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan, hujan petir berlangsung mulai hari ini (Selasa, 17/1) hingga 23 Januari 2006……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. 1

POLISI TANGKAP BURON PENGIMPOR LIMBAH BERACUN
Tim Bareskrim Mabes Polri, Senin (16/1) berhasil menangkap Direktur PT Asia Pacifik Eco Lestari (APEL), Rudi Alfonso Rudi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak April 2005………….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. 2; BERITA TERKAIT: IMPORTIR LIMBAH BERACUN DITANGKAP, KORAN TEMPO, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. A7; MABES POLRI TANGKAP DIREKTUR PT APEL, MEDIA INDONESIA, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. 7

CIREBON BANJIR
Tiga kecamatan yang terdiri atas delapan desa di Kabupaten Cirebon terendam banjir. Dua di antaranya adalah Kecamatan Gebang dan Pabedilan. “Sebenarnya hujan telah berhenti, tiap sekitar pukul 22.00 WIB air sungai mulai memperlihatkan tanda-tanda meluap,” kata Tisna, penduduk Desa Makasari, Gebang, Cirebon, Jawa Barat (Jabar) kemarin (16/1)………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 17 JANUARI 2006, HAL. A17

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup