KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DITEMUKAN LIMA JENIS KUCING LANGKA di TAMAN NASIONAL BATANG GADIS
Conservation International Indonesia berhasil merekam lima jenis kucing langka (termasuk jenis macan dan harimau) dalam setahun terakhir di Taman Nasional Batang Gadis. Rekaman dari camera trap (kamera jebakan yang dipasang di hutan) itu merupakan temuan baru dokumentasi satwa langka di taman nasional di Provinsi Sumatera Utara…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 12

POPULASI GAJAH SUMATERA BERKURANG
Pemerhati lingkungan mendesak pemerintah segera membentuk tim investigasi terhadap pelaku penangkapan gajah liar yang melanggar prosedur. Hal ini terkait dengan masih banyaknya gajah liar yang mati akibat prosedur penangkapan salah selama bertahun-tahun di Riau…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 24

BUAYA SENYULONG DI KALIMANTAN TENGAH PERLU DILESTARIKAN
Buaya sapit atau senyulong semakin jarang ditemui di sungai-sungai Kalimantan Tengah. Di alam liar, reptilia karnivora ini dapat berumur lebih dari seperempat abad.Di sekitar ibu kota Kalteng, buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) antara lain dapat ditemui di kawasan Bukit Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Palangkaraya. Buaya yang berusia hingga 25 tahun ini panjang tubuhnya bisa mencapai tiga meter. Tapi sekarang buaya sapit makin jarang terlihat…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 15 APRIL 2006, HAL. 13

MAGMA MERAPI DEKATI PERMUKAAN
Gunung Merapi menunjukkan tanda-tanda kian mengkhawatirkan. Gerakan magma gunung diperbatasan D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah itu sudah tinggal 200 meter dari mulut kawah, sebelum keluar menjadi lahar berbahaya……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: LAHAR DINGIN MERAPI MULAI LONGSOR, KORAN TEMPO, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. A24;AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TERUS MENINGKAT, MEDIA INDONESIA, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 1

HUJAN ABU MENGGUYUR KOTA MALANG
Sejak Jumat (14/4) malam hingga Sabtu kemarin hujan abu mengguyur Kota Malang. Abu berwarna putih keabu-abuan itu cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Sebab, abu tersebut menimbulkan iritasi pada mata dan batuk-batuk….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 16 APRIL 2006, HAL. 3

PERUBAHAN TEKANAN UDARA : HUJAN LEBAT MASIH MUNGKIN TERJADI
Hujan lebat disertai angin kencang yang menumbangkan pepohonan serta mengganggu pelayaran seperti pekan lalu masih dimungkinkan terjadi. Adanya gangguan tekanan di Samudra Indonesia menyebabkan potensi keberulangan, khususnya di wilayah Jawa Barat, Banten, Bogor, dan Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 12

PENEGAKAN ATURAN UDARA BERSIH TIDAK MENYELURUH
Penegakan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara hingga kini tidak menyeluruh, masih pada taraf penindakan perokok di sembarang tempat. Padahal, sumbangan terbesar pencemaran udara bukan dari perokok, melainkan gas buang kendaraan di jalan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 28

MUARA SUNGAI MENYEMPIT
Puluhan ton sampah kulit kerang hijau yang diempas ombak dan gelombang laut dari lokasi usaha pengupasan kerang rakyat di Kalibaru telah menutupi sebagian besar muara Sungai Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara. Lebar muara yang semula 60 meter hingga 100 meter kini tinggal enam atau tujuh meter, dan pada saat air surut menjadi satu meter…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 26

40 PERSEN DKI DI BAWAH PERMUKAAN LAUT
Sekitar 40 persen daratan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta berada dalam keadaan kritis di bawah permukaan laut. Anggota Dewan Perwakilan Daerah DKI, Sarwono Kusumaatmadja, yang dihubungi, Minggu (16/4), menjelaskan, kondisi itu disebabkan perubahan kondisi alam secara drastis yang tidak disadari…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 26

GARA-GARA DIKERUK SECARA ILEGAL: PUNCAK BUKIT LAWANG LONGSOR
Puncak Bukit Lawang, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara (Sumut) longsor. Ini diduga akibat pengerukan tebing ilegal oleh seorng pengusaha restoran setempat. Musibah berlangsung sejak Sabtu pagi hingga kemarin setelah hujan lebat mengguyurnya……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. A9

HUTAN KOTA SEBAGAI PENYEIMBANG HUTAN BETON
Ruang publik terbuka merupakan salah satu kebutuhan sebuah kota dan menjadi paru-paru kota. Setiap bagian dari hutan kota dapat membantu mencegah kekurangan oksigen secara lokal. Penyebaran hutan-hutan kota berperan sebagai sumber oksigen, yang juga merupakan paru-paru kota…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 28

KOTA MUARA TEWEH DILANDA BANJIR
Kota Muara Teweh, ibu kota Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali dilanda banjir. Banjir itu disebabkan oleh meluapnya Sungai Barito setelah hujan deras yang mengguyur kawasan itu selama dua hari terakhir ini………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. A9 BERITA TERKAIT: MUARA TEWEH KEMBALI BANJIR, RATUSAN RUMAH TERENDAM, MEDIA INDONESIA, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. 13

KAJI KEBIJAKAN KEHUTANAN DI PAPUA
Greenpeace Asia Tenggara merekomendasikan agar Pemerintah Indonesia mengkaji ulang kebijakan kehutanan di Provinsi Papua. Kebijakan yang ada saat ini hanya akan berdampak pada kehancuran hutan firdaus Papua. Berdasarkan analisis Forest Watch Indonesia (FWI) dan Greenpeace Asia Tenggara, luasan hutan Papua yang tidak terganggu aktivitas perusakan (IFL) saat ini sekitar 17,9 juta hektar atau 45 persen dari luas hutan Papua versi Departemen Kehutanan, yakni 39,67 juta hektar……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 15 APRIL 2006, HAL. 13

36 DAS DI JATENG ALAMI DEGRADASI
Sedikitnya 36 daerah aliran sungai (DAS) di Jawa Tengah (Jateng) saat ini cenderung terus mengalami degradasi lingkungan. Hal ini antara lain ditandai fluktuasi debit air musim hujan dan kemarau cukup tajam. Penurunan kualitas air juga terjadi akibat tercemar limbah industri, baik cair maupun padat. Menurut Kepala Bappedal Jateng, Joko Sutrisno banyak pula daerah resapan air yang rusak karena terjadi lahan kritis, pendangkalan sungai dan waduk, serta berkurangnya jumlah mata air………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 15 APRIL 2006, HAL. 4

SAMPAH DIOLAH MENJADI AIR AKI
Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), membangun sarana pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sapiturang. Sebuah teknologi pengolahan baru ditambahkan untuk mengolahan air yang berasal dari limbah sampah basah menjadi air aki………………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 17 APRIL 2006, HAL. C5

Sumber:
Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
www.menlh.go.id