KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ENAM KECAMATAN DI PANDEGLANG TERENDAM
Setelah Lebak, bencana banjir melanda Pandeglang, juga di Provinsi Banten. Di kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Jawa itu enam kecamatan terendam air. Meski tidak ada korban jiwa, hingga Rabu (18/1) kemarin ribuan rumah, bangunan lain, jalan, dan sawah masih terendam air setinggi 1-2 meter…………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 1

PANJA B3 DPR LAPOR KPK
Ketua Panitia Kerja Penanganan Bahan Beracun Berbahaya DPR, Alvin Lie, beserta dua anggota DPR, Rabu (18/1), melaporkan penanganan impor 1.149 ton limbah beracun di Pulau Galang, Batam. Mereka meminta KPK turun tangan terhadap praktik kolusi mudahnya limbah B3 masuk ke Batam…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 3

KAWASAN CAGAR ALAM KAMOJANG RUSAK PARAH
Akibat kegiatan eksploitasi hasil tambang yang tak terkendali, kawasan Cagar Alam Kamojang di Blok Gunung Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami kerusakan yang sangat parah. Dari sekitar 2.500 hektar luas kawasan cagar alam di Blok Gunung Guntur, 500 hektar di antaranya kini telah menjadi hamparan areal tambang pasir dan bebatuan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 24

UU KORUPSI DIBERLAKUKAN BAGI PENEBANG LIAR
Pemerintah memberlakukan Undang-Undang Korupsi Nomor 23 tahun 1999 untuk memberantas penebangan liar. Selain kesulitan menjerat cukong dengan UU Kehutanan Nomor 41/1999, pemberlakuan UU Korupsi didasari argumen bahwa penebangan liar merupakan tindak pidana yang merugikan negara…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 25

BENCANA EKOLOGIS PERKOTAAN KARENA PELANGGARAN TATA RUANG
Maraknya bencana ekologis yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia ditengarai akibat penyelenggaraan tata ruang yang tidak baik. Peristiwa banjir, kekeringan, longsor, dan pencemaran yang harus ditanggung oleh warga perkotaan menjadi bukti tidak diperhatikannya aspek lingkungan dalam pembangunan kota. Kebijakan-kebijakan yang mengatur perlindungan terhadap alam sering kali dilanggar dalam proses pembangunan, sehingga daya dukung lingkungan terus menurun……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 18 JANUARI 2006, HAL. 15

PENURUNAN PEMANASAN GLOBAL VERSI AMERIKA DAN SEKUTUNYA
Setelah pertemuan di Sidney, Australia, beberapa waktu lalu, enam negara yang tergabung dalam Kemitraan Asia-Pasifik mengenai Iklim dan Pembangunan Bersih mulai melancarkan aksi mereka. Mereka menyosialisasikan paket-paket untuk pengembangan energi bersih dalam upaya penurunan emisi global. Sebagian kalangan menilai paket-paket ini adalah saingan Protokol Kyoto yang sudah diratifikasi sejumlah negara.Enam negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Jepang, Cina, Korea Selatan dan India, dalam pertemuan itu berkomitmen mengeluarkan dana sebesar US$ 75 juta, sebagai dana awal pengembangan energi bersih dan promosi enam paket kebijakan…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 18 JANUARI 2006, HAL. 15

UJI EMISI UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT
Kepala BPLHD DKI Jakarta, Kosasih Wirahadikusumah, mengatakan, ketentuan uji emisi yang menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk membayar pajak kendaraan bermotor saat perpanjangan STNK, bukan ditujukan untuk menyengsarakan masyarakat. Menurut Kosasih Wirahadikusumah kewajiban uji emisi itu, tidak menguntungkan Pemprov DKI. Justru masyarakat sendiri yang natinya merasakan manfaat karena tingkat pencemaran udara di ibu kota bisa dikurangi…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 18 JANUARI 2006, HAL. 19

14 RUMAH TERTIMBUN LONGSOR
Sebanyak 31 rumah di RT 01 RW 5, Gumpilsari, Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban tanah longsor. Empat belas di antaranya rusak total tertimbun longsor, sedangkan sisanya mulai ambles dan retak-retak. Pergerakan tanah yang menyebabkan robohnya 14 rumah………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. A9

BANJIR DI BERBAGAI DAERAH: RIBUAN HEKTARE SAWAH DAN RUMAH TERENDAM
Banjir melanda berbagai daerah di Tanah Air. Dari Lebak, Provinsi Banten, dilaporkan ribuan hektare (ha) sawah dan ratusan rumah warga, termasuk gedung sekolah, terendam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter. Banjir itu merendam lima kecamatan sejak Selasa (17/1) hingga Rabu (18/1) pagi ini. Lima kecamatan yang dilanda banjir akibat hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak Selasa (17/1) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari yakni Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, Leuwidamar, Banjarsari, dan Sobang…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 18 JANUARI 2006, HAL. 14

BANJIR RAWAN LUAPAN LIMBAH ADA KESENGAJAAN MEMBUANG LIMBAH SAAT BANJIR BANDANG
Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta tengah mengawasi ketat aliran limbah industri dan sejumlah rumah sakit. Alasannya, limbah-limbah tersebut berada di lokasi rawan banjir dan berpotensi terbawa arus air……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. A13

SUMBER DAYA ALAM : TAMBANG HENDAKNYA JADI PILIHAN TERAKHIR
Eksploitasi pertambangan dalam skala besar hendaknya menjadi pilihan terakhir bagi kepentingan pembangunan Indonesia. Sebab kebijakan sektor pertambangan justru menyulitkan posisi negara sebagai regulator, dan mengancam keselamatan lingkungan dan masyarakat lokal.Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), menyerukan kepada pemerintah untuk moratorium kegiatan pertambangan skala besar sambil membenahi berbagai persoalan termasuk berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta kasus-kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan terkait aktivitas pertambangan………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 JANUARI 2006, HA. 13

SATWA LIAR : NEGARA RUGI RP. 9 TRILIUN AKIBAT PERDAGANGAN ILEGAL
Kerugian negara akibat perdagangan ilegal satwa liar asal Indonesia yang diperjualbelikan di pasar dometik dan mancanegara mencapai Rp. 9 triliun setiap tahunnya. Menurut Ketua Profauna Indonesia kota Malang Asep R Purnama satwa liar hasil penangkapan di alam yang diperdagangkan secara ilegal antara lain kakatua jambul kuning, kucing hutan, owa burung raja udang…………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 13

PEMPROV RIAU KOMIT BERANTAS ILLEGAL LOGGING
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat komit terhadap pemberantasan kegiatan illegal logging. Pihak Pemprov menurut Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan tidak punya kepentingan apapun kecuali menyelamat hutan, karena kegiatan illegal logging ini selain berdampak sangat besar terhadap lingkungan juga masyarakat. “Pemberantas illegal logging itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat. Itu memerlukan komitmen dan kemauan politik masyarakat,” ujar Gubernur Riau…………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 17

MENHUT DIMINTA TINDAK PELAKU ILLEGAL LOGGING DI SUMSEL
Menteri Kehutanan diminta menindak pelaku pembalakan liar (illegal logging) di Sumatera Selatan (Sumsel). terutama pembalakan liar yang dilakukan oleh AR Alias kritas di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. “Pembalakan liar harus dibersihkan dari wilayah Sumsel, utamanya di Kabupaten Musi Banyuasin. Para pelakunya harus secepatrnya ditindak,” kata Koordinator Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Sumatera Selatan……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 16

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup