KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

RIAUPULP RAIH PROPER HIJAU
PT Riau Andalan Pulp and Paper (Riaupulp) yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, meraih Peringkat Hijau dalam Program Peringkat (Proper) yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan. Menurut Manajer Lingkungan-Mill Riaupulp, H Edward Wahab prestasi tersebut menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan penghasil pulp dan kertas itu terus meningkat dan kepedulian Riaupulp terhadap kinerja dan pengelolaan lingkungan sudah menjadi keharusan yang diterapkan sejak awal beroperasi…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL.14

DEPOK, TANGERANG DAN BOGOR KOTA TERKOTOR
Depok, Tangerang, dan Bogor masuk dalam kategori kota terkotor untuk 2005 di samping Batam, Palembang, dan Bandarlampung. Sedang Jakarta Pusat, Pekanbaru, Jepara, dan Bangli, masuk kategori kota terbersih dan mendapatkan Piala Adipura. Nama kota-kota terbersih dan terkotor di Indonesia itu diumumkan pada malam Anugerah Lingkungan 2005 oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta, Jumat (16/12) malam. Acara tersebut dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Wapres mengatakan, pengumuman kota terbersih dan terkotor ini bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada seluruh warga kota….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL. 1 BERITA TERKAIT: PARA WALI KOTA MENGAKUI KOTANYA MASIH KOTOR, REPUBLIKA, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 7 (KALAM) BERITA TERKAIT: DEPOK TERKOTOR, KORAN TEMPO, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL. 1 BERITA TERKAIT: DEPOK, TANGERANG DAN PALEMBANG KOTA TERKOTOR, REPUBLIKA, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL. 20

PALEMBANG LAKUKAN PENGHIJUAN
Setelah dicap sebagai kota terjorok versi Kementerian Lingkungan Hidup, Palembang akan berbenah. “Mulai 2006, pemerintah kota akan menggalakkan program penghijauan kota dan program kali bersih,” kata Wali Kota PAlembang Eddy Santana Putra kemarin……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 19 DESEMEBR 2005, HAL. A12

ALAM MODAL MASA DEPAN : PENGHARGAAN BAGI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN
Menurut Mantan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Emil Salim Indonesia akan mampu menghadapi tantangan global di masa depan dengan modal kekayaan sumber daya alam. Pemanfaatan sumber daya alam secara lestari hanya mungkin dilakukan bila bangsa Indonesia berhasil mengelolanya dengan teknologi ramah lingkungan.â€Â?Kalau berhasil menggabungkan teknologi dengan sumber daya alam khas itu, maka Indonesia pasti bisa bertahan dan jaya di masa depan. Lingkungan menjadi dasar pokok bagi Indonesia untuk bertahan dalam persaingan global,â€Â? tutur Emil saat menerima penghargaan Life Time Achievement Award 2005 dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) pada Malam Anugerah Lingkungan (MAL) 2005 di Jakarta, Jumat (16/12)…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 13

DANA GLOBAL BELUM OPTIMAL
Pendanaan proyek-proyek lingkungan melalui mekanisme Fasilitas Lingkungan Global belum dimanfaatkan optimal. Sejak 1991 baru 35 proyek di Indonesia yang disetujui. Menurut Anggota Dewan Fasilitas Lingkungan Global (Global Environment Facility/GEF) mewakili 16 negara, Effendy Sumardja jumlah ini kurang banyak meskipun lumayan. Menurut Effendy, salah satu kelemahan Indonesiaâ€â€?baik pemerintah maupun organisasi non pemerintahâ€â€?adalah tidak mampu menyusun proposal yang meyakinkan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 13

DEBIT AIR BAKU BERKURANG 60 PERSEN
Sejumlah kawasan konservasi air dan hutan lindung di Kota Ambon, Maluku, saat ini digunakan sebagai lokasi pengungsian dan permukiman. Akibatnya, debit air baku untuk Kota Ambon berkurang hingga 60 persen.Lokasi konservasi air dan hutan lindung yang saat ini didiami para pengungsi itu antara lain kawasan hutan lindung di daerah Air Kuning, Air Besar, Kebun Cengkeh, Gunung Nona, dan Kayu Tiga. Di beberapa lokasi, permukiman warga berada jauh di dalam lokasi yang bagian luarnya terpasang papan bertuliskan â€Â?Kawasan Hutan Lindungâ€Â?…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 24

PENEBANGAN LIAR : RATUSAN POTONG KAYU DAN DUA TRUK DISITA TIM OPERASI HUTAN LESTARI INTAN
Meski penertiban penebangan liar bersandi Operasi Hutan Lestari Intan 2005 sudah dilancarkan sejak 10 hari lalu, kejahatan di sektor kehutanan ini masih marak di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya 430 potong kayu olahan, 150 meter kubik papan, dan dua truk bermuatan kayu bulat.Penahanan dilakukan karena ratusan potong kayu tersebut sama sekali tidak dilengkapi dokumen resmi. Ironisnya, penangkapan kayu ilegal itu masih terjadi di tiga wilayah rawan kegiatan penebangan liar, yakni Kabupaten Kotabaru, Batulicin, dan Kabupaten Balangan ….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 24

HUTAN TAMAN NASIONAL SEBANGAU DIJARAH
Meski telah ditetapkan sebagai kawasan taman nasional sejak Oktober 2004, kayu-kayu di hutan Sebangau, Kalimantan Tengah, hingga sekarang tetap dijarah para penebang liar.Berdasar pantauan Kompas yang ikut rombongan World Wildlife Foundation (WWF) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng, Rabu (14/12), belasan ribu potongan kayu jenis meranti, jelutung, dan jinjit yang telah dikuliti terlihat memenuhi parit-parit yang keluar dari kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL. 24

BANJIR MELANDA BERBAGAI DAERAH : PANEN TERANCAM GAGAL
Ratusan hektare padi siap panen dan usia muda terancam puso menyusul banjir bandang yang melanda Kecamatan Sitinjaulaut dan Kecamatan Sungaipenuhdua, Kabupaten Kerinci, Jambi. Banjir dengan ketinggian satu meter tersebut, yang berasal dari luapan Sungai Batang Merao, telah merusak sekitar 70hektare sawah di dua lokasi yang selama dikenal sebagai lumbung padi bagi Kerinci maupun Provinsi Jambi. Untukmengurangi kerugian, sebagian petani sempat melakukan panen dini meskipun umur panen masih satu bulan lagi…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 11

PENEBANGAN LIAR : KAPOLRI KECEWA BANYAK PELAKU DIVONIS BEBAS
Kapolri Jenderal Sutanto mengaku kecewa karena banyak pelaku penebangan liar (illegal logging) yang divonis bebas. Akibatnya, penegakan hukum tidak bisa berjalan efektif untuk memberantas kasus tersebut. Kekecewaan Kapolri tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Kapolri Irjen John Lalo ketika membuka seminar Konsistensi Penegakan Hukum Illegal Logging di Bogor…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, MINGGU, 18 DESEMBER 2005, HAL. 12

RIBUAN RUMAH DI KEDIRI TERENDAM LUMPUR
Arus lahar dingin dari Gunung Kelud, Jawa Timur (Jatim), menjebol tanggul Sungai Banyakan, anak Sungai Brantas, sehingga kawasan Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jatim, terendam banjir lumpur. Lahar dingin itu meluap lantaran hujan lebat di sana dalam lima hari ini. Sebanyak 1.824 rumah penduduk dan sejumlah sekolah di Desa Banyakan, Desa Maron, dan Desa Bakalan, Kecamatan Banyakan, terendam banjir lumpur setinggi setengah meter…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL. 4

SITU-SITU ITU DIBIARKAN MERANA
Jakarta tak pernah luput dari banjir. Jakarta sebenarnya masih memiliki harapan untuk mencegah banjir bila situ-situ yang ada di Jakarta dan kota-kota satelit yang ada di sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang, dirawat dengan baik. Justru inilah masalahnya.Dalam sepuluh tahun ini, jumlah situ yang tercatat ada di Jabodetabek sekitar 200 dengan rincian 122 di Bogor, 45 di Tangerang, 17 di Bekasi dan sisanya di Jakarta. Sangat disayangkan, dari jumlah itu hanya 36 situ yang bisa direhabilitasi, maksudnya bisa difungsikan kembali sebagai situ…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL.8

PERUSAHAAN PENCEMAR LINGKUNGAN SEGERA DIAJUKAN KE PENGADILAN
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) telah memberikan peringkat hitam secara berturut-turut kepada lima perusahaan pada Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper). Penilaian tersebut ditindaklanjuti dengan memberikan laporan kepada aparat penegak hukum agar perusahaan-perusahaan itu diajukan ke pengadilan. Menurut Deputi IV Menteri Negara Lingkungan Hidup Yanuardi Rasudin proper hitam diberikan kepada perusahaan yang paling tidak ramah lingkungan atau belum melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan yang berarti…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL.15

MUSTIKA RATU TERMASUK PENGELOLA LIMBAH YANG BAIK
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang mengelola limbah dengan baik. Penghargaan itu diberikan berdasarkan Keputusan Gubernur No 582/1995 tentang Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air, serta Baku Mutu Limbah Cair dan Keputusan Gubernur NO 30/1999 tentang Izin Pembuangan Limbah Cair…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL.15

PENEBANGAN HUTAN TURUNKAN DAYA TAHAN ORANGUTAN
Tingginya tingkat penebangan hutan di Sumatera dan Kalimantan, mengakibatkan turunnya daya tahan dan populasi orangutan (Pongo pygmaeus). Pasalnya, kera besar ini sangat mengandalkan hutan, bukan hanya sebagai sumber makanan, tetapi juga tempat untuk berlindung dari gangguan alam. Primata ini memiliki kebiasaan menggunakan dedaunan sebagai atap sarangnya yang dibangun di atas pohon dan juga terbiasa mematahkan dahan pohon yang digunakan sebagai alat untuk bernaung dari air hujan. Begitu pula dengan jenis-jenis buah dan biji-bijian, tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga berfungsi sebagai obat…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 16 DESEMBER 2005, HAL.15

POLRI TELITI KEMBALI KASUS PEMBALAKAN LIAR
Kepolisian RI akan meneliti kembali 100 dari 2007 kasus pembalakan liar (illegal logging) yang terjadi di Papua. Semuanya merupakan hasil Operasi Hutan Lestari II dan Operasi Hutan Lestari Matoa II 2005. “Kemarin evaluasi penuntasan perkara. Kalau sudah sampai penahanan, kita teliti kembali bersama dengan kejaksaan dan pengadilan, berapa yang sudah dilakukan penuntutan dari 100 kasus yang selesai,” kata Direktur V Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Brigjen Soeharto, usai acara diskusi “Konsistensi dalam Pemberantasan Illegal Logging,” di Bogor, Sabtu (17/12)….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 8

13 JUTA HEKTARE HUTAN INDOENSIA TAK BERTUAN
Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan, salah satu kerusakan hutan terjadi akibat 1,3 juta hektare hutans saat ini tidak bertuan. Akibatnya orang bebas melakukan pencurian di kawasan yang tidak terjaga itu. Hal tersebut disampaikan MS. Kaban dalam Seminar Konsolidasi dan Pemantapan Sistem Pemangkuan Kawasan Hutan Tropis di Indonesia di Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (17/12)…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 20

BANJIR GENANGI SEJUMLAH DAERAH
Banjir bandang kembali menghantam sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari Jawa Tengah banjir terjadi di Kabupaten Grobongan dan Kabupaten Wonogiri. Sedangkan di Jawa Timur air bah menyerbu Grajagan di selatan Banyuwangi…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. A11

WARGA KONTU BANTAH PENYEBAB BANJIR
Masyarakat di kawasan hutan Kontu, kabupaten Muna, Sualwesi Tenggara, menolak disebut sebagai penyebab banjir di Kota Raha, ibu kota kabupaten. “Tudingan itu hanya untuk pembenaran atas upaya penggusuran yang dilakukan pemerintah terhadap petani di Kontu,” kata Solichin, anggota Solidaritas Perjuangan Petani Kontu di Kendari kemarin….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. A12

AMDAL KURANG DIAWASI
Direktur Eksekutif Indonesian Center for Environmental Law Indor Sugianto menilai pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup terhadap analisis mengenai dampak lingkungan kurang berjalan dengan baik. “Jumlah pejabat yang mengawasi amdal tidak sebanding baik dengan jumlah pabrik yang harus diawasi,” kata Indro Sugianto di Jakarta kemarin…………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL. A10

WAPADAI AKIBAT BIBIT BADAI TROPIS
Masyarakat yang bermukim di sepnajang pantai Utara-Jawa Barat dan pantai Selatan Jawa Tengah agar mewaspadai akibat dari bibit badai tropis. “Tapi jangan panik karena ini bukan badai,” tutur Achmad Zakir, kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di Jakarta, tadi malam (17/12)….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, MINGGU 18 DESEMBER 2005, HAL. 3

TPA LIAR DI BEJI DITUTUP
Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah liar yang berada di sekitar pemukiman warga di RW 10 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Beji akhirnya ditutup. Penutupan TPA liar seluas 1,7 hektare pada Rabu (14/12) dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok………….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SABTU 17 DESEMBER 2005, HAL. 7 (KALAM)

Sumber :
Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup