KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

INDUSTRI MIGAS RAMAH LINGKUNGAN TERHAMBAT
Penerapan industri minyak dan gas (Migas) yang ramah lingkungan di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. Menurut Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Suyartono, kendala utama yang dihadapi dalam penerapan industri migas ramah lingkungan diantaranya masih kurangnya partisipasi aktif stakeholder untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 2 OKTOBER 2009, HAL. 14

MALAYSIA JUGA BAKAR LAHAN DAN HUTAN
Aktivitas pembakaran hutan dan lahan ternyata juga terjadi di Malaysia dan sebagian kecil negara Asia Tenggara lainnya. Satelit Nasional Oceanic Atmospheric Administrasion (NOAA) 18 mendeteksi adanya 97 titik api di Malaysia dalam sepekan ini.Sebagian besar titik api itu berada di Negara Bagian Serawak dan Sabah serta sejumlah negara bagian di Semenanjung Malaysia……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 2 OKTOBER 2009, HAL. 10

ADA HARAPAN BAIK : PERLU REVOLUSI MENURUNKAN EMISI GAS RUMAH KACA
Langkah berbagai negara untuk menyusun kesepakatan yang baru mengenai perubahan iklim mulai mendapat harapan yang lebih baik. Amerika Serikat menyatakan mau turut mengurangi emisi gas rumah kaca yang mereka hasilkan. Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Protokol Kopenhagen bakal lebih cerah daripada Protokol Kyoto jika negara adidaya itu mau turut berpartisipasi mengurangi pencemaran guna menahan laju perubahan iklim……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 2 OKTOBER 2009, HAL. 25

KEBAKARAN HUTAN : HUJAN PADAMKAN API
Hujan yang turun pada Kamis (1/10) pagi sampai siang hari di lereng Gunung Lawu sebelah selatan telah memadamkan api. Dengan demikian, kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang berlangsung sejak Sabtu berakhir. Sebelumnya, titik api di petak 51a, 51b, 52a di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Bedagung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu di wilayah Magetan dilaporkan telah padam oleh patroli Polisi Hutan Mobil KPH Lawu pada Rabu pukul 22.00……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 2 OKTOBER 2009, HAL. 22

LEBIH DARI 500 RUMAH RUSAK
Pemerintah Kabupaten Kerinci mendata lebih dari 500 rumah ambruk dan rusak di 16 desa di Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, 35 kilometer dari ibu kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Kamis (1/10). Ada 30 rumah lain rusak di Kecamatan Batangmerangin.Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi Remus L Tobing gempa terjadi di Jambi dengan kekuatan 7,0 skala Richter pada Kamis pukul 08.52, berada di titik 2,44 Lintang Selatan dan 101,59 Bujur Timur, serta berpusat di 46 kilometer tenggara kota Sungai Penuh dengan kedalaman 10 kilometer…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 2 OKTOBER 2009, HAL. 15

Sumber:
Perpustakaan Emil Salim KLH