KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENCEMAR LINGKUNGAN DI KURANGI
Menteri Perindustrian Fahmi Idris menegaskan akan mengurangi jumlah perusahaan yang selama ini masuk kategori mencemari lingkungan. Target pemerintah, pada tahun 2006 hanya tersisa 20 persen dari jumlah perusahaan yang masuk ke dalam daftar perusahaan perusak lingkungan.Demikian diutarakan Fahmi Idris seusai menandatangani nota kesepahaman pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dengan Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Kamis (19/1) di Jakarta. Berdasarkan data Kantor Menneg LH, dari 446 perusahaan industri yang diteliti, ada 72 perusahaan yang masuk kategori hitam dan 154 perusahaan kategori merah karena mencemari lingkungan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 18

BENCANA ALAM : BANJIR HANCURKAN RIBUAN HEKTARE LAHAN PERTANIAN
Selama tiga bulan terakhir telah terjadi 39 kali bencana banjir dan 10 bencana tanah longsor di delapan provinsi. Dampaknya, kerusakan pada 8.417 hektar lahan pertanian, 360 hektar perkebunan, dan 400 hektar tambak. Kerusakan juga terjadi pada 10.697 meter saluran irigasi, 6.365 meter tanggul, 15 bendungan, dan 10.000 meter drainase. Selain lahan pertanian menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Siswoko kerugian lain adalah kerusakan jalan 214 kilometer, jembatan 40 unit, dan rumah 2.559 unit……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 22

SUMATERA SELATAN MENJADI LINTASAN KAYU ILEGAL
Wilayah Sumatera Selatan menjadi perlintasan kayu ilegal hasil penebangan liar dari berbagai daerah di Sumatera untuk dibawa ke Jakarta, atau daerah lain di Jawa. Untuk mengantisipasi kondisi itu, polisi memperketat pengawasan di jalur darat dan sungai yang potensial jadi perlintasan kayu curian tersebut. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Iman Haryatna, pihaknya menyiagakan polisi di polsek (kepolisian sektor) untuk menjaga jalur-jalur darat, sedangkan polisi air mengawasi jalur sungai…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 24

JAKARTA TAK AKAN BEBAS BANJIR: UPAYA PEMBANGUNAN TANGGULPUN TIDAK BISA MENGHAPUS MASALAH BANJIR
Direktur Jendral Sumber daya air Departemen Pekerjaan Umum mengemukakan Provinsi DKI Jakarta tidak mungkin bisa bebas total dari banjir. Ini mengingat Ibu Kota merupakan dataran rendah…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 6

BADAI DARYL ANCAM INDONESIA :l WASPADAI GELOMBANG TINGGI, BANJIR DAN TANAH LONGSOR
Badai Daryl, Kamis (19/1) pagi, mulai menyambangi Samudra Indonesia. Badai ini diperkirakan akan menyebabkan gelombang tinggi hingga tiga meter di sepanjang pantai selatan Indonesia dan Laut Jawa, serta mengakibatkan hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah kawasan di Tanah Air. Kepala BMG Stasiun Klimatologi Semarang Widada Sulistiya mengatakan, pusaran Badai Daryl mulai terlihat di citra satelit sejak pukul 07.00 kemarin. Badai Daryl berada di sebelah barat Benua Australia atau di 16,1 derajat Lintang Selatan dan 122,6 derajat Bujur Timur……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 24

SEBANYAK 41 PABRIK TEKSTIL MENCEMARI LINGKUNGAN
Sejumlah perusahaan pencemar lingkungan diberi deadline untuk melakukan perbaikan sampai akhir tahun ini. Ada 41 pabrik tekstil yang diberi kode ‘hitam dan merah’ oleh pemerintah……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 23

MENHUT DIMINTA TINDAK PEMBALAK LIAR DI SUMATERA SELATAN
Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Sumatera Selatan (Gempur Sumsel) meminta Menteri Kehutanan untuk menindak Ahmad Rifai alias Kritis, pelaku pembalakan liar (illegal logging) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut Koordinator Gempur Sumsel, R Raspati pembalakan liar harus dibersihkan dari Kabupaten Musi Banyuasin dan di wilayah Sumsel. Untuk itu, para pelakunya harus secepatnya ditindak…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL. 3

TAMBANG DALAM SAWAHLUNTO MASIH TERBAKAR
Tambang dalam batubara milik Unit Produksi Ombilin PT Bukit Asam (UPO-BA) di Sawahlunto, Sumatera Barat, dilaporkan terbakar. Api mulai menyala sejak tanggal 17 Januari lalu dan sampai kemarin masih belum bisa dipadamkan. Sejauh ini, tidak aada korban jiwa…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 23

REHABILITASI HUTAN DI BERBAGAI DAERAH
Sekitar 20.000 bibit pohon kluwek, kemiri, kedawung, ditanam di areal hutan sepanjang lima kilometer di lereng Gunung Penanggungan, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (18/1).Pemerhati lingkungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Lingkungan, Satrio Wiweko mengatakan, Bupati Mojokerto Achmadi bersama Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) dan masyarakat setempat mereboisasi di daerah aliran Sungai Kalimaron Trawas….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL.14

11 RUMAH DI CIMARGA AMBRUK AKIBAT TANAH LONGSOR
Sedikitnya 200 keluarga di Kampung Janglapa, Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten hingga kini masih dihantui perasaan takut dan panik menyusul ambruknya 11 rumah di wilayah itu akibat tanah longsor. Ambruknya rumah warga itu terjadi karena semakin besarnya debit dan volume air Sungai Cisimeut sehingga menyebabkan tanah yang terdapat di sepanjang tepi sungai itu terus terkikis dan pada akhirnya terjadi tanah longsor.Ke-11 rumah warga yang ambruk itu terletak di bantaran Sungai Cisimeut….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL.14

AKIBAT PENEBANGAN HUTAN SPESIES MAMALIA TERANCAM PUNAH
Sejumlah spesies binatang mamalia besar seperti gajah, harimau, badak, kijang dan berbagai jenis burung serta tumbuhan langka, yakni bunga bangkai Rafflesia yang terdapat di Pulau Sumatera, terancam punah. Ancaman kepunahan itu terjadi akibat eksploitasi besar-besaran sumber daya hutan.Menurut Kepala Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dedy Darnaedi ancaman tersebut terutama disebabkan, aktivitas manusia yang melakukan penebangan liar, eksploitasi sumberdaya alam besar-besaran…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL.15

222 PERUSAHAAN CEMARI ALAM
Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan, 222 perusahaan mencemari lingkungan sepanjang 2004-2005. Sebanyak 172 perusahaan masuk ke dalam peringkat hitam. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kemarin di Jakarta, 46 perusahaan pencemar itu bergerak di industri tekstil……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. A7

DPR LAPORKAN KASUS LIMBAH BERACUN KE KPK
Tidak tuntasnya penanganan penyelesaian kasus impor limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di Pulau Batam, ditengarai merupakan bentuk kolusi antara aparat pemerintahan dengan para pelaku. Akibatnya, para pelaku masih bebas berkeliaran, padahal hasil kajian yang dilakukan oleh Panitia Kerja Komisi VII DPR, banyak ditemukan penyimpangan dalam kasus impor limbah itu yang melibatkan sejumlah pejabat dan pengusaha…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 JANUARI 2006, HAL.15

POLISI SITA 16 KAPAL KAYU
Kepolisian Daerah Banten menangkap 16 kapal yang memuat 3.500 meter kubik kayu, yang disinyalir sebagai pembalakan liar dari hutan di Sumatera dan Kalimantan. Kayu-kayu itu akan diturunkan di Pelabuhan Karanghantu, Banten…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. A9

PENGELOLAAN SAMPAH : BELUM MENJADI PRIORITAS PEMBANGUNAN
Pengelolaan sampah dan kebersihan belum termasuk prioritas dalam pembangunan di Indonesia. AKibatnya banyak sampah menumpuk dimana-mana dan menimbulkan berbagai masalah. Menurut ketua Asosiasi Persampahan Indonesia Sri Bebasari pendanaan, sarana dan prasarana pengelolaan sampah masih kurang dengan kebutuhan yang ada…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 20 JANUARI 2006, HAL. 18

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup