KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMERINTAH TERENGAH-ENGAH DITENGAH HUJAN BENCANA
Panggung republik ini tidak pernah sepi dari bencana yang datang susul-menyusul. Getaran sebuah bencana belum usai, sudah muncul musibah lain yang tidak kalah hebat getarannya. Tak ayal negeri ini sungguh sibuk mengurus bencana dan akibat-akibatnya.Kepedihan akibat bencana tsunami 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara belum berkurang, sekadar menyebut contoh, sudah datang musibah lain, yakni longsor di tempat pembuangan akhir sampah Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, 21 Februari 2005. Lebih dari 110 orang meninggal akibat longsor hebat itu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 1

KELAPARAN DI YAHUKIMO, 80 ORANG MENINGGAL
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Papua bertambah menjadi 80 orang. Sebelumnya dilaporkan 57 orang meninggal dunia (Pembaruan, 17/12)…………….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 1 BERITA TERKAIT : PEMKAB AJUKAN RP 68 MILIAR, MEDIA INDONESIA, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 12

PEMKOT BOGOR PROTES DISEBUT KOTA TERKOTOR
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memprotes panitia penilaian kebersihan kota itu, yang memasukkan Kota Bogor katyagori kota terkotor di indonesia. Tim dari Dinas Kebersihan dan Lingkunagn Hidup (KLH) Pemkot Bogor akan meminta klarifikasi hal penilaian ini ke Jakarta, Senin (19/12) ini….. BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 19 BERITA ETRKAIT: DPRD KOTA BOGOR: PRIORITASKAN KEBERSIHAN, REPUBLIKA, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 7 (KALAM)

BISANYA CUMA MENILAI, NOLONGIN KAGAK

Pada awalnya, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengaku biasa-biasa saja setelah adanya penilaian bahwa Kota Tangerang sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia. Namun dikatakan, penilaian itu subjektif dan indikatornya tidak jelas. Menurut Wahidin kotor indikatornya atau parameternya apa? KLH (redaksi) bisanya cuma menilai, nolongin kagak…… BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 19

TERANCAM, PEMANFAATAN AIR TANAH DI JAKARTA
Sumber air bersih untuk warga Jakarta sebagian besar mengandalkan air tanah. Secara teknis dari sisi pengguna, pemanfaatan air tanah memberikan kemudahan karena tersedia dengan mudah. Namun, semakin lama pemanfaatan air tanah semakin terancam antara pengambilan dan pengisian kembali air tanah….. BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 15

PASCA BANJIR DI ASAHAN WARGA TERSERANG PENYAKIT
Sejumlah masyarakat korban banjir di empat kecamatan, yakni Kecamatan Meranti, Simpang Empat, Sei Balai dan KAbupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut( mulai terserang penyakit demam dan gatal-gatal. Penyakit tersebut merebak di tengah amsyarakat menyusul terjadinya banjir pekan lalu. Jumlah warga yang terserang penyakit mencapai puluhan orang….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 14

KOTA TERKOTOR VS KOTA TERBERSIH
Kita sedang memasuki paradigma berpikir baru. Hal itu muncul ketika Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan kota-kota terbersih dan terkotor di Tanah Air, akhir pekan lalu. Tentu saja hal ini mengejutkan. Bagaimana tidak, selama ini kita hanya mengenal lomba kota terbersih. Dan, kota yang bersih mendapatkan Piala Adipura. Piala ini selalu menjadi idaman para bupati atau wali kota. Dengan segala cara mereka berusaha membangun kota yang bersih, plus lobi sana lobi sini untuk menggondol Piala Adipura, sebagai pengakuan kinerja bupati atau wali kota dalam membangun kotanya…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 19 DESEMBER 2005, HAL. 8

ANGIN PUTING BELIUNG LANDA KALTENG
Angin puting beliung yang melanda Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (18/12) mengakibatkan robohnya tenda dan dinding Gereja Kristen Evangelis Sakatik di Desa Kahayan Tengah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi, 12 orang cedera dan harus dibawa ke rumah sakit setempat… BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 24 BERITA TERKAIT: PUTING BELIUNG LANDA KALTENG GEREJA AMBRUK, 13 LUKA, MEDIA INDONESIA, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 7

Sumber
Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup