KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PRIORITAS PENGELOLAAN AIR
Dana Alokasi Khusus (DAK) 2006 bidang lingkungan hidup sebesar Rp 112 miliar yang akan dibagikan kepada 333 kabupaten/kota pada 2 Januari 2006, dikhususkan untuk pengelolaan air. Dari total 440 kabupaten/kota di Indonesia, ada 111 kabupaten di tiga provinsi yang tidak menerima dana.Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 355 Tahun 2005 tentang Petunjuk Teknis Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bidang Lingkungan Hidup Tahun 2006, disebutkan bahwa fenomena alam akhir-akhir ini menunjukkan kondisi air terus terancam kuantitas dan kualitasnya.â€Â?Bukan hanya Indonesia, di seluruh dunia air telah semakin langka sehingga harus dijaga kelestariannya,â€Â? kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, usai membuka Sosialisasi Pemanfaatan Kegiatan Dana Alokasi Khusus Lingkungan Hidup Tahun 2006 di Jakarta, Selasa (20/12)………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 21 DESEMBER 2005, HAL. 13

DAS BAJARU GUNDUL
Daerah Aliran Sungai (DAS) Bakaru di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, akhir-akhir ini diketahui dalam kondisi gundul. Ini diperkirakan menjadi penyebab utama laju sedimenatsi di Waduk Bakaru sangat tinggi dan jika tidak segera diatasi akan memperparah krisis listrik di daerah itu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 21 DESEMEBR 2005, HAL. 24

DITOLAK, AREAL RAWA DIJADIKAN LAHAN SAWIT
Belasan hektar rawa di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, dan Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) mulai digarap dan perusahaan swasta untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Namun, warga menolak rencana tersebut karena dinilai akan merusak kawasan serapan air sekaligus menghilangkan penghasilan warga yang tergantung pada rawa itu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 21 DESEMBER 2005, HAL. 24

RIBUAN HEKTARE LAHAN HTI JADI AREAL TAMBANG
Di tengah upaya rehabilitasi hutan dan pengembangan hutan tanaman industri, kawasan hutan di Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak tumpang tindih dengan sektor lain, bahkan hancur karena menjadi areal pertambangan batu bara, misalnya pertambangan batu bara di areal 1.800 hektar dari 4.000 hektar lahan HTI di Kabupaten Hulu, Sungai Selatan, Kalsel…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 21 DESEMBER 2005, HAL. 24

LAHAN TAK PRODUKTIF, RATUSAN TRANSMIGRASI MINGGAT
Sebanyak 174 keluarga atau 370 warga transmigrasi lokal di Desa Mesir Dwi Jaya, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, meninggalkan lokasi transmigrasi karena semakin miskin. Lahan yang disediakan pemerintah bagi mereka ternyata tergolong lahan tidak produktif……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 21 DESEMBER 2005, HAL. 25

PEMDA DIMINTA LEBIH SERIUS TANGANI LINGKUNGAN
Pemerintah Daerah (pemda) bersama instansi terkait di daerah agar lebih serius dalam menangani setiap permasalahan lingkungan untuk mencegah terjadi kerusakan yang semakin parah. Penegakan hukum pada setiap pelanggaran atau perusak lingkungan harus dilakukan secara konsisten. Hal tersebut dikemukakan Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Penataan Lingkungan Hoetomo MPA kepada Antara di Manado, Senin (19/12)…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 15

WANITA UJUNG TOMBAK JAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN
Wanita harus dikedepankan menjadi ujung tombak dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sebab, wanita memiliki naluri alamiah seperti kasih sayang. Apalagi sebagai ibu, wanita berperan besar dalam membentuk kepribadian anak untuk mencintai lingkungan hidup, demikain dikatakan Ketua Bidang Lingkungan Hidup Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Sally Sudrajat di Jakarta, Selasa (20/12)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 15

MENHUT MINTA TIM PEMBERANTASAN PEMBALAKAN LIAR PROVINSI RIAU DIBUBARKAN
Menteri Kehutanan (Menhut) KS Kaban meminta Tim 9, yang dibentuk berdasarkan surat keputusan Gubernur Riau untuk mengatasi pembalakan liar dibubarkan. Kinerja tim tersebut sarat manipulasi dan menyimpan dari prosedur dan aturan. Bahkan dari sejumlah bukti yang diterima Menhut, kinerja Tim 9 justru merugikan negara, karena mereka “bermain mata” dengan para pembalak liar. “Saya memerintahkan PPNS (penyelidik pegawai negeri sipil) Departemen Kehutanan untuk penyidik sampai tuntas Tim 9 ini. Dari laporan para saksi yang diperiksa, rupanya Tim 9 sudah sering melakukan hal serupa, meloloskan kasus pembalakan liar. Mereka sering memanipulasi data kayu hasil pembalakan liar yang tertangkap. Karena itu saya minta tim ini disidik sampai tuntas dan bahkan dibubarkan saja,” kata Menhut di Jakarta, Senin (19/12)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 20 DESEMBER 2005, HAL. 6

PULAU-PULAU YANG TERANCAM
Pada peringatan Hari Nusantara di Bitung, Sulawesi Utara, Tanggal 13 Desember lalu. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi kembali menegaskan, semua daya dan tenaga harus dikerahkan untuk mensejahterakan masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir umumnya masih hidup dalam kemiskinan. Ia juga mengingatkan tidak boleh lag iada pulau di negeri ini yang lepas ke negara lain, seperti Sipadan dan Ligitan yang berpindah tangan ke Malaysia……………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 20 DESEMBER 2005, HAL. 11

ULAH MANUSIA ANCAM LINGKUNGAN
Ulah manusia diperkirakan akan menjadi ancaman terbesar bagi kelestarian lingkungan di Nanggroe Aceh Darussalam. Bahayanya malah jauh lebih besar ketimbang tsunami yang meluluhlantakan Aceh 26 Desember 2004. “Kegiatan masyarakat yang tidak terkendali akan membawa dampak buruk bagi lingkungan,” komentar Jerker Tamelander dari World Conservation Union……. BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 21 DESEMBER 2005, HAL. 20

179 PULAU DI SUMUT BELUM PUNYA NAMA
Kasus Ambalat nampaknya menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut). Apalagi setelah diketahui sebanyak 179 pulau di daerah ini ternyata belum punya nama dan di antaranya berbatasan langsung dengan daerah negeri tetangga. Atas dasar ini, Pemprov Sumut akan melakukan identifiaksi terhadap pulau-pulau tersebut pada Januari 2006 mendatang……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA 21 DESEMBER 2005, HAL. 21

KORBAN LONGSOR DIRELOKASI
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) akan merelokasi 118 warga Kampung Pasimaneuh, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikadu, korban tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (10/12) yang menewaskan dua warga. Menurut Kepala Subbag Penanganan Bencana Alam Kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat Hilman, evakuasi warga akan dilaksanakan pekan ini…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 21 DESEMBER 2005, HAL. A11

BADAI MEMBUAT NATAL JADI KELABU
Badai Eddy dengan kekuatan 50 hingga 60 knot atau setara 100 kilometer per jam, yang menerjang Kabupaten Pulai Pisang, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (18/12), telah membuat perayaan Natal di gereja Kristen Evangelis Sakatik menjadi cerita duka……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 21 DESEMBER 2005, HAL. 2

Sumber
Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup