KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BERHARAP HUKUM ITU DITEGAKKAN
Ketika Teluk Buyat di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) dinyatakan tercemar oleh tim terpadu yang dibentuk oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) banyak pihak yang berharap penegakan hukum terhadap pelanggaran-pelanggaran lingkungan hidup benar-benar dilakukan secara tidak pandang bulu. Pemerintah langsung melakukan upaya hukum baik secara pidana maupun perdata. Melalui KLH sebagai instansi yang berwenang mengurus lingkungan hidup, pemerintah mengajukan NMR dan direkturnya, Richard B Ness, sebagai tersangka pencemaran di Teluk Buyat dengan melanggar UU No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 22 FEBRUARI 2006, HAL. 11 BERITA TERKAIT: US$ 30 JUTA UNTUK KESEJAHTERAAN DI BUYAT, SUARA PEMBARUAN, RABU 22 FEBRUARI 2006, HAL. 11; KASUS LINGKUNGAN SELESAI DENGAN UANG?, SUARA PEMBARUAN, RABU 22 FEBRUARI 2006, HAL. 11

JAWA BARAT CENDERUNG TOLAK PENYUDETAN CITANDUY
Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih belum memutuskan sikapnya soal proyek penyudetan atau pembelokan aliran sungai Citanduy. “Prinsip kami sepanjang membuahkan hasil menguntungkan bagi kedua provinsi, yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah, kami tidak menolak. Tapi seperti telah dipaparkan, sudetan itu menimbulkan banyak implikasi, terutama pembuangan lumpur yang bisa mencemarkan lingkungan,” kata Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, Selasa (21/2) di gedung Sate Bandung…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 22 FEBRUARI 2006, HAL. 14

HARI PEDULI SAMPAH DICANANGKAN
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mencanangkan 21 Februari 2006 sebagai Hari Peduli Sampah. “Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di TPA Leuwilang di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar di Jakarta, Selasa (21/2)…. BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 22 FEBRUARI 2006, HAL. 15

MEMPERJUANGKAN TAMAN NASIONAL
Tidak mudah memperjuangkan kawasan karsat di Bantimurung dan sekitarnya di kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, untuk menjadi taman nasional, terlebih sebagai warisan dunia (World Heritage). Apalagi di kawasan itu sudah ada dua pabrik semen besar yang melakukan penambangan kapur………………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 FEBRUARI 2006

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup