KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

3 JUTA HEKTARE DAS SUNGAI MUSI KRITIS
Lahan seluas tiga juta hektar di DAS Sungai Musi atau anak sungai lain di Sumatera Selatan dalam kondisi kritis dan gundul akibat penebangan liar dan perambahan. Kondisi itu berbahaya karena potensial memicu banjir bandang dan longsor.Daerah aliran sungai (DAS) Sungai Musi termasuk kritis karena sudah gundul dan hanya ditumbuhi semak belukar sehingga kehilangan daya serap air dan penguat struktur tanah.Dari tiga juta hektar lahan di DAS Sungai Musi dan anak sungai lain yang kritis, sebanyak 370.000 hektar di antaranya adalah hutan lindung. Sekitar 1,3 juta hektar adalah kawasan lindung di luar hutan dan 1,3 juta hektar kawasan budidaya pertanian. Lahan kritis antara lain di Kabupaten Musi Banyuasin, Musi Rawas, Banyuasin, dan Ogan Ilir………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. 24.

3KORBAN LONGSOR MANGGARAI JADI LIMA ORANG
Korban bencana di Kampung Rongkat, Desa Renaka, Kecamatan Wae Ri’i tersebut teridentifikasi bernama Robertus Delima, 50, seorang petugas kesehatan pada Dinas Kesehatan Manggarai. Ia ditemukan terimbun ongsor sedalam lima meter…………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. 6; BERITA TERKAIT : BENCANA ALAM DI BERBAGAI DAERAH :LONGSOR DI MANGGARAI PULUHAN TERTIMBUN, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 JANUARI 2006, HAL. 1; BERITA TERKAIT: LONGSOR LANDA DUA PROVINSI, KORAN TEMPO, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. A8

32011 HUTAN DAS BATANGHARI TINGGAL 10 PERSEN
Diperkirakan pada enam tahun mendatang atau di tahun 2011, tutupan hutan daerah aliran sungai (DAS) Batanghari Provinsi Jambi diperkirakan hanya tinggal 10 persen. Kondisi itu akan mengakibatkan kemerosotan seluruh aspek tata air secara drastis dialiran salah satu sungai terpanjang di Indonesia.Banyak faktor yang menyebabkan penurunan fungsi hidrologi DAS terbesar kedua di Sumatera ini dan data dari dari kaji ulang serta analisis yang dilakukan Pokja Monitoring dan Evaluasi DAS Batang Hari beberapa waktu lalu. Selama satu tahun terakhir, disimpulkan penyebab penurunan fungsi hidrologi DAS Batanghari adalah dampak iklim ektrim, dampak deforestasi dan dampak kebun sawit…………….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 JANUARI 2006, HAL. 15

3MENKO KESRA : BANJIR DAN LONGSOR DI BIMA AKIBAT PEMBABATAN HUTAN
Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie menyatakan, bencana banjir dan tanah longsor di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), akibat pembabatan hutan di daerah itu. Menko Kesra juga menyatakan berencana mengunjungi NTB Selasa (24/1) untuk melihat kondisi lapangan daerah yang terkena bencana tersebut.Hal itu dikemukakan Menko Kesra Aburizal Bakrie kepada Pembaruan di Jakarta, Senin (23/1). Aburizal juga menyatakan, selain Bima, pihaknya juga telah menerima laporan dari Bima soal banjir dan tanah longsor di Sumbawa dan Sambelia, NTB…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 JANUARI 2006, HAL. 4

3DINAS KEHUTANAN SUMUT SITA KAYU PEMBALAKAN LIAR
Dinas Kehutanan Sumut menyita tujuh truk yang mengangkut kayu olahan hasil pembalakan liar (illegal logging) di Jl Medan- Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).Selain kayu, petugas Dinas Kehutanan juga menggiring pengemudi truk beserta barang bukti ke Kantor Dinas Kehutanan Sumut. Kepala Dinas Kehutanan Sumut, Prie Supriadi, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (23/1), membenarkan pihaknya menyita tujuh truk yang memuat kayu olahan hasil pembalakan liar dari kawasan Lubuk Pakam…………….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 JANUARI 2006, HAL. 14

311 KECAMATAN BANJIR
Akibat hujan berkepanjangan, sawah di 11 kecamatan di Cirebon terendam air. Kepala Dinas Pertanian Cirebon Ali Efendi mengatakan, data sementara luas area pertanian yang terendam banjir meliputi 1.351 hektare tanaman padi dan 52 hektare tanaman bawang………….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. A9

3BOGOR RAWAN LONGSOR
Sedikitnya 9 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rawan longsor. Potensi bencana ini menjadi makin gawat saat wilayah perbukitan itu diguyur hujan dengan curah tinggi…………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. A12

3PENAMBANGAN BATU DI BUKIT KUNYIT AKHIRNYA DITUTUP
Setelah puluhan tahun berjalan, Pemerintah Kota Bandar Lampung akhirnya menutup penambangan batu putih di Bukit Kunyit, Bandar Lampung. Kegiatan di kawasan itu difokuskan kepada kegiatan jasa dan pariwisata, seperti tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 4 Tahun 2004.Akibat penambangan liar dan tak terkendali, Bukit Kunyit kini tak ubahnya tumpukan batu. Hampir seluruh bukit itu telah tergerus alat berat dan penambangan manual………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. 24.

3JANGAN BUANG SAMPAH KE LUAR RUMAH: DI JEPANG, SAMPAH DIURUS 16 MENTERI
Sampahku bukan urusanku.Tahun depan, tak seorangpun bisa berseloroh demikian. Paling tidak di DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberlakukan aturan keras soal sampah. Tak boleh ada sampah yang keluar rumah, jadi sampah harus diolah sendiri oleh yang empunya rumah………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. 22

3AKSES DIPUTUS, PEMBALAK DEMO: BANYAK KAYU LIAR TERPERANGKAP
Pemutusan 24 akses liar dari Hutan Tanaman Industri PT Riau Andalan Pulp and Paper ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo menuai protes pembalak liar dari Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam.Pemutusan akses liar menuju Taman Nasional Tesso Nilo ini merupakan tindak lanjut dari Surat Gubernur Riau Nomor 522/Dishut/51.01 tanggal 6 Januari 2006 tentang Sosialisasi Pengamanan Hutan Tesso Nilo.Pemutusan akses dilakukan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dipantau oleh World Wide Fund (WWF) for Nature wilayah Riau dan pemerintah daerah setempat………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 JANUARI 2006, HAL. 24.

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup