KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP BONGKAR PENIMBUNAN 300 TON BAHAN BERACUN
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) membongkar penimbunan 300 ton bahan beracun dan berbahaya (B3) di sebuah lokasi di Kawasan Industri Jakarta Bekasi Cikarang (Jababeka), Desa Tanjung Sari, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (22/2) kemarin. Bahan beracun yang merupakan limbah industri itu berbentuk paste sludge yang dimasukkan dalam jumbopack ukuran satu metrik ton. Asisten Deputi Urusan Pemulihan Lingkungan KLH, I Ketut Muliartha, menyebutkan pembongkaran itu dilakukan menggunakan sejumlah alat berat karena kuantitasnya yang banyak. Menurutnya limbah B3 itu berada di bawah tanggung jawab PT Dong Wou Indonesia, sebuah perusahaan pengolah limbah industri…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 23 FEBRUARI 2006, HAL. 15

TERUMBU KARANG DAN MANGROVE DI BATAM RUSAK
Kondisi lingkungan perairan Kota Batam di Kepulauan Riau makin memprihatinkan. Pembangunan fisik infrastruktur kota dinilai tidak berbasis lingkungan sehingga mengakibatkan 60 persen terumbu karang musnah dan 70 persen hutan mangrove tergerus. Rusaknya lingkungan alam Kota Batam terlihat nyata di sepanjang gugusan Pulau Batam, Rempang, dan Pulau Galang (Barelang), serta pulau-pulau kecil lainnya yang saat ini telah terhubung oleh tujuh jembatan. Di sepanjang Pantai Barelang tampak semburat warna coklat, menandakan endapan erosi tanah di sekitarnya…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL. 23

PENEBANGAN LIAR: MEULABOH RAWAN BENCANA
Pembalakan hutan secara liar di pegunungan antara Geumpang, Kabupaten Pidie, hingga Tutut, Kabupaten Aceh Barat, kian parah. Padahal kawasan itu menjadi daerah tangkapan air hujan bagi Kota Meulaboh. Selain terancam bencana longsor dan banjir, juga merusak persediaan air bersih penduduk Meulaboh ke depan.Dari pengamatan Kompas, Rabu (22/2), pembalakan liar itu terjadi di pingir jalan Geumpang- Tutut, jalan lintas utama Banda Aceh ke Meulaboh pascatsunami. Lahan bekas hutan yang gundul dibiarkan telantar…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL. 24

PEMBUKAAN LAHAN SUMBER AIR TOPA DILARANG
Pemerintah Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, melarang pembukaan lahan di sekitar kawasan tangkapan air Topa demi melindungi sumber air bersih di kabupaten itu. Warga juga tidak boleh menanami lahan kawasan tersebut dengan tanaman yang sifatnya mempercepat peresapan air laut.Kebijakan itu ditempuh Pemkab Selayar demi kelangsungan sumber mata air Topa, yang selama ini menjadi sumber air bersih Kabupaten Selayar. Sumber air Topa terus menyusut akibat alih fungsi lahan yang tak tepat……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL. 24

SAATNYA PEMERINTAH GUNAKAN ENERGI TERBARUKAN
Untuk memenuhi kebutuhan listrik sebaiknya pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan energi berdasarkan kepada pembangkit listrik yang menggunakan energi yang murah dan terbarukan. Apalagi sebagai salah satu negara yang meratifikasi Protokol Kyoto (1997), hendaknya setiap kebijakan pemerintah di bidang energi seharusnya selalu mempertimbangkan dampak lingkungan dari emisi gas buangannya…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 23 FEBRUARI 2006, HAL.15

PERAMBAHAN : DELAPAN ORANG TERSANGKA KASUS PENJUALAN HUTAN
Kepolisian Resort Tulangbawang Lampung menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus penjualan lahan hutan di kawasan register 45 desa Sungaibuaya kecamatan Mesuji. Menurut Kapolres Tulangbawang Ajun Komisaris Besar Suyono kedelapan tersangka berasal dari perambah hutan dan pihak luar……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL. 6

153 PENYU DILEPAS DI PANTAI KUTA
Sebanyak 153 dan 158 ekor penyu hijau (Celonia mydas) hasil sitaan polisi Bali di Pantai Kuta, Kamis (23/2). Penyu-penyu itu disita dari KM Karya Mandiri yang melintas di Selat Badung pada Rabu (22/2). Tiga ekor di antaranya kedapatan telah mati, dan dua lainnya dititipkan di kolam milik BKSDS Bali untuk barang bukti perkara pidana…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL. 21

BRR ACEH-NIAS DIMINTA KAJI JALUR JANTHO: JALAN SEPANJANG 18 KIL0METER MELINTASI CAGAR ALAM HUTAN PINUS
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh meminta Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias mengkaji ulang rencana pembukaan kembali jalur Jantho-Keumala, Aceh Pidie, sepanjang 43 kilometer…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL. A7

PEMBALAKAN LIAR RUGIKAN NEGARA RP 20 MILIAR
Kerugian negara akibat pencurian kayu oleh sembilan kapal yang ditangkap Kepolisian Air dan Udara Jawa Barat diperkirakan mencapai miliaran rupiah…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL. A9

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup