KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MENNEG LH RACHMAT WITOELAR: PEMBANGUNAN MENARA SUTET TAK MILIKI AMDAL
Pembangunan menara jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang belakangan ini mendapatkan banyak protes dari warga masyarakat, ternyata tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Hal ini ditegaskan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Rachmat Witoelar, kepada wartawan seusai berdialog dengan kalangan masyarakat soal isu lingkungan, di kantor Dewan Pemerhati Kebudayaan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (24/1). Dikatakan, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Amdal disebutkan bahwa semua usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup harus dilengkapi Amdal………….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JANUARI 2006, HAL. 14

KELUARGA ADUKAN TPA CITATAH KE MENNEG LH
Sedikitnya 200 keluarga dari RW 12 Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung, menolak berdirinya TPA Citatah. Penolakan yang berbentuk pernyataan dari warga diserahkan kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Rachmat Witoelar, Selasa (24/1), di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Penasihat Forum Stop TPA Citatah, Yuddi Agustiar mengatakan, lebih dari 200 keluarga Citatah membubuhkan tanda tangan sebagai tanda penolakan TPA Citatah…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JANUARI 2006, HAL. 14

BAKTERI E COLI CEMARI SUMUR WARGA
Sebagian besar air sumur di wilayah Kabupaten Tangerang sudah tercemar bakteri E Coli sehingga tidak layak untuk diminum. Kandungan E Coli pada sumur warga khususnya di 10 Kecamatan itu sudah melebihi ambang batas normal yakni di atas 50/100mili liter.Menurut Kepala Bidang Pemberantasan Penularan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas kesehatan Kabupaten Tangerang, Yuliah Iskandar, berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air bersih bakterilogis dan fisika/kimia tahun 2005, dari 400 sampel air sumur dan sumur pompa milik warga di Kecamatan Sepatan, Sukadiri, Teluk Naga, Kresek, Cisoka, kronjo, Jayanti, Serpong dan Legok hanya 126 atau 31,5 persennya yang memenuhi syarat….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JANUARI 2006, HAL. 19

PERKEBUNAN SAWIT 2 JUTA HEKTARE TAK TRANSPARAN
Rencana pengembangan dua juta hektare (ha) perkebunan kelapa sawit di perbatasan Kalimantan akan menimbulkan implikasi pembabatan hutan di wilayah ini. Di dalam hutan itu terdapat kawasan konservasi, hutan produksi, dan perkebunan milik rakyat. Menurut pengamat ekonomi, Faisal Basri rencana pengembangan perkebunan sawit itu juga tidak dilakukan transparan sehingga wajib ditolak apalagi dampak negatifnya sangat tinggi……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JANUARI 2006, HAL. 6

TARETA SELAMATKAN LAHAN KRITIS
Masyarakat petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tareta (KTT) Desa Togubang, Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan ( Madura ) Jawa Timur, berhasil menyelamatkan lahan kritis seluas 270 hektare dengan menanam pohon jati. “Usaha ini kami lakukan sejak tahun 1978, pada awalnya masyarakat banyak yang merusak jika kami menanam pohon jati pada lahan yang gundul ini, “kata Ketua Kelompok Tani Tareta, Musahwi kepada ANTARA, Selasa (24/1). Upaya menyelamatkan kawasan hutan tersebut melibatkan 60 anggota KTT……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JANUARI 2006, HAL. 15

8900 HEKATARE HUTAN KRITIS DIREHABILITASI
Kepala Sub Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andri Wahyono, kepada Pembaruan, Selasa (25/1) mengatakan, kerusakan hutan di wilayahnya mencapai 600.000 hektare (ha). Kerusakan sebagian besar disebabkan aktivitas tambang inkonveksional (TI) dan para penambang setelah menghentikan usahanya lahannya ditelantarkan. Dari jumlah tersebut seluas 330.000 ha atau seluas 55 persen dalam kondisi kritis……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JANUARI 2006, HAL. 14

BANJIR DAN LONGSOR LANDA DUA PROPINSI
Hujan deras sepanjang hari Selasa dan Rabu (25/1) mengakibatkan setidaknya lima daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur dilanda banjir dan longsor. Di Pekalongan angin lisus merusak puluhan rumah, sedangkan di Jakarta gelombang laut yang tinggi menyebabkan satu kapal tongkang tenggelam. Bencana di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) itu terjadi akibat tingginya curah hujan sehingga tidak bisa ditampung lagi oleh sungai-sungai di wilayah tersebut. Hujan selama dua hari menyebabkan sebagian wilayah di tiga kabupaten di Jatim dilanda banjir dan tanah longsor……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. 1

MEKANISME PEMBANGUNAN BERSIH : ENAM PROYEK DISETUJUI KOMNAS MPB
Mekanisme pembangunan bersih di Indonesia yang memungkinkan pemerintah daerah atau pihak swasta menjual potensi penyerapan karbon, hingga kini telah menghasilkan enam proyek yang disetujui Komisi Nasional Mekanisme Pembangunan Bersih. Kini, keenam proyek tersebut divalidasi di tingkat Badan Eksekutif MPB sebelum akhirnya diputuskan layak tidak masuk pasar karbon internasional. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup (MENNEG LH) Rachmat Witoelar mekanisme ini membuktikan bahwa memelihara lingkungan ada keuntungan ekonomisnya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. 13

ALIH FUNGSI LAHAN ANCAM IRIGASI BESAR JADI MUBAZIR
Tingginya laju alih fungsi lahan pertanian sejak sepuluh tahun terakhir ternyata mengancam keberadaan sejumlah irigasi besar di Provinsi Bengkulu. Beberapa irigasi besar yang dibangun dengan dana miliaran rupiah saat ini terancam mubazir karena tidak bisa dimanfaatkan optimal akibat menyusutnya areal persawahan yang pada awalnya dirancang bakal diairi oleh irigasi-irigasi besar tersebut. Data Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Bengkulu mencatat, beberapa irigasi besar yang terancam mubazir itu antara lain irigasi Air Seluma di Kabupaten Seluma, dan irigasi Muko-Muko di Kabupaten Muko-Muko…………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. 24

REKONSTRUKSI SALAHI CETAK BIRU : PERMUKIMAN DI ACEH BESAR DIBANGUN HANYA 10 METER DARI BIBIR PANTAI
Rekonstruksi permukiman di pesisir pantai Aceh Besar menyalahi cetak biru pembangunan kembali Aceh pascatsunami. Ratusan rumah penduduk di Desa Kajhu dan Mutiara Cemerlang, Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar dibangun hanya 10 meter dari bibir pantai. Sesuai dengan ketentuan dalam cetak biru (blue print) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tidak ada bangunan permukiman penduduk pada radius 500 meter dari bibir pantai. Pada radius 500 meter diusulkan dijadikan daerah penyangga yang efektif untuk mengurangi kecepatan dan ketinggian tsunami………………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. 24

MENNEG LH MINTA GALIAN C DIHENTIKAN
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar meminta pemerintah daerah segera mencabut izin galian C jika galian C itu mengganggu lingkungan. Menurut Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa Sudarsono, pihaknya tengah menangani kasus galian C di Cigebok, Mandalawangi, Leuwigajah….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. 21

BADAI BARU ANCAM INDONESIA
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatologi Semarang (Jawa Tengah) Widada Sulistya mengatakan meski badai Darty yang terjadi dibarat Australia sudah sirna, ancaman badai belum punah dari wilayah Indonesia. Cuaca terbaru yang perlu diwaspadai saat ini adalah munculnya pusaran benih baru di pantai utara Australia. “Tepatnya di Teluk Carpentaria sebagai dampak msuim panas disana,” kata Widada di Semarang kemarin…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. A8

PENAMBANGAN LIAR DITUTUP
Tiga titik penambangan pasir liar di Desa Kamiri, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), terpaksa ditutup pemerintah daerah (pemda) setempat kemarin………….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. A8

AIR JAKARTA MAKIN TERCEMAR
Kondisi air Jakarta makin buruk. Air yang biasa digunakan penduduk Ibu Kota ini tercemar secara mikrobiologi dan oleh bahan-bahan kimia. Berdasarkan data di Kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jakarta, tingkat pencemaran air telah mencapai 50 persen. Bahkan di beberapa wilayah pencemaran airnya sudah 90 persen……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 26 JANUARI 2006, HAL. A17

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup