KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TANAH LONGSOR LIMA ORANG TEWAS TERTIMBUN
Lima orang tewas tertimbun tanah longsor, dua orang luka berat akibat runtuhnya sebuah bukit di wilayah Kampung Mekar Wangi, Desa Panyidangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (24/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 1

PADANG BANJIR LUMPUR, DI CIANJUR LIMA ORANG TEWAS TERTIMBUN
Bencana alam kembali terjadi di tiga daerah. Hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu (25/9) mengakibatkan longsor di Kota Padang. Sementara itu, di Cianjur tanah longsor mengakibatkan lima orang tewas dan di Kalimantan Selatan angin puting beliung mengakibatkan puluhan rumah rusak.Hujan lebat menyebabkan longsor di Kelurahan Teluk Bayur, Kelurahan Aia Manih, dan Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Sumatera Barat.Longsor juga kembali terjadi di Bukit Lantiak. Jika pada 2 September lalu longsor mengakibatkan rumah 247 keluarga terkepung lumpur, kali ini 278 keluarga atau 1.300 jiwa yang terkepung banjir lumpur……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 26 SEPTEMBER 2005, HAL.15 BERITA TERKAIT: RATUSAN RUMAH TERGENANG LUMPUR DI PADANG, REPUBLIKA, SENEN 26 SEPTEMEBR 2005, HAL. 21

PENJUALAN PENYU MARAK: PELEPASAN ANAK PENYU DI PANTAI SAMAS, BANTUL
Perdagangan penyu masih marak terjadi di kawasan pantai selatan Pulau Jawa. Setiap tahunnya tercatat sekitar sekitar 1000 ekor penyu dibantai di pantai selatan untuk diolah menjadi kerajinan serta diperjualbelikan bagian-bagian tubuhnya. sementara itu di Pantai nelayan dans ejumlah pencinta hewan liar melepas 21 tukik atau anak penyu dan tiga induknya ke habitat aslinya di Pantai Samas pada Hari Sabtu (24/9) dan HAri Minggu (25/9)…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENEN 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

DITOLAK, KOMERSIALISASI HUTAN ADAT
Pemuda Dayak menolak upaya menjadikan hutan adat di Kalimantan Timur sebagai kawasan budidaya kehutanan (KBK). Sebab, kerusakan hutan terrmasuk hutan adat pada masa otonomi daerah justru semakin hebat. Ketua Gerakan Pemuda Dayak Kalimantan Timur Apolos Agustinus, Sabtu (24/9) mengatakan hal ini di Samarinda, Kalimantan Timur. Menurut dia, pengusahaan hutan selama ini ternyata tidak menyejahterakan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan….. BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENEN 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

STATUS HUTAN DI KOLAKA DIUSULKAN JADI PERKEBUNAN
Kawasan hutan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang diklaim sebagai ‘hutan rakyat” dan telah diolah untuk ditanami kelapa sawit diakui pihak investor sebagai kawasan hutan produksi. Kawasan hutan tersebut kini diusulkan agar diubah statusnya menjadi kawasan budidaya perkebunan yang disebut areal peruntukan lain (APL). “Kami tidak akan mengulangi kesalahan membuka perkebunan di lahan berstatus kawasan hutan,” kata Direktur PT Damai Jaya Lestari Sudardjo kepada Kompas di Kendari, Sabtu (24/9)………………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENEN 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

PENEGAK HUKUM DIMINTA PEGANG KOMITMEN BERANTAS PEMBALAKAN LIAR
Menteri Kehutanan MS Kaban meminta aparat penegak hukum yang menangani kasus pembalakan liar (illegal logging) lebih hati-hati dan tetap menjunjung tinggi nurani. Pernyataannya itu terkait dengan akan digelarnya sidang praperadilan yang diajukan DL Sitorus, pengusaha yang ditahan Kejaksaan Agung atas tudingan perambahan dan pembalakan liar di kawasan hutan negara Register 40 Padang Lawas, Sumatera Utara. Seperti diketahui, DL Sitorus, bos PT Torganda itu ditahan aparat Kejaksaan Agung untuk ditahan di Jakarta pada Rabu (31/8). Penangkapan DL Sitorus didasarkan pada hasil temuan tim gabungan dari Departemen Kehutanan dan Kepolisian RI yang telah lama menyelidiki perambahan dan pembalakan liar di hutan Register 40 Padang Lawas……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 24 SEPTEMBER 2005, HAL. 14

2010 BANDUNG TANPA AIR BERSIH
Warga Bandung diminta mewaspadai kemungkinan kekurangan air bersih di masa mendatang “Besar kemungkinan pada 2010 Kota Bandung tidak akan memiliki air bersih lagi,” ujar Kepala Seksi Kawasan Konversi Air Tanah Direktorat Tata Lingkungan Geologi, Satriyo Hadipurwo, kemarin…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO 24 SABTU 2005, HAL. A12

TIGA JUTA HEKTAR GAMBUT DIBIARKAN TERLANTAR
Meski Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan gambut sekitar 3,01 juta hektar, hingga saat ini belum ada pedoman pengelolaannya secara benar. Lahan gambut yang tersebar di sejumlah kabupaten tersebut dibiarkan telantar dan pepohonan di atasnya ditebangi. Menurut Kepala Centre for International Co-operation in Management of Tropical Peatland (CIMTROP) Suwido H Limin, pemanfaatan gambut jangan lagi hanya dimaknai sebagai pembukaan lahan gambut untuk pertanian atau perkebunan. Pembiaran gambut sebagai konservasi penjaga air dan habitat tumbuhan hutan alami juga termasuk pemanfaatan, karena pohon yang tumbuh di atasnya juga bernilai ekonomi…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 24 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

KERESAHAN WARGA HUTAGINJANG
Akhir-akhir ini warga di Desa Hutaginjang, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundut, Sumatera Utara mulai resah. Itu terjadi lantaran penebangan hutan secara ilegal (illegal logging) kian marak di desa itu. Suara mesin pemotong kayu begitu bising membuat saya stres. Begitu juga suara mobil truk dan jib pengangkut kayu yang tiap hari lewat depan rumah ini, “ujar warga Desa hutaginjang, Opung Desi, 70……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, Senin 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 9

TOPAN RITA TERJANG DARATAN AMERIKA SERIKAT : PERINGATAN SERIUS TENTANG PEMANASAN GLOBAL
Topan yang melanda AS dalam beberapa pekan terakhir merupakan seruan bagi dunia soal bahaya pemanasan global. Peringatan itu disampaikan Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa Jan Egeland, Sabtu di London. Egeland mengatakan, topan yang merusak kehidupan sebagian orang di AS adalah akibat dari perubahan iklim global. â€Â?Saya kira hal itu merupakan seruan bagi setiap orang setelah AS dihantam dua topan besar, Katrina dan Rita,â€Â? katanya. Menurut Egeland , hampir semua pakar internasional yakin ada kaitan antara pemanasan global dan semakin garangnya keberadaan topan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 25 SEPTEMBER 2005, HAL. 1

ANGIN PUTING BELIUNG RUSAKKAN RUMAH WARGA CIGOMBONG
Bencana angin puting beliung menerjang puluhan bangunan rumah milik penduduk di Kampung Cienggong, Desa Cisalada, kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Akibat terpaan angin puting yang menyertai hujan es, puluhan rumah warga rusak berat. Dari pantauan hingga hari Sabtu (24/9) setidaknya 12 bangunan rumah milik warga dan satu kandang ayam milik H. Enoh rusak berat pada peristiwa yang terjadi pada Jum’at (23/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB itu….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENEN 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 7 (KALAM)

AMDAL TANJUNG API-API BERMASALAH
Rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-api di Pantai Timur Provinsi Sumatera Selatan yang akan digarap investor Malaysia, PT Orient Technology Indonesia dipersoalkan. Aliansi 12 LSM (Lembang swadaya masyarakat) peduli lingkungan hidup di Sumsel menggugat Sumsel keabsahan dokumen amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) pelabuhan itu. “Kami aliansi 12 LSM PLH sudah mengkaji dokumen amdal Pelabuhan Tanjung Api-api yang disusun CV Rekaprima Consultant ternyata dokumen tersebut dibuat asal-asalan dengan berbagai kejanggalan disana-sini. Ada kebohongan publik yang diungkap dalam dokumen amdal tersebut,” kata Subardin dari LBH Palembang yang menjadi juru bicara aliansi LSM tersebut, akhir pekan lalu….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENEN 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 16

NEGARA GAGAL KELOLA HUTAN
Kebakaran hutan yang setiap tahun terjadi merupakan bukti kegagalan peran negara dalam mengimplementasikan kebijakan dan penegakan hukum terhadap kepentingan hutan. Kebakaran hutan merupakan akibat dari persoalan pengelolaan hutan yang tidak terselesaikan. Dari perspektif ekonomi, peristiwa kebakaran hutan saat ini telah dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku baru yang mengambil keuntungan dari perusahaan dan pengusaha besar yang sudah sejak lama melakukan bisnis bidang kehutanan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 24 SEPTEMBER 2005, HAL. 6

KEMAMPUAN HUTAN TINGGAL 15 TAHUN LAGI
Kondisi hutan di Tanah Air makin memprihatinkan. Menurut Menteri Kehutanan MS Kaban, tingkat kerusakan hutan sudah mencapai 2,83 juta hektare per tahun. Kaban menyatakan dari total 120 juta ha hutan di seluruh Indonesia yang rusak sekarang sudah 59,3 juta ha. “Ibarat penyakit, hutan Indonesia ini sudah masuk stadium empat. Kalau tak ada perbaikan maka dalam waktu 15 tahun hutan kita akan habis,” jelas Menhut dalam acara pencanagan kegiatan Kecil Menanam Dewasa Memanen di Cianjur Jawa Barat, Sabtu (24/9)…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENEN 26 SEPTEMBER 2005, HAL. 16

Sumber:
KBUA, Perpustakaan Emil Salim
Kementerian Lingkungan Hidup