KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HUTAN ALAM UTUH DUNIA HANYA TERSISA DELAPAN PERSEN

Secara keseluruhan hanya delapan hutan alam utuh di dunia yang terjaga secara baik. Hutan yang mengalami kerusakan paling cepat saat ini berada di wilayah Asia dan Pasifik, terutama di Papua dan Papua Niugini. Menurut Grant Rosoman, juru kampanye hutan Greenpeace dari keselurahan hutan alam utuh yang tersisa itu, 35 persen berada di Amerika Latin, 28 persen Amerika Utara, 19 persen di Asia bagian utara, 8 persen di Afrika, 7 persen di Asia-Pasifik bagian selatan, dan kurang dari 3 persen di Eropa….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 29 MARET 2006, HAL. 12

BENCANA IKLIM AKIBAT PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Peristiwa bencana iklim yang menimpa negara kita akhir-akhir ini juga merupakan tumpukan masalah perubahan iklim yang notabene akumulasi panjang dari derita alam akibat kemajuan peradaban manusia. Akhir-akhir ini kita mengalami bencana iklim berupa banjir, kekeringan, tanah longsor, hujan badai, hujan es, angin puting beliung, dan lain- lain. Faktor akumulasi jangka panjang yang memberikan kontribusi terhadap bencana iklim lokal terdiri dari dua hal penting, yaitu perubahan iklim global dan perubahan tutupan lahan lokal…………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 29 MARET 2006, HAL. 38

PENGUPASAN BUKIT PASIR GUDANG TERUS BERLANGSUNG
Pengupasan tanah Bukit Pasir Gudang di Kampung Lengkong, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sampai Senin (27/3) lalu tetap berlangsung. Pengupasan tanah dilakukan dalam rangka persiapan menambang pasir hitam yang terkandung dalam bukit tersebut. Padahal, PT Kerta Jaga (bukan Kerta Jaya) yang melakukan pengupasan bukit itu masih menunggu keluarnya izin penambangan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 29 MARET 2006, HAL. 27

KELOLA LIMBAH TANPA IZIN RESMI DIPROTES WARGA
Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Antar-Organisasi (KAO) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/3), memprotes pengelolaan limbah PT Oh Sung Elektronik Indonesia di Jalan Sulawesi I, Kawasan Industri MM 2100, Cibitung oleh pihak ketiga tanpa surat izin.Pantauan di lapangan, massa memprotes kerja sama antara PT tersebut dengan CV Sindi Jaya sebagai pengelola limbah pabrik non bahan berbahaya beracun (B3) yang dihasilkan perusahaan tersebut…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 28 MARET 2006, HAL. 20

MENCERMATI DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH

Beberapa tahun terakhir ini, Alih fungsi lahan sawah beririgasi dan berproduktivitas tinggi jumlahnya mencapai sekitar 1,2 -1,5 persen per tahun dari luas baku sawah yang ada. Alih fungsi lahan sawah tersebut pada umumnya menjadi kawasan industri, perdagangan, permukiman, dan jalan tol. Pada tahun 2000-2002 Alih fungsi sawah mencapai 188 ribu hektare/tahun (BPS, 2004), masing-masing di Pulau Jawa (40 persen) dan luar Jawa (60 persen). Alih fungsi lahan sawah tersebut akan semakin dipercepat karena berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 28 MARET 2006, HAL. 9 BERITA TERKAIT: TIGA JUTA HA LAHAN TERANCAM DIALIHFUNGSIKAN, MEDIA INDONESIA, RABU, 29 MARET 2006, HAL. 12

20.000 HEKTARE LAHAN KRITIS DI BENGKULU SELATAN

Seluas 20.000 dari 52.000 hektare (ha) hutan di Kabupaten Bengkulu Selatan, saat ini dalam kondisi kritis. Hutan yang kritis tersebut terdapat di tiga kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Bengkulu Selatan, Junior Hafiz MP hutan kritis tersebut akibat dibabat masyarakat untuk dijadikan areal perladangan tanaman keras jenis kopi dan nilam. Selain itu, akibat aksi pembalakan kayu liar oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang bermukim di sekitar kawasan hutan lindung…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 28 MARET 2006, HAL. 14

FREEPORT MENYERAH PADA TEKANAN PEMERINTAH

PT Freeport Indonesia berjanji memenuhi rekomendasi pemerintah untuk memperbaiki cara mengelola lingkungan di area pertambangannya. Sikap Freeport ini terkait dengan penilaian pemerintah bahwa tingkat pencemaran akibat operasi perusahaan dari Amerika Serikat berkategori hitam……………………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 29 MARET 2006, HAL. A32

10.000 POHON BAKAU MATI
Sekitar 10.000 pohon bakau setinggi 30 cm yang ditanam untuk mengurangi abrasi pantai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mati akibat tumpahan minyak dari laut. Menurut Kepala Bappedalda Provinsi Bangka Belitung Tunggul Pakpahan, pihaknya tidak menduga adanya tumpahan minyak yang cukup tebal menyelimuti permukaan air laut dan kejadian ini betul-betul force majeur dan di luar perkiraan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 28 MARET 2006, HAL. 14

Sumber:
Perpustakaan Digital Kemenerian Negara Lingkungan Hidup
www.menlh.go.id