KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMBUANGAN TAILING FREEPORT TAK BERIZIN

PT Freeport Indonesia belum memiliki izin membuang limbah tailing sisa
penambangan emas dan tembaga di badan Sungai Aghwagon, Otonoma, Ajkwa dan
Minajerni, Papua. “Belum ada izin dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk
itu,” kata Asisten Deputi Menteri Lingkungan Hidup Urusan Pengelolaan Bahan
Beracuan dan Berbahaya (B3) dan Limbah, Rasio Ridho Sani, kepada Tempo
kemarin………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. A24

UJI EMISI MINIM SOSIALISASI

Sejumlah pemilik mobil mengaku belum pernah mendengar aturan yang mewajibkan
uji emisi bagi kendaraan roda empat pada Februari. Uji Emisi ini nantinya juga
akan dijadikan syarat untuk memperpanjang pengurusan surat tanda nomor
kendaraan. “Nggak tahu, tuh? kata Darmawan, pemilik mobil Toyota Soluna di
Jakarta kemarin……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 5 JANUARI 2006,
HAL. A13

PENGELOLAAN HUTAN GAGAL, PERHUTANI SULIT CEGAH PENEBANG LIAR

BAnjir Bandang di Jember disebabkan karena Perusahaan Hutan Negara Indonesia
(Perhutani) dinilai gagal mengelola hutan Jawa dengan membiarkan alih fungsi
hutan………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL.
24

BIAR HUTAN TIDAK JADI PETAKA

Setidaknya ada tiga masalah yang masih dihadapi kehutanan Indonesia saat ini.
Tiga masalah itu adalah laju kerusakan hutan yang sangat tinggi, kemiskinan
masyarakat lokal (masyarakat disekitar hutan), dan konversi kawasan hutan
menjadi kawasan non hutan. Masalah satu dengan yang lain saling berkaitan
sebab akar dari semua masalah itu adalah sama….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA
INDONESIA, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 4

PEMANASAN GLOBAL TAK TERHINDARI

Pemanasan global yang terjadi dipercaya sebagai akibat dari efek rumah kaca.
Efek rumah kaca sebenarnya secara alamiah sudah ada sejak dahulu, berupa
radiasi matahari yang sampai ke bumi, yang tidak 100 persen dipantulkan
kembali, tetapi tetap ada di atmosfer. Akibatnya, bumi tetap hangat dan hal
inilah yang dipercaya membuat bumi dapat didiami makhluk
hidup……………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 4 JANUARI 2006,
HAL. 11

KORBAN BANJIR BANDANG TERSERANG PENYAKIT

Bupati Jember MZA Djalal saat dikonfirmasi Pembaruan Rabu (4/1) pagi, mengakui
banyak anak dan orang tua yang sakit karena menahan hawa dingin tanpa berbekal
pakaian cadangan. “Mereka butuh perawatan keseluruhan, sebagian besar anak-
anak dan orang tua yang berada di tempat pengungsian menderita sakit demam dan
batuk,” ungkanya….BACA SELENGKAPANYA, SUARA PEMBARUA, RABU 4 JANUARI 2006,
HAL. 1+4
BERITA TERKAIT: TRAUMA SEORANG ANAK KORBAN BANJIR….KOMPAS, KAMIS 5 JANUARI
2006, HAL. 24; BANJIR BANDANG DI JEMBER ,CUACA BURUK, EVAKUASI DIHENTIKAN,
MEDIA INDONESIA, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 1; “TERJADI KERUSAKAN ALAM PARAH
DI JEMBER”, REPUBLIKA, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 1; KORBAN BANJIR JEMBER
DIKUBUR MASSAL’ KOARAN TEMPO, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. A3

LONGSOR DI BANJARNEGARA, 200 TERKUBUR

Bencana tanah longsor kembali terjadi dan menelan korban. Setelah Jember, kini
tanah longsor juga melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sedikitnya 102
rumah warga tertimbun longsor dan 200 warga diduga masih terkubur. Bencana itu
terjadi di Dukuh Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten
Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (4/1) sekitar pukul 03.00 WIB…..
BACAS ELENGKAPNYA, SUARA PEMBARU, RABU 4 JANUARI 2006, HAL 1
BERITA TERKAIT: KISAH TRAGIS, MEREKA TERKUBUR SAAT TAFAKUR, MEDIA INDONESIA,
KAMIS 5 JANURAI 2006, HAL. 1; BUKIT LONGSOR, 102 RUMAH TERTIMBUN, SEKITAR 200
ORANG BELUM BISA DITEMUKAN, REPUBLIKA, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 1; RATUSAN
WARGA TERTIMBUN LONGASORAN, BANJARNEGARA BERDUKA, KORAN TEMPO, KAMIS 5 JANUARI
2006, HAL. A1; TERTIMBUN TANAH SAAT SALAT, KORAN TEMPO, KAMIS 5 JANUARI 2006,
HAL. A3

ANTISIPASI BENCANA: SAMPAH, PERTANDA BANJIR AKAN DATANG

Banjir bagi umumnya warga adalah bencana. Namun, tidak sedemikian hitam-putih
cara pandang warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur. Bagi warga di pinggiran Sungai Ciliwung itu, banjir
adalah rutinitas tahunan yang-kalau bisa-dicoba untuk “dinikmati”……
BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMSI 5 JANUARI 2006, HAL 28

BUSUNG LAPAR: PENDERITA TIDAK MENYUSUT

Memasuki Tahun 2006, kasus bayi dibawah usia lima tahun penderita busung lapar
di Nusa Tenggara Barat tidak menyusut. Saat ini tiga balita dirawat inap di
Rumah Sakit Umum Mataram, di antaranya Al Imratul Fatoni (2 tahun) maasuk RSU
Mataram Selasa….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 24

KASUS YAHUKIMO: PEMERINTAH PERPANJANG TANGGAP DARURAT EMPAT BULAN

Pemerintah memutuskan tahap tanggap darurat penanganan kasus kelaparan di
Kabupaten Yakuhimo, Papua dilanjutkan hingga empat bulan mendatang. Untuk
jangka pendek, tim terfokus pada pencegahan wabah kelaparan. Jangka menengah
dan panjang meliputi dua sasaran, yakni memutus siklus rawan pangan serta
pemberdayaan pemerintah dan warga Yakuhimo………..BACA SELENGKAPNYA,
KOMPAS, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 12
BERITA TERKAIT: TINGGALKAN LADANG DEMI MIMPI, MEDIA INDONESIA, KAMIS 5 JANUARI
2006, HAL. 13; KELAPARAN YAKUHIMO BUKTI OTONOMI DAERAH GAGAL, MEDIA INDONESIA,
KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 15

BANJIR ANCAM PULAU JAWA

Bencana alam banjir dan longsor kini mengancam Pulau Jawa. Kerusakan hutan
parah diperkirakan tidak akan mampu menahan guyuran hujan yang terus-menerus
turun di antara pulau berpenduduk hampir 130 juta jiwa ini……BACA
SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. 1+15; JAWA RAWAN BENCANA,
KORAN TEMPO, KAMIS 5 JANUARI 2006, HAL. A5

Sumber
Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup