KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

EMPAT TEWAS DI CILACAP : 12.806 RUMAH TERENDAM

Puluhan desa di delapan Kecamatan di Cilacap bagian barat dilanda banjir dan tanah longsor. Sedikitnya 12.806 rumah (dihuni sekitar 65.000 jiwa) yang tersebar di 30 desa terendam. Sebanyak 735 keluarga atau hampir 5.200 jiwa mengungsi. Akses ke beberapa kecamatan, terutama Kecamatan Cipari, Sidareja, Kawunganten, Bantarasri, dan Gandrungmangu terputus sejak Senin (31/10) pagi.Tercatat empat warga tewas terseret banjir, yaitu Masiyem (80), warga Bringkeng, Kawunganten; Toyib (24), warga Sumberejo, Kawunganten; Rianto bin Sukardi (16), warga Binangun; dan Taufik (17), warga Kalijeruk (Kecamatan Kawunganten).Banjir di Cilacap barat disebabkan curah hujan tinggi hingga beberapa sungai yang mengalir di wilayah ini tidak mampu menampung air hujan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 1 NOVEMBER 2005, HAL. 25

PEMERINTAH BERJANJI AKAN BERSIKAP LEBIH KERAS TERHADAP PERUSAHAAN YANG MEREMEHKAN PERATURAN DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

Sebagai ucapan terima atas meningkatnya alokasi anggaran untuk kementeriannya, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar merencanakan akan lebih meningkatkan penegakan peraturan lingkungan hidup dan lebih memperdayakan daerah dalam melindungi lingkungan hidup. Menurut Menteri Rachmat Witoelar salah agenda besar kementeriannya tahun depan adalah memperkuat penegakan hukum lingkungan hidup terhadap perusahaan yang kurang peduli terhadap pengelolaan lingkungan hidup…..BACA SELENGKAPNYA, THE JAKARTA POST, SELASA 1 NOVEMBER 2005, HAL. 4

PEMENANG LOMBA HARI CINTA PUSPA DIUNDANG KE ISTANA

Sembilan pelajar dari tingkat SD hingga SMA dinobatkan sebagai pemenang lomba karya tulis dan desain poster dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2005. Para pelajar itu akan diundang ke Istana Negara pada 5 November nanti dalam perayaan puncak HCPSN 2005. Peringatan HCPSN yang jatuh pada 5 November setiap tahunnya bertujuan untuk menggugah dan menumbuhkan kesadaran, kepedulian, kecintaan, dan komitmen pemerintah serta seluruh masyarakat untuk menjaga puspa dan satwa Indonesia……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. 15

EKSPLOITASI TANPA PERTIMBANGAN EKONOMI

Pembangunan kawasan perbatasan selama ini selalu ketinggalan dari daerah lain yang dianggap lebih produktif. Akibatnya, seperti yang terjadi di Kalimantan Timur, terjadi kesenjangan ekonomi antara masyarakat perbatasan dan masyarakat Sabah dan Serawak. Kawasan ini menjadi hinterland (kantong) perekonomian Sabah dan Serawak. Selain itu, fenomena yang sangat menonjol dari daerah perbatasan adalah maraknya kegiatan illegal logging, illegal trading, arus migrasi ilegal, serta bergesernya patok-patok pembatas antarnegara…………………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA, 1 NOVEMBER 2005, HAL. 15

KALI TENGAH TERCEMAR LIMBAH INDUSTRI

Sejumlah industri atau perusahaan yang berlokasi di kawasan industri Driyorejo Gresik, Jawa Timur, diduga masih melakukan pembuangan limbah cair di Kali Tengah dan hingga kini belum ada tindakan nyata dari aparat. Informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar Driyorejo, dalam sepekan terakhir terjadi perubahan warna dan bau dari Kali Tengah dan biasanya yang diduga akibat pencemaran limbah……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 1 NOVEMBER 2005, HAL 20

REKLAMASI : RUSAK EKOSISTEM PANTAI

Reklamasi pantai yang tidak mengindahkan aspek analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) berpotensi merusak ekosistem pesisir pantai. Aktivitas itu juga dapat menyebabkan wilayah pesisir menjadi rawan bencana.Selain merusak ekosistem pesisir pantai, kegiatan reklamasi pantai juga mengganggu pertumbuhan terumbu karang di perairan. Kehancuran ekosistem pendukung kehidupan bawah laut itu selain dipengaruhi faktor alamiah, juga banyak disebabkan oleh ulah manusia……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA, 1 NOVEMBER 2005, HAL. 16

LIMA KAWASAN LINDUNG RIAU TERUS DIBABAT

Fakta bahwa Riau merupakan gudang pembalakan liar kian terkuak. Dari hasil inspeksi mendadak yang dilakukan Wakil Gubernur Riau Wan Abu Bakar baru-baru ini, sedikitnya lima kali selama dua bulan terakhir, lima kawasan hutan lindung di provinsi ini tak satu pun luput dari aksi pembalakan liar.Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan, tak kurang dari Hutan Lindung Mahato, Hutan Lindung Rimbang Baling, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Taman Nasional Tesso Nilo, dan Suaka Margasatwa Krumutan sebagian besar kandungan kayunya terbabat habis……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 1 NOVEMBER 2005, HAL. 24

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup