KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

498.000 HA HUTAN DI SUMATERA SELATAN DI KONVERSI
Sebanyak 498.000 hektar hutan produksi di wilayah Sumatera Selatan telah dikonversi menjadi lahan perkebunan dan lokasi transmigrasi. Kondisi itu membuat kawasan hutan terus berkurang, sedangkan perambahan dan penebangan liar masih terus berlangsung di beberapa daerah di provinsi tersebut. Menurut Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumatera Selatan (Sumsel) Dodi Supriadi konversi hutan produksi menjadi perkebunan dan areal transmigrasi berlangsung sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang. Kawasan hutan produksi yang telah dikonversi tidak lagi dikelola dishut, melainkan diatur Badan Pertanahan Nasional karena statusnya sudah berubah jadi areal perkebunan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 2 MARET 2006, HAL. 24

TERUMBU KARANG JADI BAHAN BANGUNAN INFRASTRUKTUR
Terumbu karang di Kepulauan Banyak, Kabupaten Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam, terus diambili untuk bahan fondasi bangunan dan pengerasan jalan. Terumbu karang itu biasanya digunakan untuk menimbun jalan utama di pulau. Ratusan kubik terumbu karang dihancurkan untuk menimbun jalan desa.Warga juga menggunakan terumbu karang untuk bahan bangunan rumah dan untuk fondasi rumah. Mahalnya ongkos mendatangkan bahan bangunan dari luar kepulauan menjadi alasan warga menggunakan terumbu karang sebagai pengganti……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 2 MARET 2006, HAL. 24

WAJIB UJI EMISI DITUNDA : PEMROV MEMAKSAKAN DIRI UNTUK MENUTUP MALU
Hampir sebulan sudah Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 dilaksanakan. Akan tetapi, kewajiban uji emisi bagi mobil pribadi dan sepeda motor ternyata belum diterapkan ketika masyarakat akan mengurus pajak kendaraan bermotornya. Sejumlah warga yang mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) untuk keperluan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) mengatakan, mereka baru mengetahui pelaksanaan peraturan daerah (perda) itu ditunda ketika akan membayar PKB……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 2 MARET 2006, HAL. 27

KERUSAKAN EKOLOGIS DI ACEH DISEBABKAN KEGIATAN DELAPAN HPH
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menilai delapan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) dan empat pemegang hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPH-TI) telah menimbulkan kerusakan ekologis di beberapa kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kerusakan ekologis itu telah menimbulkan kehancuran hutan, bencana longsor, dan banjir, sebanyak 1.029 kali sejak 2000 sampai Desember 2005…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 MARET 2006, HAL. 15

DITERTIBKAN 2000 KELUARGA PERAMBAH HUTAN LINDUNG
Sebanyak 2.000 keluarga perambah hutan lindung dan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, akan ditertibkan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat dalam waktu dekat. Penertiban perambah hutan tersebut dalam rangka persiapan Kabupaten Lebong sebagai kabupaten konservasi. Menurut Bupati Lebong, Drs Dalhadi Umar perambah hutan yang akan ditertibkan tersebut terdapat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Lebong Utara, Lebong Selatan, dan Lebong Tengah..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 MARET 2006, HAL. 15

BENGKULU KEMBANGKAN TANAMAN JARAK
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memprogramkan tahun 2006 ini, akan mengembangkan tanaman jarak di daerah seluas 40.000 hektare. Pengembangan tanaman jarak dalam rangka mengantisipasi kebutuhan bahan bakar minyak di masa mendatang. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamuddin, kepada wartawan, di Bengkulu, Selasa (28/2). Ia mengatakan, tanaman jarak seluas itu akan dikembangkan di lahan-lahan tidur milik masyarakat di sembilan daerah tingkat II termasuk Kota Bengkulu………….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 MARET 2006, HAL. 14

2006 BENCANA ALAM RENGUT 288 KORBAN JIWA
Dalam kurun waktu dua bulan yaitu hingga akhir Februari 2006, bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia telah merenggut 288 korban jiwa. Demikian dikatakan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di gedung DPR Jakarta, Selasa (28/2). Dikatakan, akibat bencana alam tersebut, saat ini ribuan kepala keluarga (KK) tinggal di daerah-daerah pengungsian. Dimana bencana alam yang terjadi sepanjang 2006 di antaranya adalah banjir dan tanah longsor……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 1 MARET 2006, HAL. 2

TUNTASKAN KASUS PENCEMARAN LAUT : PENCEMARAN DI KEPULAUAN SERIBU MERUSAK BIOTA LAUT
Walaupun sudah lebih dari dua tahun kasus pencemaran di Kepulauan Seribu diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup, namun hingga kini belum memperoleh kemajuan. Menurut Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH M Gempur Adnan, pihaknya masih belum cukup barang bukti untuk sampai ke Pengadilan ………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 2 MARET 2006, HAL. 6 KALAM)

TANGKAP AKTOR INTELEKTUAL ILLEGAL LOGGING
Menteri Kehutanan M.S Kaban meminta agar aparat keamanan dan pejabat terkait di Riau menangkap aktor intelektual pembalakan haram yang terjadi di Riau. Menurut M.S Kaban bila aktor intelektualnya tertangkap maka hutan di Riau akan aman………..BACA SELENGKAPNYA,REPUBLIKA , KAMIS 2 MARET 2006, HAL. 23

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup