KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LIMBAH SPIRITUS CEMARI TAMBAK
Petambak di Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon mengeluhkan pencemaran limbah yang mengotori tambak. Menurut masyarakat, limbah tersebut berasal dari pabrik spiritus dan anak yang berlokasi di Palimanan, Kabupaten Cirebon. “Limbah pabrik itu sudah mengotori areal tambak kami. Hasil panen kamipun mengalami penurunan lebih dari 50 %,” kata Dasikin, Kamis (2/3) di Cirebon…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SABTU 14 MARET 2006, HAL. 14

BNI MAKIN INTENSIF BIAYAI USAHA BERWAWASAN LINGKUNGAN
PT Bank Negara Indonesia Tbk semakin intensif menyalurkan pinjaman lunak kepada perusahaan yang berwawasan lingkungan di sejumlah sektor seperti pertanian, perkebunan, peternakan.Direktur Komersial dan Syariah BNI Bien Soebiantoro akhir pekan lalu menjelaskan, dalam mengembangkan praktik tersebut, BNI mendapat dukungan sumber dana murah dari dua lembaga keuangan asing, yakni Bank Pembangunan Jerman (Kreditanstalt Fuer Wiederaufbau/KFW) senilai empat juta euro dan 10 juta juta dollar AS. Bantuan dari Japan International Bank for Cooperation (JIBC) sebesar lima juta dollar AS……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 6 MARET 2006, HAL. 17

MANGROVE DI BATU AMPAR PERLU SEGERA DISELAMATKAN
Kawasan mangrove Batu Ampar di Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, harus segera diselamatkan karena hamparannya yang amat luas. Penyelamatan dapat diwujudkan dengan menjadikan Baru Ampar sebagai pusat mangrove Indonesia. Areal mangrove di Batu Ampar luasnya 16.000 hektar-17.000 hektar. Menurut Ketua Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah Kalimantan Barat Tri Budiarto dengan areal mangrove sebesar itu, layaklah mangrove Batu Ampar diselamatkan dengan menjadikannya sebagai pusat mangrove Indonesia……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 6 MARET 2006, HAL. 24

TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI RUSAK
Kerusakan lingkungan terus terjadi di mana-mana, menimbulkan ancaman terjadinya bencana alam. Kerusakan antara lain terus terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai. Saat ini sekitar 2.000 hektar hutan telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan, sementara 87 persen hutan rawa gambut di Sumatera Selatan mengalami hal yang sama.Perubahan fungsi lahan terjadi di ketinggian 1.000 meter-1.800 meter di atas permukaan laut. Peralihan fungsi terbanyak adalah untuk ladang, yaitu seluas 1.817 hektar (ha) di perbatasan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Majalengka……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 6 MARET 2006, HAL. 24

WARGA HANYA DITUNTUT MENJAGA KEUTUHAN HUTAN
Permintaan warga di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat tidak muluk-muluk. Warga hanya ingin di desanya dibangun irigasi sehingga lahan telantar milik mereka di luar taman nasional dapat ditanami padi dua kali. Jika itu terwujud, merambah hutan tidak akan mereka lakukan lagi. Perambahan cukup sampai di lokasi sekarang ini……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 6 MARET 2006, HAL. 38

DESA BAKAU DARI LAMPUNG SELATAN
Upaya warga Sidodadi melestarikan bakau berbuah manis. Desa yang berpenduduk 527 keluarga ini berulang kali mendapatkan penghargaan sebagai desa pelestari lingkungan. Penghargaan yang paling baru diperoleh dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai desa pembibitan terbaik……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 6 MARET 2006, HAL. 38

PENCEMARAN DI KEPULAUAN SERIBU : TAK BISA BUKTIKAN, KLH DINILAI TAK SERIUS
Kepala Taman Nasional Kepulauan Seribu, Sumarto, menyayangkan Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) yang terkesan kurang serius dalam menangani pencemaran minyak di kawasan Kepulauan Seribu. Apalagi disebutkan bahwa sulit ditemukan bukti yang mengarah kepada pelaku pencemaran minyak di sana.”Saya tidak yakin sulit ditemukan bukti untuk meminta pertanggungjawaban kepada pelaku pencemaran. Bukti sangat cukup karena hingga kini pencemaran itu masih terjadi,” kata Sumarto dari kawasan Kepulauan Seribu……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 3 MARET 2006, HAL. 19

ASBES PUTIH LEBIH AMAN
Berdasarkan hasil penelitian serat asbes putih (chrysotile) lebih aman dibanding asbes biru, cokelat dan abu-abu atau yang dikenal dengan amphiboles. Pasalnya, chrysotile lebih cepat menghilang dari paru-paru dibandingkan amphiboles.Partikel asing, seperti serat (fiber), yang tidak bisa dihilangkan oleh makrofag (sel pemakan benda asing di tubuh) bisa menimbulkan peradangan dan kanker di sekat paru-paru dalam jangka waktu lama…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 3 MARET 2006, HAL. 15

RUANG GERAK TERBATAS POPULASI GAJAH TERANCAM
Pemerintah harus mengambil kebijakan yang tegas untuk menyelesaikan permasalahan konflik antara gajah (Elephas maximus sumatranus) dan manusia di beberapa lokasi di Sumatera. Konflik terjadi karena ruang gerak gajah semakin terbatas, sehingga memasuki permukiman penduduk. Sejumlah lokasi yang seharusnya menjadi wilayah habitat gajah berubah menjadi perkebunan dan perladangan. Akibatnya populasi gajah semakin terancam, karena sering kali ditemukan gajah yang mati ditembak atau diracuni…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 3 MARET 2006, HAL. 15

JALAK BALI AKAN DILESTARIKAN
Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Arman Malolongan dan pelestarian jalak Bali (Leucopsar rothchildi) yang terancam punah. Langkah awal yang akan dilakukan adalah menunjuk Asosiasi Pelestari Jalak Bali. Asosiasi ini diberi kepercayaan untuk mendata jumlah jalak Bali di peternakan pecinta binatang itu…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 6 MARET 2006, HAL. A9

TAMAN NASIONAL KERINCI RUSAK
Aksi pembalakan liar di Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) telah merusak sekitar 20 persen dari 365 ribu hektare luas hutan. Kepala seksi wilayah III taman nasional itu, Aman Zamora, kemarin mengatakan, dari foto citra satelit ditemukan 11 titik lokasi pembalakan liar yang cukup besar yang masih beroperasi hingga sekarang……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SABTU 4 MARET 2006, HAL. A7

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup