KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

AMDAL JADI ALAT LEGITIMASI INDUSTRI TAMBANG
Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Siti Maemunah, mengatakan, prasyarat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) bagi industri pertambangan di Indonesia, justru telah menjadi semacam legitimasi, bukan alat seleksi kelayakan. Amdal pertambangan di Indonesia awalnya merupakan prasyarat, tetapi kini seolah-olah berubah jadi legitimasi keberadaan industri tambang, terlepas dari kerusakan alam yang ditimbulkannya……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 6 MARET 2006, HAL.15

KONSERVASI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI TERKENDALA KEBIASAAN MASYARAKAT
Pengembalian fungsi sekitar 2.000 hektar lahan Taman Nasional Gunung Ciremai menjadi hutan konservasi terkendala kebiasaan masyarakat. Pasalnya, sebelum menjadi taman nasional, masyarakat terbiasa ikut serta dalam pengelolaan hutan produksi. Sebelum menjadi taman nasional, sebagian wilayah Gunung Ciremai adalah hutan produksi. Masyarakat sudah terbiasa ikut mengelola. Oleh sebab itu, pengembalian lahan menjadi hutan konservasi harus secara bertahap sambil menyadarkan masyarakat, ujar Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat II Amir Hamzah Kartawijaya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 7 MARET 2006, HAL.24

SEJUMLAH SUNGAI DI KALIMANTAN BARAT TERCEMAR MERKURI
Penambangan emas tanpa izin oleh penambang tradisional di beberapa daerah aliran sungai di Kalimantan Barat diduga menyebabkan pencemaran merkuri. Dalam jangka panjang, pencemaran ini akan menyebabkan degradasi kualitas lingkungan yang mengakibatkan penurunan populasi ikan dan terakumulasinya unsur kimia pada manusia.Beberapa sungai yang kandungan merkurinya di atas ambang batas antara lain Sungai Perabi, Mandor, Landak, dan beberapa lokasi di Sungai Kapuas……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 7 MARET 2006, HAL.24

HUTAN KALIMANTAN TENGAH KRITIS
Kerusakan lingkungan semakin menjadi-jadi akibat tidak terkendalinya kegiatan penebangan pohon dan maraknya konversi fungsi lahan di hutan. Luas lahan kritis hutan produksi di Kalimantan Tengah kini mencapai sekitar 37,11 persen dari total luas hutan. Dari data Badan Planologi Departemen Kehutanan tahun 2000, luas lahan kritis dan konversi untuk kepentingan nonkehutanan di hutan produksi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 2.815.803 hektar, atau sekitar 37,11 persen dari total luas hutan produksi 7.587.411 hektar. Kondisi ini mengkhawatirkan karena lingkungan menjadi rawan bencana…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 7 MARET 2006, HAL.24

75 PERSEN TERUMBU KARANG DI SUMATERA BARAT RUSAK
Sekitar 75 persen terumbu karang yang terdapat di kawasan perairan Sumatera Barat (Sumbar) saat ini telah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut akibat sistem penangkapan ikan dengan menggunakan bom yang dilakukan sebagian oknum nelayan di daerah itu. Salah satu kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan berat, terdapat di kawasan Pulau Panjang, Kabupaten Pasaman, dengan tingkat kerusakan sampai 14,9 persen. Begitu juga Pulau Telur, Gosong Pigago, Gosong Bidai, Gosong Bidai Satu, Gosong Bidai Dua, Gosong Telur dan Gosong Sihilang, dengan tingkat kerusakan sedang, 25 sampai 49 persen……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 6 MARET 2006, HAL.15

FOKSI KHAWATIR JALAK BALI DI AMBANG KEPUNAHAN
Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (Foksi) mengkhawatirkan nasib burung Jalak atau Curik Bali (Leucopsar rotschildi) yang saat ini di ambang kepunahan. Pupulasinya, saat ini diperkirakan tinggal lima sampai enam ekor saja yang ada di alam bebas……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 6 MARET 2006, HAL.15

PENCEMARAN KEPULAUAN SERIBU : AKTIVIS LINGKUNGAN BENTUK TIM HUKUM
Para aktivis lingkungan telah membentuk tim hukum untuk menindaklanjuti proses hukum kasus pencemaran lingkungan di Kepulauan Seribu. Anggota tim hukum tersebut berasal dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan, termasuk LBH Jakarta. Menurut Andrie S Wijaya, Pengkampanye Energi Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) tim hukum tersebut sebenarnya sudah terbentuk cukup lama. Namun, ketika akan melayangkan gugatan kasus pencemaran tersebut ke pengadilan beberapa waktu lalu, tidak berlanjut, karena masih memberikan kesempatan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (LH) untuk memproses secara hukum pencemaran di Kepulauan Seribu……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 6 MARET 2006, HAL.20

GAJAH LAWAN MANUSIA: PERLU SEGERA DITERAPKAN PROTOKOL MITIGASI KONFLIK GAJAH UNTUK MEMINIMALKAN KONFLIK GAJAH DENGAN MANUSIA
Brukk. Raksasa berbelalai panjang itu ambruk. Lokasinya di sebuah perkebunan sawit di bekas hutan Mahato, Riau. Peristiwanya dua pekan lalu. Sang gajah mati tidak wajar. Ia diracun..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 7 MARET 2006, HAL. 22

BURUNG LIAR AKAN DITEMBAK: KAMPUS ITB DAN TAMAN CILAKI, BANDUNG, MENJADI TARGET UTAMA
Kepala Subdinas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Barat Musni Soeatmodjo akan memeriksa burung liar yang ada di sekitar kampus ITB dan Taman Cilaki, Bandung. Entah dengan cara ditembak atau dijala,” katanya di Bandung kemarin…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 7 MARET 2006, HAL. A9

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup