KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PROYEK GEOTHERMAL BEDUGUL DITUNDA
Kementerian Negara Lingkungan Hidup menghentikan sementara kajian proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) di Bedugul, Bali. Penundaan ini disebabkan penolakan masyarakat setempat dengan alasan merusak budaya dan lingkungan. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kajian lingkungan sebenarnya lagi berjalan, cuma dalam kajian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) juga harus memerhatikan faktor sosial budaya dan keinginan masyarakat lokal. Jadi, kalau masyarakat sudah menolak, pihaknya tidak bisa lagi melanjutkan kajian…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 NOPEMBER 2005, HAL. 24

INTERVENSI ASING HARUS DIHENTIKAN
Pemerintah didesak untuk menghapuskan intervensi lembaga donatur asing dan kelompok negara-negara dari utara dalam proses pembuatan undang-undang (UU), terutama dalam proses legislasi yang menyangkut bidang pengelolaan sumber daya alam.Menurut penilaian Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Chalid Muhammad, hal ini dianggap rawan konflik kepentingan dengan masyarakat luas. Selain itu, intervensi asing dikhawatirkan dapat mengganggu upaya pelestarian sumber daya alam……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 NOPEMBER 2005, HAL. 23

ANGIN PUTING BELIUNG HANTAM RATUSAN RUMAH PENDUDUK
Bogor- Angin Puting Beliung menghantam ratusan rumah penduduk di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Senin (7/11) malam. Walaupun tidak ada korban jiwa, musibah itu membuat ratusan rumah penduduk porakporanda dan telah menyebabkan daerah resapan air seluas 6,5 ha mengalami kerusakan cukup parah. Hal itu dikarenakan sekitar 60 buah pohon di areal tersebut tumbang diterpa angin. ……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 9 NOVEMBER 2005, HAL 5

HABITAT BEKANTAN DI KALIMANTAN TIMUR HANCUR
Makin merajalelanya pembabatan hutan mangrove di pesisir timur Kalimantan Timur membuat habitat hewan langka yang dilindungi, yakni bekantan atau kera bule, hancur. Hutan mangrove (bakau) di pesisir Kalimantan Timur mengalami kerusakan akibat konversi dahsyat menjadi tambak udang.Pemantauan Kompas di pesisir timur bagian utara provinsi ini, Minggu (6/11), menunjukkan, di pesisir Kabupaten Bulungan terlihat hutan mangrove yang sudah habis dibabat dan berganti menjadi tambak udang. Ribuan hektar hutan mangrove yang merupakan habitat bekantan atau kera bule (Nasalis larvatus) itu hancur…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 NOPEMBER 2005, HAL.24

SWEDIA JADI ACUAN PENGEMBANGAN KENDARAAN RAMAH LINGKUNGAN
STOCKHOLM- Sebuah konferensi tentang kendaraan bermotor dan sumber energi yang ramah lingkungan, Selasa (8/11), dibuka di Stockholm, Swedia, menampilkan produk-produk ramah lingkungan yang sudah beredar di pasar dan akan membahas topik-topik tentang perubahan iklim………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 9 NOVEMBER 2005, HAL 15

PEMERINTAH BUKA PINTU UNTUK PRIVATISASI AIR
Sikap pemerintah yang membuka pintu lebar bagi privatisasi air, telah ditandai dengan swastanisasi penyediaan air bersih bagi masyarakat. Hal itu kini makin tak terbantahkan jika dilihat dari materi Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).Munculnya PP tersebut memperkuat tudingan kalangan organisasi nonpemerintah bahwa pemerintah selama ini telah merencanakan privatisasi air sejak penyusunan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 8 NOPEMBER 2005, HAL.13

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM YANG MAKIN PARAH
Sebuah laporan yang dikeluarkan Greenpeace akhir pekan lalu menyatakan betapa negara-negara di Asia akan mengalami kesengsaraan akibat perubahan iklim. Kondisinya akan semakin buruk bila tidak segera diantisipasi dengan penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara drastis.Dalam kajian berjudul Dampak Perubahan Iklim di Filipina: Krisis atau Peluang, Amadore menguraikan bahwa kecenderungan peningkatan suhu, menaiknya permukaan air laut, dan iklim ekstrem di Filipina sama dengan kecenderungan yang terjadi secara global……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 8 NOPEMBER

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup