KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

RIBUAN PETAK SAWAH DI PACITAN TERENDAM
Ribuan petak sawah di beberapa kecamatan di Kabupaten Pacitan terendam air. Akibat hujan deras sekitar 10 jam. Hujan tersebut juga mengakibatkan tanggul sungai di tiga titik jebol, ratusan rumah penduduk tergenang air, dan beberapa tempat longsor. Tidak ada korban nyawa dalam peristiwa itu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. 15

KERJASAMA INDONESIA-KANADA UNTUK TURUNKAN EMISI
Pemerintah Indonesia menandatangani kerja sama penurunan emisi melalui Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism/CDM) dengan pemerintah Kanada saat berlangsung Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Climate Change Conference) di Montreal Kanada. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, hal terpenting bagi Indonesia dalam kerja sama itu adalah bantuan teknis dan peningkatan kapasitas. Sedangkan menurut Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Masnellyarti Hilman, kerja sama dengan pemerintah Kanada dan Austria dalam bentuk proyek CDM……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, 10 DESEMBER 2005, HAL. 15

1,8 JUTA HEKTARE HUTAN PRODUKSI DI SUMATERA SELATAN GUNDUL
Sebanyak 1,8 juta hektar atau 60 persen dari total 2,5 juta hektar hutan produksi di wilayah Sumatera Selatan gundul. Kondisi itu merugikan pemerintah dan masyarakat karena hutan yang kosong tidak memproduksi kayu dan mengakibatkan tidak tersedianya lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar hutan. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Dodi Supriadi hutan produksi menjadi gundul dan kayu-kayu di dalamnya banyak yang dicuridan sebagian lagi akibat program reboisasi yang dilakukan perusahaan yang memiliki Hak Pengusahaan Hutan (HPH) tersendat…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. 24

HUTAN BISA DIKELOLA MASYARAKAT
Sebanyak 2000 hektare lebih hutan produksi terbatas di Desa Boalemo, Kabupaten Gorontalo, diusulkan menjadi lokasi percontohan yang di kelola masyarakat. Usul ini telah disampaikan kepada Menteri Kehutanan dan tinggal menunggu payung hukum untuk pengelolaannya. “Masyarakat dapat mengelola hutan dengan izin sampai beberapa tahun,” kata Marianto Sumo, Koordinator Konsorsium Kehutanan para Pihak Wilayah Kerja Provinsi Gorontalo, kemarin….. BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SABTU 10 DESEMBER 2005, HAL. A12

PENGUSAHA DI LAMPUNG BARAT LAKUKAN PENEBANGAN LIAR
Sejumlah pengusaha pengolahan kayu di Kabupaten Lampung Barat merupakan pelaku penebangan liar (illegal logging) di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Akan tetapi, mereka mengaku memperoleh bahan baku dengan cara membeli dari masyarakat……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. 7

RANGKAIAN RAKIT KAYU PENUHI ALUR SUNGAI SIAK KECIL
Wakil Gubernur Riau, yang juga Ketua Pemberantasan Penebangan Liar Riau, Wan Abu Bakar menemukan ribuan batang kayu di sepanjang 80 kilometer lebih aliran Sungai Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Kamis (8/12).Wan Abu Bakar beserta rombongan menemukan rakit-rakit kayu sepanjang 500 meter sampai satu kilometer meliuk-liuk mengikuti aliran Sungai Siak Kecil, setelah melakukan perjalanan sekitar empat jam dari Kota Pekanbaru menyusuri Sungai Siak hingga Selat Bengkalis dengan motor tempel (speedboat). Rangkaian rakit kayu itu terus didapati selama perjalanan sungai sejauh sekitar 80 kilometer …….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 DESEMBER 2005, HAL.1

BANJIR TELAN TIGA KORBAN
Banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), sejak 2 Desember lalu mengakibatkan tiga orang tewas. Ketiga korban adalah Hanafi, 43, Sabilin, 40, dan Jamaludin, 43. Mereka tewas akibat terseret arus dan tenggelam dalam bencana banjir akibat luapan Sungai Arut……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. 7

KEJAHATAN LINGKUNGAN DIARTIKAN SEMPIT
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai bahwa negara belum berhasil mengarusutamakan perspektif hak asasi manusia dalam bidang lingkungan hidup. Kejahatan lingkungan hanya dimaknai secara sempit sebagai pelanggaran hak individu yang berdampak jangka pendek dan hanya pada individu bersangkutan. Menurut Direktur Eksekutif Walhi Chalid Muhammad kejahatan lingkungan merupakan pelanggaran HAM yang meluas, dampaknya akumulatif dalam jangka panjang dan berantai. Hal ini terbukti dalam kasus pencemaran lingkungan yang dampaknya bisa dirasakan hingga beberapa generasi kemudian…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 DESEMBER 2005, HAL. 13

KASUSU IZIN PENGUSAHAAN HUTAN: HARTATI MURDAYA MINTA BANTUAN SUDI SILALAHI
Presiden Direktur PT International Manufacturing Siti Hartati Murdaya meminta bantuan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi untuk mencegah Menteri Kehutanan Malam Sambat Kabat mencabut izin hak pengusahaan hutan (HPH) PT Intracawood. Hartati juga mengirimkan surat tembsuan kepada Presiden RI….. BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO. SABTU 10 DESEMBER 2005, HAL. A24

DKI SIAPKAN 7.290 POHON PENGGANTI JENIS POHON YANG BAKAL DITANAM SEBAGAI POHON PENGGANTI ANTARA LAIN MAHONI, PALEM PUTRI, TREMBESI, DAN KELAPA SAWIT
Dinas Pertamanan DKI Jakarta menyiapkan 7.290 pohon sebagai pengganti atas pepohonan yang ditebang dalam proyek busway koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan III (Kalideres-Harmoni). Menurut Kapala Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Sarwo Handayani, proses penyelesaian penanaman pohon pengganti itu akan rampung 15 Desember 2005…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. 6

EKOHIDROLOGI BUKAN ILMU SULAP
Program ekohidrologi yang dilakukan dengan benar dapat menaikkan kembali jasa ekosistem bagi masyarakat setempat hingga 30 persen,â€Â? ujar Prof Maciej Zalewski dari Polandia dalam paparannya di forum Simposium Internasional Ekohidrologi di Bali, akhir November 2005.Pernyataan itu bukan omong kosong karena berhasil diterapkan di sebuah danau di Polandia. Hanya saja, butuh waktu dan kerja keras semua pihak yang terlibat. Hasilnya, tingkat pencemaran berhasil ditekan, berbagai jenis ikan dan biota akuatik kembali berkembang biak dengan subur, dan kualitas air pun meningkat….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 DESEMBER 2005, HAL. 47

PETAKA HARBIN DAN SINYAL KONSERVASI AIR
Hampir satu pekan, menyusul ledakan pabrik kimia di hulu Sungai Songhua, China, air bersih di kota Harbin menjelma menjadi petaka karena sumbernya tercemari bahan kimia benzena. Mimpi buruk itu berlanjut menghantui warga Rusia yang berjarak 1.000 kilometer dari lokasi pabrik. Pada saat bersamaan, penduduk di belahan dunia lain, termasuk Indonesia, hanya dapat turut prihatin atau barangkali tidak tahu-menahu akan adanya bencana itu. Dan, selama pasokan air lancar, tidak ada yang sadar bahwa kehadiran air bersih sebenarnya adalah perjuangan.Kota Harbin adalah salah satu contoh bagaimana air bersih benar-benar amat berharga untuk dijamin pemenuhannya, meski ujian itu hanya berlangsung kurang dari sepekan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 DESEMBER 2005, HAL. 46

WARGA DEPOK KELUHKAN TUMPUKAN SAMPAH DI TPS
Warga yang tinggal di RW 07, 08 dan 09 Perumnas Depok Utara Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok, mengeluhkan tumpukan sampah yang terdapat di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di tengah-tengah pemukiman mereka. Meski masalahnya sudah disampaikan ke instansi terkait, namun hingga saat ini belum tuntas……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. 7 (KALAM)

SEJUMLAH DAERAH DI CIREBON KEKERINGAN DEBIT AIR BEBERAPA BENDUNGAN RENDAH KARENA CURAH HUJAN MINIM
Lahan pertanian seluas 18 ribu hektate di sejumlah kawasan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami kekeringan, sawah yang masih mengalami kekeringan itu antara lain terdapat di Kecamatan Kapetakan, Pangurangan, Kaliwedi, Susukan, Astanajapura, dan Pengenan…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. A12

KERUSAKAN LINGKUNGAN HARUS DISELESAIKAN LEWAT LINTAS SEKTORAL
Deputi V Bidang Penataan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Hoetomo mengatakan, sekarang ini kerusakan lingkungan sudah semakin kompleks dan berdampak besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Oleh sebab itu, penyelesaian masalah lingkungan harus dilakukan melalui lintas sektoral. Menurut Hoetomo untuk wilayah Kalbar, masalah kerusakan lingkungan yang sekarang ini hangat dibicarakan adalah dampak dari pembalakan liar (illegal logging), dan penambang tanpa izin…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 9 DESEMBER 2005, HAL. 14

ANGIN PUYUH HAJAR DUA DESA
Hujan deras disertai angin puyuh melanda Desa Antirogo Wetan, Kecamatan Sumbersari, dan Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur, kemarin. Meski tak ada korban jiwa dalam musibah itu, empat rumah penduduk di Antirogo ambruk……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 12 DESEMBER 2005, HAL. A12

LIMBAH PABRIK PEMUPUK SAWAH LIMBAH PABRIK TEPUNG TAPIOKA JUSTRU MENYUBURKAN SAWAH. LEWAT PENGOLAHAN, PETANI UNTUNG, SUNGAI PUN AMAN
Limbah tak selamanya cuma sampah. Bagi Ita Munir Rahmawati dan teman-temannya dari SMA 2 Jombang, limbah pabrik tapioka yang bau justru amat menarik…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 12

Sumber:

KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup