KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HABITAT ORANGUTAN MAKIN TERDESAK
Populasi orangutan yang di dunia hanya tersisa di Sumatera dan Kalimantan makin terdesak akibat pembalakan hutan yang tak terkendali, konversi lahan, dan perburuan. Diperkirakan saat ini populasi orangutan sumatera (Pongo abelii) dan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di alam hanya sekitar 65.000 ekor. Menurut peneliti orangutan dari Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta, Dr Sri Suci Utami Atmoko diperkirakan populasi orangutan di Sumateraâ€â€?sekitar 7.500 ekorâ€â€?akan turun 50 persen dalam satu dekade, 97 persen dalam 50 tahun, dan kemudian punah jika proses penghilangan habitat tidak dapat dihentikan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 MARET 2006, HAL. 13

SEMBILAN LAHAN HPH TERBAKAR
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Riau terjadi antara lain akibat terbakarnya lahan milik sembilan perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan di Dumai. Perusahaan tersebut hingga kini belum berupaya memadamkan api……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 13 MARET 2006, HAL. 17

POLDA AKAN SITA KAYU DARI TANGAN PEJABAT
Tim Penyidik Reskrim Polda Jateng segera akan menyita kayu yang diduga ilegal. menyusul telah diterimanya surat penyitaan kayu-kayu hasil hutan dari PN Grobogan. Kayu-kayu tersebut sudah berbentuk bangunan rumah…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 13 MARET 2006, HAL. 2

LIMBAH RADIOLOGI MASIH DIBUANG SEMBARANGAN
Pelaku usaha di Jakarta Timur membuang sembarangan cairan limbah radiologi. Padahal limbah ini tergolong bahan berbahaya dan beracun. Limbah tersebut banyak dihasilkan oleh klinik kesehatan, laboratorium pencucian negatif film dan industri……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 13 MARET 2006, HAL. 6

KALTENG DORONG PENGELOLAAN SAWIT BERKELANJUTAN
Kelompok Kerja Sawit Multipihak saat ini mendorong terciptanya model pengelolaan perkebunan sawit berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Model ini berbasiskan perspektif masyarakat, perusahaan, dan pemerintah daerah sehingga diharapkan bisa memecah beragam problem atau ekses perkebunan sawit. Sekretaris Pokja Sawit Multipihak, Andi Kiki, menuturkan, selama ini penanganan problem perkebunan sawit hanya dilakukan secara parsial. Dengan terciptanya model pengelolaan perkebunan sawit berkelanjutan, memungkinkan semua pihak mendapat keuntungan ……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 MARET 2006, HAL. 23

LINGKUNGAN BOSCHA PERLU DIJAGA
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman meminta agar pembangunan di lingkungan sekitar Observatorium Bosscha di daerah Lembang, Kabupaten Bandung, dibatasi. Pasalnya, pembangunan yang kurang berwawasan lingkungan telah mengganggu jalannya penelitian benda-benda langit di observatorium tersebut, serta mengurangi kadar air tanah di daerah Lembang……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 MARET 2006, HAL. 24 BERITA TERKAIT: MENYELAMATKAN BOSSCHA, REPUBLIKA, SENIN, 13 MARET 2006, HAL. 22

ENAM TITIK RAWAN DI SUNGAI DELI
Tim Search and Rescue Indonesia menemukan enam titik rawan longsor di sepanjang aliran Sungai Deli yang melintas di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Enam titik itu dikhawatirkan memicu terjadinya bencana saat hujan turun atau saat debit air meningkat tajam……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 MARET 2006, HAL. 24

SOLO LARANG TEMBAK BURUNG
Pemerintah Kota Solo, tengah menggodok peraturan yang melarang warganya menembak satwa burung. Larangan ini merupakan upaya untuk melindungi populasi burung yang bermukim di wilayah ini. Rancangan peraturannya tengah dibahas di DPRD setempat……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 13 MARET 2006, HAL. A8

PENYELUNDUPAN 20 KONTAINER KAYU DIGAGALKAN
Kepolisian Tanjung Priok berhasil menggagalkan penyelundupan 20 kontainer kayu jenis meranti senilai Rp 1 miliar ke Jakarta. Kayu ilegal itu dibawa dengan kapal Meratus Express dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang , Sumatera Barat pada Minggu pekan lalu dan sampai di Pelabuhan Tanjung Priok tanpa dokumen sah…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 13 MARET 2006, HAL. A13

RUU PENGELOLAAN SDA : PEMBAHASAN TINGKAT SEKTORAL HAMPIR RAMPUNG
Pembahasan draf RUU Pengelolaan Sumber Daya Alam di tingkat pemerintah sudah hampir rampung. Pemerintah menargetkan bisa selesai segera untuk dibahas di DPR sebelum April.Menurut Deputi Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Hoetomo KLH tidak mempermasalahkan nama lembaga pengelola sumber daya alam, bahkan strukturnya pun tidak perlu seperti badan otorita, jika dianggap terlalu merepotkan atau tidak efisien…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 11 MARET 2006, HAL. 13

TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT TERUS DIJARAH : TAMAN NASIONAL DIKELOLA SECARA KOLABORATIF
Perambahan hutan kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat di Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, hingga kini masih terus berlangsung. Belasan ribu hektar paru-paru dunia di kaki Gunung Masurai ini diperkirakan sudah habis dijarah.Perambahan dilakukan antara lain oleh pendatang dari Curup (Bengkulu) dan Pagar Alam (Sumsel) dengan mengubahnya menjadi ladang palawija, sayuran, dan perkebunan kopi sejak lima tahun lalu …….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 11 MARET 2006, HAL. 24

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MAKIN MENDESAK
Kebutuhan untuk keluar dari pola pembangunan konvensional dan memasuki pola pembangunan berkelanjutan makin mendesak. Jika tidak segera mengubah haluan, dampak negatif pada ketimpangan pendapatan, kehidupan sosial, dan lingkungan, akan semakin besar.Ahli lingkungan Prof Dr Emil Salim mengemukakan, pembangunan konvensional yang tidak mengakomodasi aspek lingkungan di satu pihak berhasil menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah, tetapi di pihak lain menimbulkan ketimpangan pendapatan penduduk antar dan dalam negara…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 11 MARET 2006, HAL. 61

KONVERSI HUTAN ALAM ANCAM HABITAT
Konversi hutan alam menjadi perkebunan dan permukiman yang hampir tak terkendali mengancam habitat satwa dilindungi. Penghentian konversi hutan alam menjadi salah satu solusi, selain mengurangi potensi konflik antara satwa dan penduduk di perkampungan.Dua pekan terakhir, setidaknya teridentifikasi dua insiden di Riau, masing-masing matinya enam gajah di kebun kelapa sawit di bekas hutan Mahato di perbatasan Riau-Sumatera Utara dan mengamuknya 17 gajah di Desa Balai Raja, Duri, Kabupaten Bengkalis…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 11 MARET 2006, HAL. 61

Sumber:
Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup