Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

POLISI HUTAN SITA 250 MURAI BATU ASAL MENTAWAI
Sekitar 250 ekor burung Murai Batu asal Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, kini disita satuan Polisi Kehutanan dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 14 MARET 2006, HAL. 14

RIAU PULP RAIH SERTIFIKAT PENGELOLAAN HUTAN
PT Riau Andalan Pulp and Paper memperoleh sertifikasi pengelolaan hutan tanaman lestari dari lembaga Ekolabel Indonesia. Predikat itu diraih setelah melalui serangkaian penilaian oleh panel yang beranggotakan pakar produksi, lingkungan dan sosial serta masukan dan evaluasi dari masyarakat…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 14 MARET 2006, HAL. 6

ORANGUTAN BUTUH LOKASI BARU PELEPASAN
Sekitar 800 orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) membutuhkan tempat pelepasan untuk habitat hidup mereka yang baru. Sejumlah orangutan di tiga lokasi penampungan dinilai sudah saatnya dilepas di alam bebas. Namun, hingga kini belum ada lokasi yang bisa digunakan untuk habitat mereka….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 14 MARET 2006, HAL. 15

PENGELOLAAN LIMBAH RSU MAROS BUTUH RP 2 MILIAR
Rumah Sakit Umum Butta Salewangngang Maros, Sulawesi Selatan, membutuhkan dana sedikitnya Rp 2 miliar untuk mengelola limbah padat dan cair dari rumah sakit itu agar tidak menganggu lingkungan sekitarnya……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 14 MARET 2006, HAL. 15

SELAMATKAN HUTAN KITA: LAJU KERUSAKAN HUTAN INDONESIA TERPARAH DI DUNIA
Greenpeace memulai kampanye penyelamatan hutan surgawi Asia Tenggara di Provinsi Papua, sekaligus meluncurkan program ekoforestri yang merupakan pilihan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Kampanye ditandai kedatangan kapal milik Greenpeace, Rainbow Warrior, di Pelabuhan Jayapura.Sebelum memasuki perairan Indonesia, Selasa (14/3), Rainbow Warrior menandai inisiatif penyelamatan hutan surgawi (paradise forest) dengan mendirikan Stasiun Penyelamatan Hutan Global (GFRS) di kawasan Lake Murray, Provinsi Western, Papua Niugini……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 13

PEMBANGUNAN WADUK BESAR BISA MERUSAK LINGKUNGAN
Rencana pembangunan waduk-waduk berskala besar di beberapa lokasi dalam lima tahun mendatang memunculkan kekhawatiran potensi mendatangkan kerusakan lingkungan, dan menyengsarakan penduduk yang digusur……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 13

KEHIDUPAN SUKU MENTAWAI TERANCAM
Kehidupan Suku Mentawai di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sekitar 120 mil barat Kota Padang, Sumatera Barat, akan makin terancam menyusul rencana penerbitan izin usaha pengelolaan hasil hutan dan kayu PT Salaki Summa Sejahtera seluas 49.450 hektar……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 24

PANCAROBA WASPADAI ANGIN LESUS: TERNAK BESAR TERANCAM PENYAKIT
Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Semarang menghimbau masyarakat di kawasan pantai utara Jawa Tengah bagian timur untuk mewaspadai terjadinya angin lesus pada musim pancaroba ini. sementara di Flores, para pemilik ternak besar diminta waspada penyakit sura……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 24

KONJEN JEPANG DIDEMO SOAL BENDUNGAN BILI-BILI
Puluhan aktivis lingkungan mewakili sejumlah organisasi di Sulawesi Selatan berunjuk rasa di Konsulat Jendral Jepang di Makassar, Selasa (14/3). Mereka mendesak Pemerintah Jepang bertanggung jawab atas masalah di Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Sulsel, yang saat ini dipenuhi material longsoran Gunung Bawakaraeng…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 24

KERAMBA TERANCAM PENAMBANGAN EMAS LIAR
Pengembangan budidaya ikan dalam keramba jaring apung di Sungai Batanghari dan danau di Provinsi Jambi saat ini terancam bahaya merkuri sebagai akibat banyaknya kegiatan penambangan emas tanpa izin di Sungai Batanghari……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 24

PEJABAT DINAS KEHUTANAN MANDAILING NATAL TERLIBAT
Tiga Pejabat Dinas Kehutanan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, diduga kuat terlibat kasus penebangan liar. Polisi menyatakan bukti-bukti keterlibatan mereka sudah cukup kuat…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 25

TELUK JAKARTA MAKIN TERCEMAR; GAWAT, SAMPAH SUDAH MASUK KE TAMAN NASIONAL
Pencemaran lingkungan di kawasan Teluk Jakarta semakin membahayakan. Tahun 2006 ini sampah yang berasal dari 13 sungai mulai menyentuh kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu, sekitar 40 kilometer dari Pantai Marina Ancol. â€Â?Ini merupakan bencana lingkungan hidup,â€Â? kata Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Sumarto dalam peluncuran portal www.telukjakarta.net di Pusat Studi Jepang UI, Depok, Selasa (14/3).Portal ini merupakan hasil kerja sama Kantor UNESCO Jakarta dan Departemen Biologi UI. Acara dibuka Jan Steffen, Programme Specialist Unit Coastal and Small Islands Environment and Development UNESCO Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 MARET 2006, HAL. 28

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup