KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ANOA TAK TERLACAK LAGI
Keberadaan satwa endemik Sulawesi, anoa (bubalusa Sp) sudah semakin langka. Di Sulawsi Selatan, keberadan anoa bahkan sudah tidak terlacak. Satwa yang acap kali disebut sebagai babi rusa itu sudah tidak pernah ditemui lagi di habitat aslinya di kawasan Sulsel sejak beebrapa tahun terakhir……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL. 24

PERSAWAHAN DI PANTAI TIMUR SUMUT TERCEMAR
Akibat rsuaknya kawasan hutan mangrove seluas 52.350 hektare di sepanjang garis pantai Sumatera Utara, wilayah persawahan yang berada dekat dengan garis pantai mulai tercemar air laut. Produktivitas petani menurun drastis karena sawah jadi tidak berfungsi dengan baik akibat tanaman padi tidak tahan terhadap air garam……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL. 24

RATUSAN IZIN TUMPANG TINDIH
Permasalahan pengelolaan hutan di Riau dipastikan sulit ditemukan solusinya. Hingga kini terdapat ratusan pengelolaan hutan yang tumpang tindih dikeluarkan pada areal cakupan hutan alam yang sama……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL. 24

POLISI SITA 2.600 METER KUBIK KAYU ILEGAL
Praktik penebangan dan perdagangan kayu ilegal wilayah Kalimantan Selatan belum juga surut. Ini terbukti dari hasil operasi yang dilakukan pihak kepolisian dengan sandi Operasi Hutan Lestari Intan II selama 10 hari terakhir yang menyita 2.600 meter kubik kayu olahan. Sebagian besar kayu itu diduga berasal dari kegiatan penebangan liar di daerah Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan…. BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL. 24

3.000 HEKTARE SAWAH JADI GALIAN PASIR
Usaha tambang galian pasir di wilayah Kapubaten Tangerang telah mengorbankan banyak lahan pertanian. Sedikitnya 3.000 hektare sawah beralih fungsi menjadi lahan galian pasir. Ironisnya, sebgaian besar usaha ini ternyata dimiliki oleh pengusaha dari luar Tangerang. Masyarakat setempat hanya menjadi kuli. “Masyarakat sekitar galian hanya menjadi pekerja karena mereka memang tidak punya pekerjaan lain,” ujar Ketua Gerakan Pelopor Masyarakat Sejahtera Teluk Naga, Harris Mansur kepada wartawan, Selasa (13/12)………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 14 DESEMBER 3005, HAL. 19

PEMERINTAH BELUM MILIKI KEBIJAKAN KEHUTANAN JANGKA PANJANG
Pemerintah belum memiliki rumusan kebijakan jangka panjang sektor kehutanan. Padahal, pemerintah melalui Departemen Kehutanan selalu menggembar-gemborkan bahwa pengelolaan sektor kehutanan sudah tertata baik dengan mengacu pada arah kebijakan jangka panjang 2005-2025. Kenyataannya, seperti dikatakan Sekretaris Jenderal Dephut Boen M Purnama, hingga menjelang berakhirnya tahun 2005 ini, bukan hanya Dephut tetapi juga Pemerintah RI masih mencari format rumusan mengenai apa yang akan dilakukan untuk sektor kehutanan setidaknya sampai dua puluh tahun mendatang……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 DESEMBER 2005, HAL. 6

IMPOR BPO MASIH SULIT DIAWASI
Menurut Deputi Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup, Masnellyati Hilman pengawasan impor bahan perusak ozon (BPO) sulit dilakukan mengingat modus operandi (MO) pengiriman yang semakin bervariasi.Hal ini dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat akan barang-barang pengguna BPO seperti kulkas dan pendingin ruangan (AC) justru menjadi pemicu meningkatnya minat para importir itu……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 DESEMBER 2005, HAL. 15

WALHI: PEMERINTAH TAK URUS LINGKUNGAN
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam dan hari lalu, dalam analisis Walhi Aceh merupakan dampak akumulasi kerusakan hutan di daerah aliran Sungai Peudada, Peusangan, dan Samalanga. “Menurut data kami, kerusakan daerah aliran sungai mencapai 74 persen,” kata Dewa Gumay, Kepala Divisi Informasi dan Kampanya Walhi Aceh, di Banda Aceh kemarin……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL A8

PERJALANAN PANJANG PROTOKOL KYOTO
Sejumlah bukti ilmiah memperlihatkan ada pengaruh aktivitas manusia terhadap sistem iklim. Pada sisi lain, meningkatnya kepedulian masyarakat internasional terhadap isu lingkungan secara global membuat isu perubahan iklim menjadi isu penting di dalam agenda internasional. Badan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) – badan yang dibentuk United Nations Environment Programme (UNEP) dan World Meteorological Organization (WMO) untuk merespons perubahan iklim – mengeluarkan hasil penelitian pertama. Laporan itu memastikan, perubahan iklim merupakan ancaman bagi kehidupan seluruh manusia …..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 DESEMBER 2005, HAL. 11

ORANGUTAN TERUS TERANCAM
Keberadaan orangutan Sumatera dan Kalimantan di habitat aslinya terus terancam. Pembalakan haram, konversi habitat serta perburuan terus menyudutkan posisi orangutan. “Harus ada langkah dramatis untuk bisa menyelamatkan,” kata peneliti orangutan dari Borneo Orang Utan Survival Foundation, dr Sri Suci Utami Atmoko di Jakarta, Rabu (13/12)…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL. 21

MENANTI BENCANA TANPA DAYA
Bicara hutan tidak bisa melupakan Kalimantan Selatan (Kalsel), baik masa kejayaan maupun kehancurannya. Namun, lebatnya hutan Kalsel yang menjadi berkah bagi orang sekitarnya sudah berlalu. Kini yang tersisa penderitaan karena banjir menggenangi hampir semua Kabupaten setiap tahun. Penyebabnya karena kerusakan hutan. Namun, tidak ada yang menyatakan perang pada perusak hutan….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL. 13 BACA BERITA TERKAIT: MEDIA INDONESIA, KAMIS 15 DESEMBER 2005, HAL 13, 14 DAN 15

Sumber:

KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup